Responsive Banner design

Transit di Abu Dhabi Saat Penerbangan Umroh

Untuk mensiasati harga paket Umroh Murah Terkadang banyak dari travel penyelenggara umroh menggunakan penerbangan umroh tidak langsung menuju Jeddah maupun Madinah. Salah satu tempat transit, terutama bagi mereka yang menggunakan maskapai Etihad adalah di Bandara Abu dhabi International Airport khususnya di terminal 3. Semoga tulisan mengenai suasana transit saat penerbangan umroh di bandara internasional ini dapat bermanfaat, terutama bagi calon jamaah yang dalam waktu dekat akan melakukan penerbangan umroh dengan transit terlebih dahulu di bandara Abu Dhabi.

Abu dhabi International Airport  merupakan airlines hub atau bandara penghubung dari maskapai Etihad Airways. Maskapai ini berasal dari Uni Emirat Arab menjadi langganan penerima penghargaan maskapai terbaik dunia dari lembaga pemeringkat SkyTrack, dan menjadi salah satu dari 7 Makapai tebaik dalam penerbangan umroh selain emites. Saat ini Etihad tercatat sebagai sponsor resmi setelah pemiliknya memegang kendali atas klub sepakbola Manchester City, dimana Etihad stadium menjadi markas nya.
Ketika jamaah umroh menggunakan maskapai Etihad dalam penerbangan umroh nya, maka dipastikan pesawat akan transit di Abu Dhabi. Pesawat Etihad akan terparkir dengan rapi bersama dengan “teman – teman” nya sesama maskapai Etihad di area parkir yang dihubungkan dengan garbarata (sebuah jembatan berdinding dan beratap yg menghubungkan ruang tunggu penumpang atau terminal kedatangan, dengan pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang keluar/masuk  dari lambung pesawat).  Namun adakalanya pesawat Etihad yang berbadan lebar (biasa nya menggunakan tipe pesawat Boeing 777-300ER) parkir di area yang lumayan jauh dari gedung  terminal. Tapi jangan khawatir, pesawat yang mampu menampung 28 penumpang di Kelas Bisnis Pearl dan 384 penumpang di Kelas Ekonomi Coral telah mempersiapkan bus khusus menuju ke terminal kedatangan.Sesampainya para jamaah di terminal kedatangan, mohon diperhatikan tanda arah “Flight Transfer”. Ikuti petunjuk arah yang tertulis dalam neon box tersebut.
Bandara Abu Dhabi memang tidak sebesar bandara internasional Dubai. Entah mengapa, meskipun sama – sama berasal dari maskapai raksasa Uni Emirat arab, Bandara ini tidak dibuat semegahan, selengkap dan seluas bandara Internasional Dubai, markas dari maskapai Emirates. Layar-layar monitor yang khusus menampilkan informasi gate (pintu) dan jam keberangkatan pesawat tidak banyak tersedia, dan kalaupun ada ukuran tulisan nya pun relatif kecil, sekali lagi  tidak seperti di bandara Dubai, dimana layar informasi tersebut jelas terpampang di titik strategis dan dengan ukuran yang cukup besar serta mudah ditemukan.  Di saat transit dan transfer pesawat, ada baiknya jamaah umroh jangan terpisah dari rombongan penerbangan umroh. Namun jika terlepas dari rombongan, jangan ragu bertanya, namun jika jamaah kesulitan terkendala bahasa, tunjukkan tiket maupun  boarding  pass. Maka petugas bandara akan membantu menunjukkan tempat yang dimaksud.
Ketika jamaah mengikuti petunjuk arah Flight Transfer diatas, maka akan bertemu pada bagian custom  clearance. Salah satu proses utama custom clearance adalah pemeriksaan dengan metal detector. Sebelum ikut memasuki antrian untuk proses custom clearance di bandara Abu dhabi, ada baiknya segala benda yang mengandung unsur logam, termasuk perhiasan, jam tangan, sabuk, handphone, power bank, passport, dan tiket semua dimasukkan ke dalam tas yang terpisah dari badan. Sebelum melanjutkan penerbangan umroh, saat melewati metal detector,  segala benda yang mengandung logam akan menyebabkan alarm pada metal detector berbunyi. Tak mau kecolongan benda berbahaya, petugas bandara akan menyuruh jamaah melewati metal detector kembali, sampai alarm benar – benar tidak berbunyi. Apabila jamaah telah lolos dari pemeriksaan custom clearance, maka kita akan diarahkan menuju duty free.
Di deretan pertokoan bebas bea pajak ini terdapat beberapa konter pakaian, parfum, tas, perhiasan, elektronik, termasuk makanan dan minuman, tak terkecuali yang mengandung alkohol. Ya, meskipun penduduk Abu dhabi mayoritas beragama Islam, namun entah mengapa di Bandara ini meyediakan minuman beralkohol. Bagi calon jmaah dalam penerbangan umroh yang tidak membawa mata uang lokal (Arab Emirates Dirham/AED), transaksi disa dilakukan dengan mata uang USDollar, Euro, dan dapat pula menggunakan kartu debit maupun kartu kredit berlogo MasterCard, Visa, dll. Dengan membawa kartu kredit maupun debit, selain dapat sekedar berbelanja makanan dan minuman saat transit, “kartu sakti”  ini juga dapat membantu jamaah dalam memanfaatkan ATM di saudi Namun bagi jamaah yang hanya membawa uang tunai,  maka terdapat satu money changer yang terletak di dekat konter telephone internasional.
Layaknya sebuah Mall di dalam bandara, lantai 2 deretan pertokoan duty free ini pun terdapat restoran, dan food courts. Ada beberapa macam counter restoran mulai fast food, burger, hingga makanan arab dan timur tengah pun tersedia. Sayangnya jika ingin membeli makanan di food court, kebanyakan counter makanan disini menggunakan mata uang Dirham (UAE). Sehingga jamaah penerbangan umroh harus rela menukarkan ke money changer, namun sebaiknya dalam jumlah yang sekiranya mencukupi sekedar untuk berbelanja di bandara Abu dhabi. Sambil menunggu waktu transit penerbangan umroh selesai yang biasa nya memiliki jeda 2 hingga 4 jam, jamaah bisa beristirahat sambil menikmati aneka makanan di food court. Bagi jamaah penerbangan umroh yang tidak berminat untuk berbelanja di Abu dhabi duty free, kesempatan transit ini dapat dimaksimalkan untuk sekedar beristirahat di waiting lounge.
Bagi jamaah yang merasa cukup berbelanja maupun menikmati aneka macam makanan di food courts, begitu keluar dari area duty free, maka akan langsung menjumpai area terminal (gate)  keberangkatan. Penerbangan umroh yang transit di terminal 3 Bandara Abu dhabi ini akan menjumpai pintu (Gate) nomor 28 hingga 41. Jika bingung,  dimana pintu keberangkatan pesawat penerbangan umroh menuju Jeddah maupun Madinah maupun kembali menuju Jakarta, jangan ragu untuk bertanya pada beberapa petugas yang standby dengan menunjukkan boarding pass maupun tiket. Sebenarnya begitu melewati area pertokoan duty free sudah terpampang TV yang berisi informasi maupun neon box petunjuk arah yang bertujuan membantu jamaah menemukan arah pintu (Gate) yang dicari.
Bagi jamaah yang membawa laptop, tablet, maupun gadget yang terkoneksi wifi, layanan wifi gratis tersedia di area bandara maupun seluruh area pintu keberangkatan. Pihak Bandara juga melengkapi diri dengan Komputer lengkap dengan koneksi wifi gratis. Sambil menunggu waktu keberangkatan, jamaah dapat membuka jejaring sosial, browsing, atau sekedar membuka email. Fasilitas inipun dapat dimanfaatkan untuk tetap eksis update status untuk memberi kabar kepada teman, saudara, atau tag foto selfi bersama keluarga dekat. 
Hanya saja ketika jamaah mengakses melalui komputer yang disediakan pihak bandara ini, secara otomatis setelah waktu 30 menit habis, sambungan internet akan mati dan jamaah harus mengulang login kembali melalui provider Abu Dhabi Internet Connection. Tak cuma koeksi internet, di layar komputer itupun jamaah dapat mengecek informasi mengenai kapan waktu dan pintu keberangkatan pesawat penerbangan umroh.Tinggal memasukkan informasi kode penerbangan maupun nama maskapai dan jam keberangkatan, layanan ini tersedia hanya dalam bahasa Arab dan Inggris. Informasi mengenai ini bisa kita akses juga melalui tablet atau smartphone.
Demikian informasi mengenail suasana transit dalam rangkaian penerbangan umroh di Abu dhabi International Airport,  harapan nya semoga bermanfaat terutama bagi jamaah yang belum pernah transit dan mungkin saja dalam waktu dekat akan melakukan Penerbangan Umroh dan  transit disana.

Daftar nama-nama perusahaan Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah (PPIU) terbaru

Daftar nama-nama perusahaan Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah resmi dari Kemenag RI. 

PT. Gema Shafa Marwa Tour terdaftar resmi menjadi Travel Umrah. 

www.gsmhajiumroh.com



Hadis Hadis tentang umroh dan haji

Hadis Hadis tentang umroh dan haji

Hadits No. 726  
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabruru kecuali surga." Muttafaq Alaihi.

َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
   Hadits No. 727
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah." Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim.

َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ: نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ. وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ


  Hadits No. 728
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku tentang umrah, apakah ia wajib? Beliau bersabda: "Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu." Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf. Ibnu Adiy mengeluarkan hadits dari jalan lain yang lemah, dari Jabir Radliyallaahu 'anhu berupa hadits marfu': Haji dan umrah adalah wajib.

َوَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَابِيٌّ. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! أَخْبِرْنِي عَنْ اَلْعُمْرَةِ, أَوَاجِبَةٌ هِيَ? فَقَالَ: لَا وَأَنْ تَعْتَمِرَ خَيْرٌ لَكَ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ ضَعِيفٍ عَنْ جَابِرٍ مَرْفُوعًا: ( اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ فَرِيضَتَانِ )
   Hadits No. 729
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: "Bekal dan kendaraan." Riwayat Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mursal menuru pendapat yang kuat.

َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ: اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ )  رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ
   Hadits No. 730
Hadits tersebut juga dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar. Dalam sanadnya ada kelemahan.

َوَأَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ أَيْضًا, وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ
   Hadits No. 731
Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertemu dengan suatu kafilah di Rauha', lalu beliau bertanya: "Siapa rombongan ini?" Mereka berkata: Siapa engkau? Beliau menjawab: "Rasulullah." Kemudian seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil seraya bertanya: Apakah yang ini boleh berhaji? Beliau bersabda: Ya boleh, dan untukmu pahala." Riwayat Muslim.

َوَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: مَنِ اَلْقَوْمُ? قَالُوا: اَلْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ? قَالَ: " نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 
   Hadits No. 732
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah al-Fadl Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu duduk di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, lalu seorang perempuan dari Kats'am datang. Kemudian mereka saling pandang. Lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memalingkan muka al-Fadl ini ke arah lain. Perempuan itu kemudian berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji yang diwajibkan Allah atas hamba-Nya itu turun ketika ayahku sudah tua bangka, tidak mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya? Beliau menjawab: "Ya Boleh." Ini terjadi pada waktu haji wada'. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَتِ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ اَلْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْرِفُ وَجْهَ اَلْفَضْلِ إِلَى اَلشِّقِّ اَلْآخَرِ. فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ? قَالَ: نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَفْظُ لِلْبُخَارِيِّ
   Hadits No. 733
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, dia belum berhaji lalu meninggal, apakah aku harus berhaji untuknya? Beliau bersabda: "Ya, berhajilah untuknya. Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu menanggung hutang, tidakkah engkau yang membayarnya? Bayarlah pada Allah, karena Allah lebih berhak untuk ditepati." Riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اِمْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ, فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ, أَفَأَحُجُّ عَنْهَا? قَالَ: نَعَمْ , حُجِّي عَنْهَا, أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ, أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ? اِقْضُوا اَللَّهَ, فَاَللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ
   Hadits No. 734
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap anak yang haji kemudian setelah baligh, ia wajib haji lagi; dan setiap budak yang haji kemudian ia dimerdekakan, ia wajib haji lagi." Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Baihaqi. Para perawinya dapat dipercaya, namun kemarfu'an hadits ini diperselisihkan. Menurut pendapat yang terjaga hadits ini mauquf.

َوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا صَبِيٍّ حَجَّ, ثُمَّ بَلَغَ اَلْحِنْثَ, فَعَلَيْهِ ]أَنْ يَحُجَّ[  حَجَّةً أُخْرَى, وَأَيُّمَا عَبْدٍ حَجَّ, ثُمَّ أُعْتِقَ, فَعَلَيْهِ ] أَنْ يَحُجَّ [حَجَّةً أُخْرَى )  رَوَاهُ اِبْنُ أَبِي شَيْبَةَ, وَالْبَيْهَقِيُّ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ اِخْتُلِفَ فِي رَفْعِهِ, وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ
   Hadits No. 735
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika khutbah bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki menyepi dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya." Berdirilah seorang laki-laki dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji sedang aku diwajibkan ikut perang ini dan itu. Maka beliau bersabda: "Berangkatlah dan berhajilah bersama istrimu." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

َوَعَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ يَقُولُ: ( " لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ, وَلَا تُسَافِرُ اَلْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ " فَقَامَ رَجُلٌ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ اِمْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً, وَإِنِّي اِكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا, قَالَ: اِنْطَلِقْ, فَحُجَّ مَعَ اِمْرَأَتِكَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
   Hadits No. 736
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berkata: Labbaik 'an Syubrumah (artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu untuk Syubrumah. Beliau bertanya: "Siapa Syubrumah itu?" Ia menjawab: Saudaraku atau kerabatku. Lalu beliau bersabda: "Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu?" Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Berhajilah untuk dirimu kemudian berhajilah untuk Syubrumah." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. Pendapat yang kuat menurut Ahmad ia mauquf.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ, قَالَ:  مَنْ شُبْرُمَةُ?  قَالَ: أَخٌ ] لِي[ , أَوْ قَرِيبٌ لِي, قَالَ: حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ? قَالَ: لَا. قَالَ: حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ, ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالرَّاجِحُ عِنْدَ أَحْمَدَ وَقْفُهُ
   Hadits No. 737
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu." Maka berdirilah al-Aqra' Ibnu Habis dan bertanya: Apakah dalam setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunat." Riwayat Imam Lima selain Tirmidzi.

َوَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: ( إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ

Harga Umroh PT. GSM - Gema Shafa Marwa 2014

Harga Umroh PT. GSM - Gema Shafa Marwa 2014

Harga mulai $1850

umroh reguler(Januari, Febuari, Maret, April, Mai, Juni) Umroh Liburan, Umroh Ramadhan, Umroh Itikaf Makkah,Umroh Itikaf Madinah.
Pendaftran Haji umroh hubungi :

Hananto - 081269216016
 

Hukum dan Sunnah Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad hukumnya hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan sunnah ini begitu menggebu-gebu.

Sebagian mereka bahkan rela berdesak-desakan hingga saling dorong demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun, bagaimanakah tata cara mencium Hajar Aswad yang disunnahkan Rasul?

Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilim diartikan sebagai salah satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang dilak-sanakan dengan cara mencium atau mengusap Hajar Aswad, yang ter-dapat di sisi Ka’bah, ketika melakukan tawaf.

Dari beberapa hadis Nabi yang berkaitan dengan istilam, dapat diketahui bahwa istilam yang disunatkan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi haji yang melakukannya, yaitu:

a. Bagi jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati Hajar Aswad dapat melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi di atasnya. Hal ini diterangkan dalam satu riwayat yang diterima dari Ibnu Umar yang mengatakan sebagai berikut:

"Rasulullah SAW mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya kemudian ia meletakkan kedua pipinya (di atas batu) sambil menangis. Kemudian beliau berkata, “Di sinilah ditumpahkan banyak air mata.” (HR. al-Hakim).

b. Bagi jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya di atas Hajar Aswad, cukup dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas sebagai berikut:

“Ibnu Abbas mencium Hajar Aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR. Al- Hakim dan Muslim).

c. Bagi Jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat melakukannya dengan mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi’;

“Aku melihat Umar Ibn al-Khatab mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudian ia mencium tangannya berkata; "Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasul SAW melakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Bagi jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat dan kemudian mencium tongkatnya. seperti diterangkan dalam riwayat dari Abi Thufail yang berkata;

“Aku melihat Rasulullah SAW tawwaf di Baitullah dan mengusap Hajar Aswad dengan tongkatnya kemudian mencium tongkatnya' (HR. Muslim).

e. Bagi jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara- cara yang disebut di atas cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya lalu mengecup tangan sambil terus berjalan dan membaca takbir. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis berikut:

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berkata kepada Umar, “Hai Umar engkau adalah seorang yang kuat, jangan engkau berdesak-desakan untuk mendekati Hajar Aswad lalu kamu menyakiti yang lema h. Jika kamu memperoleh kesempatan maka ciumlah Hajar aswad itu. Jika tidak, cukup dengan takbir dan terus berjalan." (HR. Al-Syafi’i).

Namun demikian pelaksanaan yang Iebih utama ialah dengan cara yang pertama, namun harus diperhatikan, janganlah berdesak-desakan yang mengakibatkan orang-orang yang terluka fisiknya atau teraniaya. Maka dengan sendirinya keutamaan cara yang pertama itu tidak lagi beriaku.

Menghindari berdesak-desakan mendekati Hajar Aswad Iebih baik dari menciumnya dan melakukannya dengan cara lain yang dianjurkan. Istilam cukup dilakukan pada putaran pertama ketika melaksanakan tawaf, tetapi jika mungkin, dilakukan pada setiap putaran.

www.gsmhajiumroh.com

Paket Umrah 2014 PT GEMA SHAFA MARWA

Harga Paket Umrah 1435H/2014M
PT GEMA SHAFA MARWA
Waktu Perjalanan
Paket Kamar
Harga Paket
Bulan
Tanggal
Silver - *4
Platinum  -*5
Umroh Plus Turki – Aqso
November
20
Quard
4 Pax
$3.500
Low Season
Januari
09, 23
Quard
4 Pax
$ 2.050
$ 2.300
Febuari
06, 20
Triple
3 Pax
$ 2.150
$ 2.400
Maret
06, 20
Double
2 Pax
$ 2.250
$ 2.500
April
10, 24




Middle season
Mei
08, 22
Quard
4 Pax
$ 2.150
$ 2.400
Juni
12, 22
Triple
3 Pax
$ 2.250
$ 2.500


Double
2 Pax
$ 2.350
$ 2.600
Ramadhan
Juli
30, 10
Quard
4 Pax
$ 2.250
$ 2.500
Triple
3 Pax
$ 2.350
$ 2.600
Double
2 Pax
$ 2.450
$ 2.700
ITIKAF
JULI
17 Ramadhan
MAKKAH
15 PAX
$ 3000
JULI
17 Ramadhan
MADINAH
6 PAX
$ 2750
Hotel
SILVER *4
PALTINUM *5
MAKKAH
MIRA AJYAD / OLAYAN /SALAM NAKHEL / SARAYA /SETARAF
GRAND ZAMZAM/ROYAL DAR IMAN / AL SHOFWAH / SETARAF
MADINAH
SOFARA HUDA / SAFIR /MUBAOK /SETARAF
SOFARA HUDA / SAFIR /MUBAOK /SETARAF
ITIKAF
AL JIWAR (MAKKAH), SOFROUL HUDA (MADINAH) – Hotel  *5-*4
*harga dan tanggal dapat berubah sewaktu-waktu







Persyaratan :

  • Paspor berlaku minimal 8 bulan dan nama di paspor harus 3 kata, contoh : Gema Shafa Marwa
  • Lembaran Paspor sisa minimal 4 lembar
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • KTP atau Kartu Keluarga asli (bagi wanita berusia dibawah 45 tahun)
  • Kartu keluarga dan Surat Nikah asli (Bagi suami-istri)
  • Pas photo berwarna dengan latar belakang putih, ukuran 4 x 6 = 4 lembar ; 3 x 4 = 2 lembar, 85 % ukuran kepala/wajah
  • Kartu kuning sebagai bukti suntik Meningitis
  • Pendaftaran minimal 1 bulan sebelum keberangkatan
  • Dokumen dapat dikirim ke Kantor PT.Gema Shafa Marwa :Ruko Mutiara Faza,Jl.Condet Raya No. 27/RC 2 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Biaya termasuk
  • Visa Umroh
  • Tiket Jakarta – Jeddah (PP)
  • Akomodasi hotel (sesuai program)
  • Makan 3x sehari Full Board
  • Ziarah dengan Bus AC
  • Muthawwif / Guide yang berpengalaman
  • Air Zam-zam 10 liter/orang
  • Perlengkapan Umroh : Koper, Kain Ihram / Mukena, Buku Do’a manasik
Biaya tidak termasuk
  • Airport tax dan Airport Handling Rp.700.000,-
  • Biaya pembuatan Pasport & dokumen perjalanan lainnya
  • Pengeluaran pribadi seperti : Telepon, laundry, tips, dll
  • Tour atau acara diluar program atas permintaan sendiri
  • Kelebihan bagasi (bawaan melebihi kapasitas bagasi 20 kg)
  • Kartu Kuning / Vaksin Manginitis
Administrasi Pembatalan
Bila terjadi sesuatu hal yang tak terduga bagi calon jamaah Umroh dan harus membatalkan diri maka akan dikenakan biaya pembatalan :
  • Pembatalan 1 minggu pendaftaran (insert name untuk pemberangkatan) dikenakan biaya 5% dari harga paket.
  • Pembatalan 3 minggu (setelah proses visa) dikenakan 10% dari harga paket.
  • Pembatalan 2 minggu (setelah pembelian tiket ) dikenakan 25% dari harga paket
  • Pembatalan 1 minggu menjelang keberangkatan dikenakan biaya 50% dari harga paket

Bank Pendukung an.PT. Gema Shafa Marwa
Bank Mandiri
   129-0003152127 ( Rupiah )
Bank Muamalat Indonesia
   301-00114.51 ( Dollar ) 
   301-01264.10 ( Rupiah )
Bank Syariah Mandiri
   039-0018047 ( Dollar ) 

   039-0013778 ( Rupiah )

PT. GEMA SHAFA MARWA


Ruko Mutiara Faza
Jl. Condet Raya No. 27/RC 2 Gedong - Pasar Rebo
Jakarta Timur - Indonesia 
Telp. (021) 8778 2122, 841 2967
Fax. (021) 841 2967

Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons