Responsive Banner design

Hadis Hadis tentang umroh dan haji

Hadis Hadis tentang umroh dan haji

Hadits No. 726  
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabruru kecuali surga." Muttafaq Alaihi.

َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
   Hadits No. 727
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah." Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim.

َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ: نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ. وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ


  Hadits No. 728
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku tentang umrah, apakah ia wajib? Beliau bersabda: "Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu." Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf. Ibnu Adiy mengeluarkan hadits dari jalan lain yang lemah, dari Jabir Radliyallaahu 'anhu berupa hadits marfu': Haji dan umrah adalah wajib.

َوَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَابِيٌّ. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! أَخْبِرْنِي عَنْ اَلْعُمْرَةِ, أَوَاجِبَةٌ هِيَ? فَقَالَ: لَا وَأَنْ تَعْتَمِرَ خَيْرٌ لَكَ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ ضَعِيفٍ عَنْ جَابِرٍ مَرْفُوعًا: ( اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ فَرِيضَتَانِ )
   Hadits No. 729
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: "Bekal dan kendaraan." Riwayat Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mursal menuru pendapat yang kuat.

َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ: اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ )  رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ
   Hadits No. 730
Hadits tersebut juga dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar. Dalam sanadnya ada kelemahan.

َوَأَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ أَيْضًا, وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ
   Hadits No. 731
Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertemu dengan suatu kafilah di Rauha', lalu beliau bertanya: "Siapa rombongan ini?" Mereka berkata: Siapa engkau? Beliau menjawab: "Rasulullah." Kemudian seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil seraya bertanya: Apakah yang ini boleh berhaji? Beliau bersabda: Ya boleh, dan untukmu pahala." Riwayat Muslim.

َوَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: مَنِ اَلْقَوْمُ? قَالُوا: اَلْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ? قَالَ: " نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 
   Hadits No. 732
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah al-Fadl Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu duduk di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, lalu seorang perempuan dari Kats'am datang. Kemudian mereka saling pandang. Lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memalingkan muka al-Fadl ini ke arah lain. Perempuan itu kemudian berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji yang diwajibkan Allah atas hamba-Nya itu turun ketika ayahku sudah tua bangka, tidak mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya? Beliau menjawab: "Ya Boleh." Ini terjadi pada waktu haji wada'. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَتِ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ اَلْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْرِفُ وَجْهَ اَلْفَضْلِ إِلَى اَلشِّقِّ اَلْآخَرِ. فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ? قَالَ: نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَفْظُ لِلْبُخَارِيِّ
   Hadits No. 733
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, dia belum berhaji lalu meninggal, apakah aku harus berhaji untuknya? Beliau bersabda: "Ya, berhajilah untuknya. Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu menanggung hutang, tidakkah engkau yang membayarnya? Bayarlah pada Allah, karena Allah lebih berhak untuk ditepati." Riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اِمْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ, فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ, أَفَأَحُجُّ عَنْهَا? قَالَ: نَعَمْ , حُجِّي عَنْهَا, أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ, أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ? اِقْضُوا اَللَّهَ, فَاَللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ
   Hadits No. 734
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap anak yang haji kemudian setelah baligh, ia wajib haji lagi; dan setiap budak yang haji kemudian ia dimerdekakan, ia wajib haji lagi." Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Baihaqi. Para perawinya dapat dipercaya, namun kemarfu'an hadits ini diperselisihkan. Menurut pendapat yang terjaga hadits ini mauquf.

َوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا صَبِيٍّ حَجَّ, ثُمَّ بَلَغَ اَلْحِنْثَ, فَعَلَيْهِ ]أَنْ يَحُجَّ[  حَجَّةً أُخْرَى, وَأَيُّمَا عَبْدٍ حَجَّ, ثُمَّ أُعْتِقَ, فَعَلَيْهِ ] أَنْ يَحُجَّ [حَجَّةً أُخْرَى )  رَوَاهُ اِبْنُ أَبِي شَيْبَةَ, وَالْبَيْهَقِيُّ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ اِخْتُلِفَ فِي رَفْعِهِ, وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ
   Hadits No. 735
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika khutbah bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki menyepi dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya." Berdirilah seorang laki-laki dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji sedang aku diwajibkan ikut perang ini dan itu. Maka beliau bersabda: "Berangkatlah dan berhajilah bersama istrimu." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

َوَعَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ يَقُولُ: ( " لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ, وَلَا تُسَافِرُ اَلْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ " فَقَامَ رَجُلٌ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ اِمْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً, وَإِنِّي اِكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا, قَالَ: اِنْطَلِقْ, فَحُجَّ مَعَ اِمْرَأَتِكَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
   Hadits No. 736
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berkata: Labbaik 'an Syubrumah (artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu untuk Syubrumah. Beliau bertanya: "Siapa Syubrumah itu?" Ia menjawab: Saudaraku atau kerabatku. Lalu beliau bersabda: "Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu?" Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Berhajilah untuk dirimu kemudian berhajilah untuk Syubrumah." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. Pendapat yang kuat menurut Ahmad ia mauquf.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ, قَالَ:  مَنْ شُبْرُمَةُ?  قَالَ: أَخٌ ] لِي[ , أَوْ قَرِيبٌ لِي, قَالَ: حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ? قَالَ: لَا. قَالَ: حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ, ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالرَّاجِحُ عِنْدَ أَحْمَدَ وَقْفُهُ
   Hadits No. 737
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu." Maka berdirilah al-Aqra' Ibnu Habis dan bertanya: Apakah dalam setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunat." Riwayat Imam Lima selain Tirmidzi.

َوَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: ( إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ

Hukum dan Sunnah Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad hukumnya hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan sunnah ini begitu menggebu-gebu.

Sebagian mereka bahkan rela berdesak-desakan hingga saling dorong demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun, bagaimanakah tata cara mencium Hajar Aswad yang disunnahkan Rasul?

Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilim diartikan sebagai salah satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang dilak-sanakan dengan cara mencium atau mengusap Hajar Aswad, yang ter-dapat di sisi Ka’bah, ketika melakukan tawaf.

Dari beberapa hadis Nabi yang berkaitan dengan istilam, dapat diketahui bahwa istilam yang disunatkan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi haji yang melakukannya, yaitu:

a. Bagi jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati Hajar Aswad dapat melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi di atasnya. Hal ini diterangkan dalam satu riwayat yang diterima dari Ibnu Umar yang mengatakan sebagai berikut:

"Rasulullah SAW mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya kemudian ia meletakkan kedua pipinya (di atas batu) sambil menangis. Kemudian beliau berkata, “Di sinilah ditumpahkan banyak air mata.” (HR. al-Hakim).

b. Bagi jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya di atas Hajar Aswad, cukup dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas sebagai berikut:

“Ibnu Abbas mencium Hajar Aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR. Al- Hakim dan Muslim).

c. Bagi Jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat melakukannya dengan mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi’;

“Aku melihat Umar Ibn al-Khatab mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudian ia mencium tangannya berkata; "Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasul SAW melakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Bagi jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat dan kemudian mencium tongkatnya. seperti diterangkan dalam riwayat dari Abi Thufail yang berkata;

“Aku melihat Rasulullah SAW tawwaf di Baitullah dan mengusap Hajar Aswad dengan tongkatnya kemudian mencium tongkatnya' (HR. Muslim).

e. Bagi jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara- cara yang disebut di atas cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya lalu mengecup tangan sambil terus berjalan dan membaca takbir. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis berikut:

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berkata kepada Umar, “Hai Umar engkau adalah seorang yang kuat, jangan engkau berdesak-desakan untuk mendekati Hajar Aswad lalu kamu menyakiti yang lema h. Jika kamu memperoleh kesempatan maka ciumlah Hajar aswad itu. Jika tidak, cukup dengan takbir dan terus berjalan." (HR. Al-Syafi’i).

Namun demikian pelaksanaan yang Iebih utama ialah dengan cara yang pertama, namun harus diperhatikan, janganlah berdesak-desakan yang mengakibatkan orang-orang yang terluka fisiknya atau teraniaya. Maka dengan sendirinya keutamaan cara yang pertama itu tidak lagi beriaku.

Menghindari berdesak-desakan mendekati Hajar Aswad Iebih baik dari menciumnya dan melakukannya dengan cara lain yang dianjurkan. Istilam cukup dilakukan pada putaran pertama ketika melaksanakan tawaf, tetapi jika mungkin, dilakukan pada setiap putaran.

www.gsmhajiumroh.com

Jadwal manasik Haji PT. GSM - Gema Shafa Marwa (JABODETABEK)

Jadwal manasik Haji PT. GSM - Gema Shafa Marwa (JABODETABEK)


LOKASI :

Tips Packing Sebelum Berangkat ke Tanah Suci



Seorang yang sudah berangkat menunaikan umrah terkadang kurang memerhatikan hal-hal yang sebenarnya termasuk penting untuk dipersiapkan.

Disamping mempersiapkan batiniah seperti membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, yaitu bertobat kepada Allah maupun kepada sesama manusia, persiapan lahiriyah juga harus diperhatikan.
Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.
1. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan. Untuk jamaah haji laki-laki, perlu diperhatikan perlengkapan sebagai berikut:
•    Pakaian untuk sehari-hari. Baiknya disesuaikan dengan lama di Tanah Suci.
•    Kain ihram 1 atau 2 stel.
•    ikat pinggang.
•    Keperluan mandi.
•    Kain sarung 2 buah.
Sementara bagi wanita, perlengkapan yang harus diperhatikan adalah:
•    Mukena atas saja, minimal 2 buah.
•    Tunik putih atau rok putih untuk ihram 2 buah.
•    Baju sehari-hari secukupnya.
•    Tudung atau mukena pendek untuk sehari- hari 2 buah.
•    Kaos kaki sekitar 6 pasang.
Sementara perlengkapan yang diperlukan baik pria maupun wanita, adalah;
•    Mantel untuk tidur (bagi yang tidak kuat AC).
•    Selimut tipis.
•    Sandal jepit 2 pasang.
•    Tudung atau mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah.
•    Kaos kaki sekitar 6 pasang.
•    Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tidak mudah lepas.
•    Obat-obatan pribadi.
•    Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah.
•    Gunting kecil untuk tahallul;
•    Payung.
•    Senter.
•    Biaya untuk dam, kurban dan sebagainya.
Selain itu, untuk kemudahan dalam perjalanan umrah, bawalah uang riyal (mata uang Saudi) recehan 1, 5, 10, 50 yang akan berguna untuk memberi tips pada para porter di Bandara Jeddah.
Menandai koper, kaos Muslim, dan tas jinjing dengan tanda mencolok seperti pita berwarna terang atau stiker yang menyala juga sangat berguna dalam perjalanan. Hal ini mempermudah mencari koper di antara ratusan koper lain yang sama.
Disamping itu, bawalah perlengkapan mandi dalam tas kecil atau dalam travelling bag (jangan dalam koper). Hal ini berguna ketika kita menunggu di bandara Jeddah yang waktunya lama dapat kita manfaatkan untuk mandi sehingga badan menjadi segar.
Membawa buku-buku agama dan buku bacaan juga akan sangat berguna menemani anda selama dalam perjalanan. Selain itu, tasbih juga akan memotivasi kita untuk banyak berzikir disamping membaca buku-buku agama yang ringan.
Buku-buku tersebut sangat membantu memanfaatkan waktu ketika lama duduk di pesawat, ketika dalam bis antara Makkah dan Madinah, dan ketika dalam masa-masa menunggu.
Bawalah obat wajib yang sering dan cocok diminum ketika sakit antara lain:
•    obat yodium;
•    plester;
•    obat sakit perut/maag/diare;
•    oralit;
•    obat batuk;
•    obat penurun panas;
•    balsam/minyak kayu putih;
•    obat anti masuk angin (jamu juga boleh).
Bawalah semprotan air yang ringkas. Ini berguna untuk memelihara kelembapan wajah dan mengurangi dehidrasi. Selain itu, pelembap wajah juga akan sangat berguna ketika cuaca dingin wajah sering kering dan pecah-pecah.
Pelembap bibir juga perlu disedikan untuk antisipasi ancaman dehidrasi. Biasanya bibir yang paling dulu menjadi kering. Belilah pelembap bibir tanpa arorna. Untuk mencuci, cukup membawa deterjen yang sachet agar tidak memakan tempat. Sebelumnya, gunakan plastik pembungkus ganda agar tidak bocor.

Tips Perjalanan Haji Umrah dengan Aman dan Nyaman


Gema Shafa Marwa haji Umrah - Melakukan perjalanan ke luar negeri tentunya memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga dapat terhindar dari berbagai masalah. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan agar perjalanan kita aman dan nyaman, baik sebelum melakukan perjalanan maupun selama kita berada di luar negeri.
1. Kalkulasikan semua pengeluaran untuk penerbangan, pajak, penginapan, transportasi, konsumsi, tiket masuk tempat wisata, komunikasi, belanja dan biaya lain-lain. Persiapkan uang cash uang lokal sesuai dengan perhitungan dan jika memungkinkan cadangkan dalam bentuk uang dollar Amerika, karena lebih mudah menukarkan ke mata uang lokal.
2. Persiapkan rencana perjalanan (Itinerary), prioritaskan pada tempat-tempat yang menarik atau belum pernah dikunjungi. Susun urutan perjalanan dengan baik, termasuk jenis dan rute transportasi yang digunakan.
3. Bawa barang-barang pribadi yang akan digunakan selama perjalanan, seperti obat-obatan, telepon selular, kacamata, topi, buku, dompet dan perlengkapan lain dalam sebuah tas kecil yang mudah dibawa.
4. Buat foto copy paspor dan bawa pas foto ukuran paspor, karena jika kehilangan paspor akan lebih mudah dalam mengurus pembuatan dokumen penggantinya.
5. Beri lebel identitas pada tas dan kopor yang akan dibawa, berupa nama, alamat dan nomor HP yang bisa dihubungi. Jangan lupa untuk mengunci kopor dan melengkapi dengan kunci gembok tambahan. Untuk negara tertentu, seperti Amerika dan Arab Saudi mensyaratkan kunci kopor memenuhi standar keamanan TSA (Transportation Security Administration). Jika belum, ada baiknya menggunakan gembok yang berlogo TSA untuk menambah keyakinan dan keamanan barang bawaan kita.
6. Hindari membawa barang-barang terlarang, termasuk rokok dalam jumlah besar atau minuman tertentu dan obat-obat terlarang.
7. Patuhi larangan-larangan yang ada di negara yang dituju, termasuk etika ketika naik kendaraan, antre di stasiun dan hal-hal lain yang sepatutnya dilakukan.
8. Berhati-hatilah jika bertemu orang yang tidak dikenal dan menawarkan sesuatu, tolaklah dengan sopan dan segera menjauh.
9. Biasakan untuk mengunci kopor kita sebelum kita keluar kamar.
10. Bawalah foto copy paspor saat bepergian, paspor asli disimpan di safety box kamar hotel atau di tempat yang aman, kecuali jika dibutuhkan untuk melengkapi transaksi tertentu.
11. Hindari tempat-tempat yang sepi, kecuali jika pergi berombongan.
12. Biasakan untuk datang ke bandara selambat-lambatnya dua jam sebelum jam penerbangan, sehingga kita tidak diburu waktu.
13. Sangat disarankan untuk membeli Asuransi Perjalanan (Travel Insurance) dari perusahaan yang memiliki reputasi terpercaya dan memiliki cabang di negara yang dituju. Perhatikan bahwa asuransi perjalanan agak berbeda dengan asuransi biasa, selain menutup terhadap risiko kecelakaan, sakit/berobat dan jiwa, asuransi perjalanan juga menutup klaim akibat ketidaknyamanan perjalanan seperti kehilangan bagasi dan barang pribadi, keterlambatan/kehilangan bagasi, penundaan perjalanan, pembatalan penerbangan dan sebagainya.
14. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi.
Sumber :
budisulis.wordpress.com

4 GOLONGAN LAKI-LAKI YANG DITARIK MASUK NERAKA OLEH WANITA

4 GOLONGAN LAKI-LAKI YANG DITARIK MASUK NERAKA OLEH WANITA
4 GOLONGAN LAKI-LAKI YANG DITARIK MASUK NERAKA OLEH WANITA
Gema Shafa Marwa - Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

1. Ayahnya

Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.

2. Suaminya

Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.

Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3. Saudara Lelakinya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.

Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.

Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(Surat At Tahrim : 6)

-islamedia-

WASPADA HATI YANG TERACUNI - Gema Shafa Marwa

Gema Shafa Marwa Haji Umrah Makkah
Membersihkan Rumah Suci
Gema Shafa Marwa - Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam. Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya. Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam memegang keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah. Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah, karena akan mengakibatkan kerasnya hati. Dalam salah satu hadits shahih Rasulullah ` pernah bicara kepada sahabat Mu'adz: "Apakah engkau mau aku tunjukkan yang menjadi landasan itu semua (ibadah-ibadah)?", "Baik, ya Rasulullah", jawab Mu'adz. Kemudian Rasulullah ` bersabda: "Cegahlah ini" (sambil mengisyaratkan dengan jarinya pada mulutnya), lalu mu'adz berkata: "Ya Rasulullah, apakah kita akan dimintai tanggung jawab dari apa yang kita ucapkan?" Kemudian Rasulullah ` bersabda: "kamu wahai Mu'adz, tidaklah seseorang akan ditelungkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam Neraka melainkan karena hasil dari lisannya." (Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi). "Ada dua lubang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, yaitu mulut dan kemaluan." (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan di-shahih-kannya).

Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah, apakah sesuatu yang dapat menyelematkan kita?" Lalu dijawab oleh Nabi `: "Tahanlah olehmu lisanmu."

Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah ` bersabda: "Barangsiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada di antara jenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya Surga." (HR. Al-Bukhari).

Maksud dalam hadits ini, barangsiapa yang bisa memelihara apa yang ada di antara kedua bibirnya, yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah, maka jaminannya adalah Surga. Kemudian dalam hadits yang lain Rasulullah ` juga bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau agar ia diam." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam sutau riwayat dari Abu Hurairah Rasulullah ` bersabda: "Sebagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yang tidak berguna baginya." Berkata Sahl: "Barangsiapa yang masih suka bicara yang tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq". Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yang dimilikinya, sebagaimana sabda Rasulullah `: "Demi Allah, tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman", kemudian ditanyakan; siapakah gerangan yang engkau maksudkan wahai Rasulullah? Jawabnya, "orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya."

Hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, dicitaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya. Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah

Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yang tidak berguna seperti; berdusta, suka mengadu domba, ucapan yang keji, ghibah, namimah, suka mencela, bernyanyi, menyakiti orang lain dan lain sebagainya. Itu semua merupakan racun-racun hati sehingga apabila seseorang banyak melakukan seperti ini maka hati akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun, cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati, semakin banyak racunnya akan semakin parah penyakit dalam hatinya, dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan mati hatinya.

Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalah merupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati. Berkata Abdullah Ibnu Mubarak: "Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya. Maka barangsiapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun hati, kemudian dengan menjaganya tatkala ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar." 

KITA BERADA DI AKHIR ZAMAN - Gema Shafa Marwa

 KITA BERADA DI AKHIR ZAMAN - Gema Shafa Marwa
Gema Shafa Marwa - Akhir Zaman
Gema Shafa Marwa - Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya fitnah besar yang bercampur di dalamnya kebenaran dan kebathilan. Iman menjadi goyah, sehingga seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore hari, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi hari. Setiap kali fitnah itu muncul, maka seorang mukmin berkata, “Inilah yang menghancurkanku,” kemudian terbuka dan muncul (fitnah) yang lainnya, lalu dia berkata, “Inilah, inilah.” Senantiasa fitnah-fitnah itu datang menimpa manusia sampai terjadinya hari Kiamat. Fitnah disini artinya adalah Fitnah Ujian keimanan dan Ujian dalam menghadapi godaan kemaksiatan dan dosa.

Dijelaskan dalam hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِـي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، اَلْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِِمُ خَيْـرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا بِسُيُوفِكُمُ الْحِجَارَةَ، فَإِنْ دُخِلَ عَلَى أَحَدِكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ.

‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir di sore hari, di sore hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari. Orang yang duduk saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika salah seorang dari kalian dimasukinya (fitnah), maka jadilah seperti salah seorang anak Adam yang paling baik (Habil).’” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak]

MUNCULNYA FITNAH DARI ARAH TIMUR

Sebagian besar fitnah yang menimpa kaum muslimin muncul dari arah timur, dari arah keluarnya tanduk syaitan. Hal ini sesuai dengan yang diberitakan oleh Nabi pembawa rahmat Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dijelaskan dalam hadits Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, bahwasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, sedangkan beliau menghadap ke arah timur:

أَلاَ إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَـا، أَلاَ إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَـا، مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ.

“Ketahuilah sesungguhnya fitnah itu dari sana, ketahuilah sesungguhnya fitnah itu dari sana, dari arah munculnya tanduk syaitan (dari arah timur-ed.).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:

دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فيِ صَاعِنَا وَمُدِّنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَيَمَنِنَا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: يَا نَبِيَّ اللهِ؟ وَفِيْ عِرَاقِنَا. قَالَ: إِنَّ بِهَا قَرْنُ الشَّيْطَانِ، وَتَهِيْجُ الْفِتَنُ، وَإِنَّ الْجَفَاءَ بِالْمَشْرِقِ.

“Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berdo’a, ‘Ya Allah, limpahkanlah keberkahan bagi kami di dalam sha dan mudd kami, dan berilah keberkahan kepada kami pada negeri Syam dan negeri Yaman kami,’ lalu seorang laki-laki dari kaum berkata, ‘Wahai Nabiyullah? Dan pada Irak kami.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya di sana ada tanduk syaitan, fitnah berkecamuk di sana, dan sesungguhnya kekerasan hati terdapat di timur.’” [HR. Ath-Thabrani, dan para perawinya tsiqah.
Mukhtashar at-Targhiib wat Tarhiib (hal. 87), karya al-Hafizh Ibnu Hajar, tahqiq ‘Abdullah bin Sayyid Ahmad bin Hajjaj, cet. lama yang disebarluaskan oleh Maktabah as-Salam, Kairo, cet. IV th. 1402 H.]

Sampai saat ini senantiasa timur menjadi sumber fitnah, kejelekan, bid’ah, khurafat, dan atheisme. Faham komunis yang tidak mengakui adanya tuhan berpusat di negara Rusia dan Cina, keduanya ada di arah timur, dan datangnya Dajjal juga Ya'-juj dan Ma'-juj dari arah timur. Hanya kepada Allah kita me-mohon perlindungan dari segala fitnah yang nampak dan tersembunyi.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, “ِAku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ.

‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Zhuhuuril Fitan (XIII/13, al-Fath).]

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ.

‘Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan (ke dalam hati), dan pembunuhan semakin banyak.’”[Shahiih Muslim, kitab al-Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi (XVI/222-223, Syarh an-Nawawi)]

Ibnu Baththal berkata, “Semua yang terkandung dalam hadits ini termasuk tanda-tanda Kiamat yang telah kita saksikan secara jelas, ilmu telah berkurang, kebodohan nampak, kebakhilan dilemparkan ke dalam hati, fitnah tersebar dan banyak pembunuhan.” [Fat-hul Baari (XIII/16]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari ungkapan itu dengan perkataannya, “Yang jelas, sesungguhnya yang beliau saksikan adalah banyak disertai adanya (tanda Kiamat) yang akan datang menyusulnya. Sementara yang dimaksud dalam hadits adalah kokohnya keadaan itu hingga tidak tersisa lagi keadaan yang sebaliknya kecuali sangat jarang, dan itulah isyarat dari ungkapan “dicabut ilmu”, maka tidak ada yang tersisa kecuali benar-benar kebodohan yang murni. Akan tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan adanya para ulama, karena mereka saat itu adalah orang yang tidak dikenal di tengah-tengah mereka.” [Fat-hul Baari (XIII/16]

Lebih dahsyat lagi dari hal ini adalah Nama Allah tidak disebut lagi di atas bumi. Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits Anas Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ: اللهُ، اللهُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga di bumi tidak lagi disebut: Allah, Allah.” [Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Dzahaabul Iimaan Akhiraz Zamaan (II/ 178, Syarh an-Nawawi)]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ada dua pendapat tentang makna hadits ini:

Pendapat pertama : Bahwa seseorang tidak mengingkari kemunkaran dan tidak melarang orang yang melakukan kemunkaran. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengibaratkannya dengan ungkapan “tidak lagi disebut: Allah, Allah” sebagaimana dijelaskan sebelumnya dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma :

فَيَبْقَى فِيهَا عَجَاجَةٌ لاَ يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا.

‘Maka yang tersisa di dalamnya (bumi) hanyalah orang-orang bodoh yang tidak mengetahui kebenaran dan tidak mengingkari kemunkaran.’ [Musnad Ahmad (XI/181-182, Syarh Ahmad Syakir), dan beliau berkata, “Sanadnya shahih.]

Pendapat kedua : Sehingga tidak lagi disebut dan dikenal Nama Allah di muka bumi. Hal itu terjadi ketika zaman telah rusak, rasa kemanusiaan telah hancur, dan banyaknya kekufuran, kefasikan juga kemaksiatan.” [An-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/186) tahqiq Dr. Thaha Zaini. ]

Diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَدْرُسُ اْلإِسْلاَمُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ حَتَّى لاَ يُدْرَى مَا صِيَامٌ، وَلاَ صَلاَةٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ وَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ k فِـي لَيْلَةٍ فَلاَ يَبْقَى فِي اْلأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ، وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنَ النَّاسِ: الشَّيْخُ الْكَبِيرُ، وَالْعَجُوزُ، يَقُولُونَ: أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ؛ يَقُولُونَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ فَنَحْنُ نَقُولُهَا: فَقَالَ لَهُ صِلَةُ: مَا تُغْنِي عَنْهُمْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَهُمْ لاَ يَدْرُونَ مَا صَلاَةٌ، وَلاَ صِيَامٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ رَدَّدَهَا عَلَيْهِ ثَلاَثًا، كُلَّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ فِي الثَّالِثَةِ، فَقَالَ: يَا صِلَةُ! تُنْجِيهِمْ مِنَ النَّارِ، ثَلاَثًا.

“Islam akan hilang sebagaimana hilangnya hiasan pada pakaian sehingga tidak diketahui lagi apa itu puasa, tidak juga shalat, tidak juga haji, tidak juga shadaqah. Kitabullah akan diangkat pada malam hari hingga tidak tersisa di bumi satu ayat pun, yang tersisa hanyalah beberapa kelompok manusia: Kakek-kakek dan nenek-nenek, mereka berkata, ‘Kami men-dapati nenek moyang kami (mengucapkan) kalimat ini, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah’, maka kami pun mengucapkannya. Lalu Shilah berkata kepadanya, “(Kalimat) Laa Ilaaha Illallaah tidak berguna bagi mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui apa itu shalat, tidak juga puasa, tidak juga haji, dan tidak juga shadaqah. Lalu Hudzaifah berpaling darinya, kemudian beliau mengulang-ulangnya selama tiga kali. Setiap kali ditanyakan hal itu, Hudzaifah berpaling darinya, lalu pada ketiga kalinya Hudzaifah menghadap dan berkata, “Wahai Shilah, kalimat itu menyelamatkan mereka dari Neraka (sebanyak tiga kali).” [Sunan Ibni Majah, kitab al-Fitan bab Dzahaabul Qur-aan wal ‘Ilmi (II/1344-1245), al-Hakim dalam al-Mustadrak (IV/473]

Tidak Berputus Asa- Gsm

Tidak Berputus Asa - Gema Shafa Marwa
Tidak Berputus Asa - Gema Shafa Marwa
Gema Shafa Marwa - Ada seorang kakek yang tinggal di India. Umurnya sudah lebih dari 70 th. Sepanjang hidupnya selama 70 th itu, ia gunakan untuk menyembah berhala dari batu. Setiap hari ia begitu taat menyembah tuhannya itu. Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa`nya dapat dikabulkan. "Oh, tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus menerus menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang aku mohonkan kepadamu. Sekarang, aku ada permohonan kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku ini".

Kakek itu memohon sambil merengek-rengek kepada Latta dan Uzza kiranya doa`nya dapat dikabulkan. Demikian seterusnya dia lakukan. Setelah sampai tujuh puluh kali doa` itu ia panjatkan, tak ada sedikitpun pengabulan dari berhala tuhannya yang ia peroleh. Maka kakek itu sedih sekali dan akhirnya putus asa.

Dalam keputusasaannya itu, ternyata Allah SWT memberi hidayah kepada kakek. Hati sang kakek Ia lapangkan segera sadar akan kekeliruannya selama ini dan kemudian ia bertaubat memperbaiki dirinya. Kemudian gantilah kakek itu berdoa` kepada Allah SWT . " Ya Allah SWT, baru sekarang aku menghadap-Mu. Aku memohon ssuatu kepada-Mu. Kabulkanlah, ya Allah SWT, permohonanku ini ".

Selesai kakek itu bermunajat kepada Allah SWT, maka sesaat kemudian ia mendengar jawban dari Allah SWT. " Wahai hamba-Ku, mintalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu ".

Waktu para malaikat mendengar jawaban yang diberikan Allah SWT kepada sang kakek, maka gemparlah para malaikat. " Ya Allah SWT, tujuh puluh tahun lamanya orang itu musyrik dan menyembah berhala. Dan telah tujuh puluh kali pula ia telah memohon kepada berhalanya agar dikabulkan permohonannya, namun itu tidak terjadi. Sekarang, ia baru sekali saja berdoa` kepada-Mu, mengapa Engkau kabulkan permohonannya itu ?"

Mendengar pertanyaan para malaikat itu, maka Allah SWT segera memberi penjelasan. " Wahai para malaikat, jika berhala yang benda mati itu tidak bisa mengabulkan permohonannya dan Aku-pun juga tidak, lalu dimana letak perbedaannya antara Aku dan berhala itu ?".

Allah SWT Berfirman artinnya , Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat." ( QS. Al Hijr : 56 )

DOA NABI YUNUS A.S UNTUK KELUAR DARI KEGELAPAN DAN KESULITAN DAHSYAT

doa nabi yunus-gsm
do'aa nabi yunus
Gema Shafa Marwa - Saat berada dalam kesulitan yang sangat dan berada dalam tiga kegelapan (gelapnya dalam perut ikan, di dasar lautan, dan di tengah gelapnya malam), Nabi Yunus bertasbih dan berdoa kepada Allah dengan doa di atas sehingga Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya kepada kaumnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 87-88).

Saat nabi Yunus melihat dirinya berada dalam bala' dan ujian dari Rabb-nya, Alah menjadikannya dalam perut ikan, maka ia berdoa dalam 3 kegelapan - gelapnya malam, gelapnya lautan dan dalam perut ikan- kepada Allah yang melihat dan mendengar segala sesuatu. Ia sadar bahwa kesulitannya tersebut akibat dari kesalahan dan dosanya. Ia sadar juga bahwa Allah-lah yang menurunkan kesulitant ersebut. Ia juga yakin akan keagungan Allah dan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dan mengabulkan doanya. Hanya Dia semata yang bisa menghindarkan dirinya dari kesulitan tersebut,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)." (QS. Al-Naml: 62)

Susunan kalimat di atas mengandung dua pengakuan besar. Pertama, pengakuan terhadap uluhiyah dan keesaan Allah Ta'ala. Kedua, pengakuan akan dosa dan salah.

Bagian pertama, menunjukkan kesempurnaan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tidak boleh mendurhakai-Nya. Sedangkan bagian kedua, menunjukkan kuatnya iman dan keharusan mewujudkan ubudiyah dengan benar, sehingga saat tidak bisa mewujudkannya maka ia mengakui dosa dan kesalahannya. Oleh karena itu ia segera kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dengan kembali kepada ketaatan.

Kedua pengakuan ini adalah wasilah (sarana) besar untuk dikabulkannya permohonan. Sehingga sesudah Nabi Yunus memunajatkan doa ini kepada Allah, segera pertolongan Allah datang kepadanya. Kesulitan dan bala' yang menimpanya berganti dengan kemudahan dan kemuliaan.

Dr. Sya'ban Ismail –guru besar Ilmu Qira'at di Universitas Ummul Qura, Makkah al-Mukarramah berkata, "Di antara doa-doa Al-Qur'an al-Karim yang menghilangkan kegundahan dan musibah adalah firman Allah Ta'ala,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 87-88)." Wallahu Ta'ala A'lam

ETTINARARY PERJALANAN UMROH GEMA SHAFA MARWA


ETTINARARY PERJALANAN UMROH 
GEMA SHAFA MARWA

ETTINARARY PERJALANAN UMROH
jadwal perjalan umrah gema shafa marwa

Day
SCHEDULE PROGRAM


Day 1
Berkumpul di Terminal 2 pintu D2 lantai 2 Bandara Cengkareng. Setelah melewati proses keimigrasian Bandara Madinah, Jamaah akan dipandu petugas untuk melanjutkan perjalanan dengan Bus AC menuju Hotel untuk makan dan  beristirahat.


Day 2
Shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi dan sarapan pagi di Restoran Hotel, kemudian melanjutkan Ziarah ke Maqam Rasulullah  dan berdo'a di Raudhoh. Setelah itu berziarah ke pekuburan "MAKAM BAQI".
Kembali ke hotel untuk beristirahat sambil menunggu waktu datangnya sholat Zuhur.
Hadits Rosulullah
"Diantara Rumahku dan Mimbarku adalah sebagian TAMAN SYURGA"
Mustajab Do'a, Raudhoh adalah salah satu tempat yang maqbul untuk berdo'a.


Day 3

Shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Makan pagi di Restoran Hotel. Setelah itu bersiap-siap  berkumpul di Lobby Hotel untuk berziarah seputar kota Madinah, mengunjungi MASJID QUBA', JABAL UHUD, MASJID QIBLATAIN, MASJID SAB'AH, dan PASAR KURMA.
Kemudian kembali ke Hotel untuk makan siang dan sholat Jum’at  di Masjid Nabawi.
Ba'da sholat Jum’at berkumpul di lobby hotel dengan berpakaian ihrom bersiap-siap menuju Mekkah. Mengambil Miqat dan niat ber-Umroh di Mesjid Bi'r Ali didahului dengan Sholat Sunnah Ihram dua Rokaat, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Mekkah dengan membaca Talbiyah.
Setibanya di Mekkah, check-in Hotel dan melaksanakan Umroh dengan melakukan Thawaf, Sa'I dan Tahallul.  Setelah itu kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hadits Rosulullah.
"Barang siapa mensucikan dirinya di rumah (berwudhu), kemudian mendatangi mesjid Quba' dan sholat disitu, maka pahalanya sholatnya  sama seperti pahala Umroh".
Hadits Rosulullah.
"Shalat di masjidku lebih utama dari 1.000 shalat di tempat lainnya, kecuali Masjidil Haram dan Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 shalat di tempat lainnya.



Day 4

Acara rutin Shalat lima waktu di Masjidil Haram. Sholat Jum’at dimasjidil haram, I'tikaf dan Qiyamul-Lail di Masdjidil Haram, serta memperbanyak Dzikir dan Ibadah-ibadah lainnya. Makan Pagi, siang dan malam di Hotel. Istirahat.
Firman Allah
"Sesungguhnya Rumah Pertama yang dibangun oleh Allah (Masjid / Baitullah / Rumah Allah) untuk manusia adalah Ka'bah (Masjidil Haram) yang diberkati oleh Allah."


Day 5

Acara rutin Shalat lima waktu di Masjidil Haram. I'tikaf dan Qiyamul-Lail di Masdjidil Haram, serta memperbanyak Dzikir dan Ibadah-ibadah lainnya.
Makan Pagi, siang dan malam di Hotel. Istirahat.
Firman Allah
"Sebagaimana perintah Allah tentang perubahan arah Kiblat Ummat Islam dari arah Mesjidil Aqsha kea rah Masjidil Haram, maka hadapkanlah wajahmu ke Ka'bah (Masjidil Haram) 



Day 6

Sholat  Subuh di Masjidil Haram.  Setelah sarapan pagi, rombongan bersiap-siap di lobby hotel untuk berziarah ke JABAL TSUR, JABAL RAHMAH / ARAFAH, MUZDALIFAH, MINA, JABAL NUR, TEMPAT PEMBUATAN KISWAH, KAMPUNG BADUI ARAB, PETERNAKAN UNTA (Minum Susu Unta), JI'RONAH (tempat miqat umroh). Selanjutnya, sholat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya di Masjidil Haram. Serta memperbanyak Dzikir dan ibadah-ibadah lainnya. Istirahat.
Firman Allah
"Allah mewajibkan kepada manusia untuk mengunjungi Baitullah (Ka'bah) bagi mereka yang mampu.



Day 7

Shalat Subuh berjamaah di Masjidil Haram. Dimohon para jamaah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Jeddah sebelum Sholat Zuhur. Sholat Zuhur berjamaah di Masjidil Haram dilanjutkan dengan Thawaf wada' dan kembali ke Hotel.  Makan Siang di Hotel. Dengan bus AC berangkat menuju Jeddah. Check-in hotel. Makan malam di restoran hotel. Acara bebas.


Day 8
Acara bebas dan City Tour kota Jeddah mengunjungi Makam Siti Hawa, Laut Merah dan sekitarnya, Balad Shopping Center, dll. Setelah city tour melanjutkan perjalanan menuju Airport Jeddah. Insya Allah berangkat menuju Jakarta .


Day 9
Insya Allah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta Terminal 2 lantai 1.
Terima kasih atas segala kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, PT. GEMA SHAFA MARWA. Semoga mendapat UMROH MAQBUL.

Panduan Mansik Umrah Gema Shafa Marwa

Panduan Mansik Umrah Gema Shafa Marwa


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
قال الله تعالى في كتابه الكريم :
بسم الله الرمن الرحبم ” وأتمو الحج والعمرة لله ” ( البقرة 196

“ Dan Kalian sempurnakanlah Ibadah Haji dan Umroh semata –mata kerna Allah” (Al – Baqarah Ayat 196)

Manasik umrah Gema Shafa Marwa
Manasik umrah Gema Shafa Marwa


PELAJARAN SINGKAT MANASIK UMRAH


Ibadah Umrah diwajibkan bagi orang muslim yang mampu menunaikannya satu kali dalam seumur hidup , adapun bagi yang menginginkannya lebih dari satu kali adalah sukarela dan hukumnya sunnah . Lain daripada itu Rasulullah bersabda dalam hadistnya:
العمرة إلى العمرة كفلرة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة (رواه إمام دار الهجرة والشيخان وابن ماجه)
Artinya: “diantara satu umrah ke umrah yang lain adalah pemutihan dosa, dan haji yang mabrur tiada lain balasannya kecuali surga”. (diriwayatkan oleh: imam darul hijrah syaikhan dan ibnu majah).
Di hadist yang lain Rosulullah bersabda:

“تابعوا بين الحج والعمرة فإن متابعة ما بينهما تزيد العمروالرزق وتنفى الذنوب من بنى ادم كما ينفى الكير خبث الحديد” (رواه دار قطنى والطبرانى.) (ومعنى هذه المتابعة إذا حججتم فاعتمروا وإذا اعتمرتم فحجوا).
Artinya: Ikutilah ibadah haji dengan umrah, maka sesungguhnya mengikuti diantara keduanya dapat menambah umur, rizki dan memutihkan dosa dari anak Adam, sebagaimana bara api yang dapat membersihkan kotoran yang ada pada besi. Dirriwayatkan oleh Dar qutni dan tabrani). Arti daripada kata “mengikuti” adalah: apabila kalian sudah melaksanakan ibadah haji maka laksanakanlah ibadah umroh.

RUKUN UMRAH
  1. berihram dan berniat
  2. tawaf.
  3. Sa`i.
  4. Tahallul.
  5. Tertib.
Niat Ihram harus dilakukan di miqat yang telah ditentukan dengan telah memakai dua helai pakaian ihram yang tanpa jahiatan bagi laki-laki, adapun bagi wanita tidak ada ketentuan jenis pakaian yang harus dipakai. Akan tetapi wajib menutupi semua auratnya kecuali muka dan kedua tepalak tangan.
Bacaan niat umrah:
نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى/ لبيك اللهم عمرة وأحرمت بها لله تعالى.

Nawaitul umrata wa ahramtu biha lillahi ta`ala/ labbakallahumma umratan wa ahramtu biha lillahi ta`la

Artinya: aku berniat untuk berumrah dan berihram untuknya, karena Allah ta`ala./kami sambut panggilanmu ya Allah untuk berumrah dan berihram untuknya, karena Allah Ta`la.
Tawaf adalah mengelilingi Ka`bah tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan niat tawaf Omrah. Tidak ada ketentuan doa-doa khusus yang harus dibaca saat tawaf. Akan tetapi sebaiknya membaca panduan doa-doa yang telah di cetak oleh MASTOUR. Melakukan tawaf harus suci dari dua hadast dan suci dari najasah.
Sa`i adalah perjalanan melintasi antara bukit Shafa dan bukit Marwa sebanyak tujuh kali dan dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwa. Tidak ada ketentuan doa-doa yang harus di baca saat sa`i akan tetapi sebaiknya membaca panduan doa-doa yang telah di cetak oleh MASTOUR. Melakukan sa`i tidak diharuskan punya wudhu`, akan tetapi harus suci dari hadast besar bagi laki-laki, disunnahkan lari-lari kecil diantara tiang hijau.
Tahallul artinya menghalalkan diri dari semua larangan-larangan yang terlarang bagi orang Omrah setelah niat ihram dari Miqat dengan cara menggunting rambut setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah Umrah.
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN TAWAF.
  1. Menutupi aurat
  2. Suci dari dua hadast.
  3. Suci dari najasah.
  4. Posisi ka`bah harus sebelah kirinya
  5. Memulai dari sudut hajar aswad
  6. Menjaga posisi badan agar tidak berubah (posisi ka`bah harus selalu sebelah kiri).
  7. Menyelesaikan tujuh putaran (walaupun tidak dalam satu waktu)
  8. Harus di dalam mesjid Al-haram Al-makki.
  9. Harus diluar ka`bah termasuk diluar Hijir Ismail.
  10. Harus tidak disertai tujuan lain
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SA`I
  1. memulai setiap putaran ganjil dari bukit Shafa
  2. memulai setiap putaran genap dari bukit marwah
  3. harus tujuh kali putaran
  4. harus setelah tawaf
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN UMRAH
  1. beihram dan berniat dari miqat
  2. menjaga larangan-larangan ihram
LARANGAN BAGI ORANG SEDANG BERIHRAM UMRAH
  1. menikahkan dan dinikahkan
  2. melakukan hubungan suami istri
  3. bercumbu atau melakukan hal-hal yang mengundang birahi
  4. onani
  5. memotong rambut atau melakukan apapun yang mengakibatkan jatuhnya rambut.
  6. Memotong kuku
  7. Menyembelih binatang.
  8. Berburu binatang
  9. Memotong pohon
  10. Bertengkar secara fisik maupun secara perkataan.
  11. Membuka aurat
  12. Memakai wangi-wangian
  13. Menutup kepala bagi laki-laki, menutup muka dan telapak tangan bagi wanita.
  14. Memakai pakaian yang berjahit dan sepatu bagi laki-laki.
TEMPAT-TEMPAT MIQAT.
  1. dzul hulaifah (abyar Ali atau biir Ali) antara Dzul-hulaifah dan Mekkah Al-Mukarramah berkisar sepuluh Marhalah, Dzul-hulaifah adalah Miqat untuk orang-orang Madinah Al-Munawwarah atau orang-orang yang melewai daerah tersebut.
  2. Al Juhfah, antara Al Juhfah dan Mekkah Al-Mukarramah berkisar lima marhalah, ia adalah Miqat untuk orang-orang Syam (Syria) atau orang- orang yang melewati daerah tersebut.
  3. Yalamlam, antara Yalalam dan Mekkah Al-mukarramah berkisar dua marhalah, ia adalah Miqat orang-orang Yaman atau orang-orang yang melewati daerah tersebut termasuk Indonesia, akan tetapi karena sekarang untuk orang-orang Indonesia susah untuk melewati daerah tersebut, maka para Ulama sepakat untuk orang-orang Indonesia atau orang-orang yang datang dari arah yang sama hendak langsung ke Makkah Al-mukarramah diperbolehkan ambil Miqat dari Airport King Abdul Aziz di Jeddah.
  4. Qarn Al-Manazil (Al Seil Al-kabir) antara Qarn Al-manazil dan Makkah Al-mukarramah berkisar dua marhalah, ia adalah Miqat untuk orang-orang Najd atau yang melewati daerah tersebut.
  5. Dzaat Erq, antara Dzaat Erq dan Makkah Al-Mukarramah berkisar dua marhalah, yaitu Miqat untuk orang-orang Iraq atau orang –orang yang melewati daerah tersebut.
MIQAT UNTUK ORANG-ORANG MEKKAH AL-MUKARRAMAH
  1. Ji`ranah
  2. Tana`im
  3. Al-Hudaibiyah
SUNNAH-SUNNAH YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM BERIHRAM
  1. berbersih diri (mandi).
  2. Memakai pakaian warnah putih.
  3. Memakai wangi-wangian
  4. Shalat sunnah Ihram dua rakaat.


SUNNAH - SUNNAH YANG PERLU DILAKUKAN SETELAH BERIHRAM DAN FADHILAH – FADHILAH IBADAH UMROH.

1. membaca talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah dengan suara lantang bagi laki-laki dan sedang bagi wanita.

لبيك اللهم لبيك، ليبك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, inna alhamda wa anni`mata laka wal mulk, la syarika lak.
Artinya: aku sambut panggilanmu ya Allah, tiada sekutu bagimu, aku sambut panggilanmu ya Allah, sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan dan kekuasaan bagimu ya Allah, tiada sekutu bagimu ya Allah.

2. memperbanyak dzikir dan doa pada Allah untuk diri sendiri juga untuk orang lain, terutama untuk keluarga. Rosulullah bersabda dalam hadistnya:
” الحجاج والعمار وفد الله إن سألوا أعطوا وإن دعوا أجيبوا وإن أنفقوا أخلف عليه ”
(رواه حماد بن سلمة).
Artinya: para jamaah haji dan umrah adalah tamu agung Allah, apabila mereka meminta sesuatu pasti diberinya, apabila mereka berdoa pasti di jabahinya, dan apabila mereka meinfaqkan hartanya pasti diganti oleh Allah.

3. Fadilah Ibadah Umrah dibulan Suci Ramadhan
عمرة فى رمضان كحجة معى (أخرجه من حديث ابن عباس ورواه مسلم).
Artinya : umroh dalam bulan puasa pahalanya sama dengan haji bersama Rosulullah, sebagaimana dalam hadist shohih dikeluarkan dari hadist Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh Muslim, rosulullah bersabda:
4. Himbauan untuk kesungguhan dalam melaksanakan Ibadah haji dan Umrah;

” إذا وضعتم السروج فـشدوالرحال للحج والعمرة فإنها أحد الجهادين “
( أخرجه أبوالدارالهروي )
Artinya: Apabila kalian telah meletakkan pelana di atas unta, maka bersungguh sungguhlah untuk pergi ber Haji dan ber Umrah, maka sesungghunya Ibadah Haji dan Umruh adalah salah satu dua Jihad ( di keluarkan oleh Abu Dar al Harwi )
عن عثمان بن سليمان عن جدته أم أبيه قالت : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : إني أريد الجهاد في سبيل الله . فقال ألا أدللك على جهاد لا شوكة فيه ؟ فقال : بلى فقال : حج البيت . ( أخرجه سعيد بن منصور )
Artinya : Datang kepada Rasulullah SAW seorang lelaki, maka berkatalah dia pada Rasulullah SAW : ” Sesungguhnya aku ingin berjihad di jalan Allah , maka Rasulullah SAW bersabda : ” Apakah kamu Ingin aku tunjukkan perang tanpa senjata ? “Maka dia menjawab : Ya , maka Rasululllah SAW bersabda : ” Berhaji ke Baitulllah “. ( Hadits dikeluarkan oleh Sa’id bin Mansur )

5. Sesungguhnya Ibadah Haji adalah Nafaqah dijalan Allah ( Sabilillah )
عن بريدة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
النفقة في الحج كنفقة في سبيل الله , الدرهم بسبعمائة ضعف ( أخرجه إبن شيبة وأحمد في مسندهما)
Artinya : Rasululah SAW Bersabda : ” Nafaqah di dalam Ibadah Haji bagaikan Nafaqah didalam Sabilillah (perjuangan di jalan Allah ) , setiap dirham dilipat gandakan tujuh ratus kali ” ( Hadits diriwayatkan oleh Buraidah dan dikeluarkan oleh Ibnu Syaibah dan Ahmad didalam masnadnya ) .
Di Hadits lain Rasulullah bersabda :
عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
إذاخرج الحاج من بيته كان في حرز الله , فإن مات قبل أن يقضي نسكه وقع أجره على الله وإن بقي حتى يقضي نسكه غفر له ماتقدم من ذنبه وماتأخر
,وإنفاق الدرهم الواحد في ذلك الوجه يعدل أربعين ألف ألف فيما سواه .
Artinya : Rasulullah bersabda : ” apabila seorang yang akan melaksanakan Ibadah Haji telah keluar dari rumahnya , maka ia menjadi tanggungan Allah, maka apabila ia meninggal dunia sebelum melakukan rangkaian ibadah tersebut , pahalanya telah ada pada Allah, dan apabila ia sampai dapat menyelesaikannya , maka dia telah di ampuni dosanya yang telah lampau dan yang akan datang, dan Nafaqah ( pengeluaran ) satu dirham untuk kepentingan ibadah tersebut disamakan dengan empat puluh juta dibanding dengan Nafaqah ( pengeluaran ) untuk ibadah lainnya ( Hadits ini diriwayatkan oleh Saydah Aisyah R.A)

6. Sesungguhnya Haji itu Pertolongan :
عن أبي أمامة وواثلة بن الأسقع قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
” أربعة حق على الله عز وجل عونهم , الغازي والنتزوج والكاتب والحاج “
Artinya : ” Empat perkara punya hak atas Allah yang maha Mulya dan Maha Agung untuk mendapat pertolongan, orang yang berjuang di jalan Allah , orang yang sudah kawin , budak yang berusaha ( berkerja untuk mendapatkan uang sebagai tebusan pembebasan dirinya ) untuk membebaskan dirinya orang yang sedang melaksanakan ibadah Haji “ ( Hadist diriwayatkan oleh Abi Umamah dan Wastilah bin Al Asfa )

7. Sesungguhnya Haji itu memberi Safa’at :
عن أبي موسى الأشعري قال : ( الحاج يشفع في أربعمائة من أهل بيته )
Artinya : Dari Abi Musa Al Asy’ari berkata : “ Orang yang lagi beribadah Haji itu Dapat memberi Syafa’at pada empat ratus keluarganya “


SUNNAH DAN FADILAH ZIARAH MADINAH AL MUNAWWARAH.
Bagi Para Jama’ah Haji ataupun Umrah disunnahkan ziarah pada Rasulullah. Sebagaian Ulama’ bahkan mewajibkan, dengan berniat bersamanya ziarah Masjidil Haram Nabawi dan Beritikaf di dalamnya sebagaimana Allah SWT berfirman :


وماأرسلنا من رسول إلا ليطاع بإذن الله , ولوأنهم إذ ظلموا أنفسهم جاؤك فاستغفروالله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما ( النساء 64 )

Artinya : “ Dan kami tidak mengutus seorang Rasul ( Utusan ) melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka menganiaya dirinya ( berhakim pada selain Rasul ) datang kepadamu lalu memohon ampun kepada Allah maka Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang “ ( QS : An Nisa Ayat 64 )

1. Mandi sebelum memasuki Masjidil Haram Nabawi sebagaimana Masjidil Haram Makkah .

2. Sholat Fardhu di Masjidil Nabawi sebanyak empat puluh waktu berturut – turut tanpa putus.
· Fadilahnya :
* Rasulullah bersabda :
من صلى في مسجدي هذا أربعين صلاة لا تفـته صلاة , كتبت له برائة من النار , ونجاه من العذاب , وبريئ من النفاق ” ( رواه الامام أحمد والطبراني )
Artinya : ” Siapa orang yang Sholat Fardhu di Masjid saya ini empat Puluh waktu tanpa putus , sholat tersebut dicatat sebagai pembebasan dari api neraka, menyelamatkan diri dari siksaan dan menyelamatkan dari kemunafikan ” ( Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan Al Tabrani )

3. Memperbanyak Ibadah di Rawdah Al syarifah,
Fadilahnya :
· Rasulullah bersabda :
” مابين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة ” ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya : ” Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman dari beberapa taman surga ” ( Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim )

4. Ziarah masjid quba ‘ dan sholat di dalamnya , Fadilahnya :
  • Rasulullah bersabda :
” من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قـباء فصلى فيه كان له كأجر عمرة ”
( رواه الامام أحمد والنسائي وابن ماجة وابن ابي شيبه والحاكم )

Artinya : ” Barang siapa bersuci di rumahnya terus mendatangi Masjid Quba’ terus sholat di dalamnya , maka pahalanya sama dengan pahala Umrah “
( Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan Al nasa’ei dan Ibnu majah dan Ibnu abi syaibah dan Al hakim )

5. Ziarah Makam sahabat Al Baqi’e , Fadhilahnya :
· Rasulullah bersabda :
” عن أم قيس بنت محصن , أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لها ” أترين هذه المقبرة ؟ يبعث الله منها سبعين الفا يوم القيامة على صورة القمرليلة البدر يدخلون الجنة بغير حساب ” ( رواه ابن ابي شيبة والطبراني )

Artinya : Hadist dari Ummu Qais binti Muhsan sesungghnya Nabi Muhammad SAW berkata padanya ” Apakah kamu mengatahui tentang makam ini ? Allah akan mengirim dari makam ini tujuh puluh ribu hamba Allah pada hari kiamat , mereka bersinar seperti rembulan pada malam purnama , mereka akan masuk surga tanpa hisab” ( Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syabah dan Tabarani )

6 . Ziarah Jabal ( Gunung ) Uhaud , Fadilahnya :
Jabal ( Gunung ) Uhud adalah gunung yang mencintai Rasulullah SAW dan Umatnya atau sebaliknya . sebagaimana sabda Rasulullah di dalam hadistnya :
” فال النبي . إن أحــدا جـبل يـحبـنا و نـحبـه ” ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya : Berkat Nabi SAW ” Sesungguhnya gunung Uhud itu adalah gunung yang mencintai kita dan kita juga mencintainya ” ( Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim )
  • · Di jabal Uhud terdapat makamnya paman Rasulullah SAW ( Sayyidina Hamzah bin Abdul mutalib )
  • · Jabal Uhud terdapat makamnya saudara misan Rasulullah SAW ( Sayyidina Abdullah binJahas )
  • · Di Jabal Uhud terdapat makamnya tujuh puluh Syuhada’ Uhud yang gugur pada perang Uhud.
والله أعلم بالصواب , والحمد لله رب العالمين …
Semoga Allah Memberi Taufiq pada kita semua untuk dapat melaksanakan Ibadah Umrah dan Haji dengan berulang – ulang dalam ke adaan sehat wal’afiat di jadikan hajjan Mabrur wa Umratan Maqbulatan.


Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons