Responsive Banner design

Banjir Madinah 2013, Jasad Para Sahabat Ditemukan Masih Utuh dan Berdarah

Subhanallah, Banjir Madinah 2013, Jasad Para Sahabat Ditemukan Masih Utuh dan Berdarah Waktu terjadi banjir di Madinah, kuburan 70 orang keluarga Perang Uhud itu dilanda banjir ditemukan. jasad para sahabat timbul keluar dalam keadaan masih utuh kerana mereka dikuburkan di kawasan padang pasir.

Selepas banjir surut, darahnya masih mengalir harum dan dikuburkan semula tetapi sudah tidak ditandai nama-nama jenazah tersebut dan yang ditandakan kerana dikenali cuma 2 sahaja iaitu Saidina Hamzah RA kerana diketahui dengan luka didadanya, badannya tinggi besar.

Jasadnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih menekup lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah lebih seribu tahun.

Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz RA kerana diketahui telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.

Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja.

Sebuah Kesaksian Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang amat berharga “Qisshatun Nihayah” yang dinukil secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang dialami oleh sebahagian ulama dalam penguburan semula sebahagian sahabat yang gugur syahid di perang Uhud.

Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad mereka seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan.

Sebagai bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada, bahawa bumi tidak memakan jasad mereka.

Berikut adalah sebahagian dari rekaman pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa tersebut. Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah salah seorang yang diundang daripada kalangan ulama besar untuk pemakaman semula para sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di kompleks kuburan syuhada Uhud iaitu sebuah kawasan perkuburan yang terkenal.

Kerana dilanda banjir, maka sebahagian jasadnya timbul ke permukaan. Para ulama diundang untuk menguburkan semula para sahabat tersebut.

Beliau berkata : Di antara orang yang aku kuburkan adalah Hamzah RA, badannya besar, kedua telinga dan hidungnya terpotong, perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya di atas perutnya. Ketika kami menggerakkannya dan mengangkat tangannya, darahnya mengalir.

Aku menguburkannya bersama sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di Uhud.? Dr Thariq As-suwaidan berkata, Ini adalah perkara yang terbukti secara mutawatir dan dengan mata kepala. Semoga Allah SWT menyampaikan kita semua ke darjat para syuhada.

Syaikh Mahmud telah menyampaikan kepada kami tentang aroma harum misk yang berasal darinya ketika darah mengalir dari jasad Hamzah RA.? SubhanAllah, setelah 1400 tahun lebih, betapa agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau.

Betapa utamanya, betapa mulianya, Allah memberikannya kepada para syuhada. Jika seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam di perut bumi yang tak seorangpun melihatnya, lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib RA pakcik Rasulullah SAW Jasad Syuhada Yang Tidak Mengalami Pembusukkan Jabir bin Abdillah bercerita, “Menjelang perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam hari.

Ia berkata: ‘Aku merasa akan menjadi orang yang paling pertama gugur di antara para sahabat Nabi SAW. Sungguh aku tidak meninggalkan sesuatupun yang lebih kusayangi selain engkau, disamping Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya aku memiliki hutang, maka lunasilah. Dan bersikap baiklah kepada saudara-saudara perempuanmu.?’

Keesokan harinya, ia pun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama orang yang lain dalam satu lubang kubur.

Tetapi hatiku merasa kurang selesa membiarkan ayahku berkongsi lubang kubur bersama orang lain.

Enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jasadnya masih tetap utuh sama seperti pertama kali aku menguburkannya.? (Hadis Riwayat Bukhari, Fathul Bari, 3/214 )

Petikan hadis di atas membuktikan di mana ayah Jabir RA terbunuh dalam perang Uhud dan ketika enam bulan kemudian makamnya dibongkar, maka jasadnya tetap utuh. Enam bulan adalah waktu yang lama di mana tubuh mayat seharusnya sudah hancur.

Penelitian membuktikan bahwa 24-36 jam pertama mayat dikuburkan, maka bola mata mulai menonjol dan kornea menghitam.

Cabang-cabang urat nadi mulai terlihat di perut dan dada. 2-5 hari berikutnya, wajah dan seluruh tubuh menggelembung, dari tubuh mayat keluar bau.busuk. Setelah melewati 5-10 hari, kulit mulai rapuh dan tubuh dilitupi larva. Organ-organ tubuh meleleh ke tanah dan.mulai menyisakan tulang saja. (sumber)

(dinukil dari buku Ushuluth Thibbisy Syar’i, oleh Dr. Muhammad.Ahmad Sulaiman)

CATATAN : Dalam buku sejarah bencana banjir pertama kali terjadi pada tahun 46 Hijrah atau 667 Masehi atau 43 tahun setelah Perang Uhud yang ceritanya mirip, iaitu jasad jasad mereka mengapung.

Galery dokumentasi Haji PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2012

Galery dokumentasi Haji PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2012










Galery dokumentasi umrah PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2013

Galery dokumentasi umrah PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2013














Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram


Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram
Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram
MAKKAH–Jumat lalu, saya memilih shalat Ashar di Masjid Kucing, sekitar 200 meter dari Bab Salam Masjidil Haram. Tentu tak ada pemandangan langsung ke Kabah. Jamaah penuh.
Tak jauh dari Masjid Kucing, juga ada sebuah masjid lagi. Sebelum Ashar, posisi kami berada di depan masjid nyang satu itu,juga sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjidil Haram.
Saat kumandang Ashar, suara adzan dari masjid itu kurang enak di telinga, sehingga kami memilih berjalan ke Masjid Kucing. Saat shalat Jumat, kami shalat di Masjidil Haram. Jamaah penuh. Cukup susah kami mencari tempat di bagian depan yang bisa langsung melihat Kabah. Yang kosong tinggal di pelataran Kabah, tapi cuaca cukup panas, sehingga kami memilih naik ke lantai dua. Pun, penuh.
Di masa lalu, pelataran Kabah yang dipakai untuk tawaf tergolong sempit. Hanya 21 meter dari Kabah, karena di meter ke-21, sudah ada bangunan yang melindungi sumur Zamzam. Bertambahnya jamaah membuat bangunan berukuran 88,8 meter persegi itu dibongkar, sehingga pada 1381-1388 dilakukan perluasan tempat tawaf. Mimbar juga dipindahkan. Maqm Ibrahim direnovasi. Kerikil dihilangkan.
Abdullah ibn Zubair adalah orang pertama yang memberi ubin di tempat tawaf. Ubinnya bergaris tengah lima meter. Hingga 1375 Hijriyah, sumbangan marmer terus berdatangan, dengan bentuk oval saling berhadapan. Lantai tawaf itu dibuat dari marmer dingin, sehingga menahan panas matahari.
Untuk membuat dingin Masjidil Haram, disediakan sentral penyejuk udara. Udara disalurkan lewat terowongan yang menghubungkan sentral pendingin dengan satuan pendingin di tiang-tiang masjid.
Di mala lalu, saat tempat tawaf masih sempit dan jamaah masih sedikit, untuk shalat cukup dilakukan di belakang Maqm Ibrahim. Imam dan jamaah berada di situ. Bertambahnya jamaah, membuat shaf melingkari Kabah perlu dipikirkan. Maka, Gubernur Makkah Khalid bin Abdullah al-Qusary (wafat 120 Hijriyah) menata shaf melingkar itu. Dengan shaf melingkar itu, orang yang shalat tetap menghadap dan bisa melihat ke Kabah.
Maka, ketika kami shalat di Masjidil Haram, kami juga berupaya bisa shalat di posisi yang bisa melihat langsung Kabah. Jauh dari pelataran Kabah, kita sudah tak bisa melihat Kabah. Tiang-tiang Masjidil Haram berikut atap dan lainnya, telah menghalangi penglihatan langsung ke Kabah.
Di sekitar Masjidil Haram, dulu juga ada masjid yang dibangun oleh ibunda Khalifah Harun Al-Rasyid, al-Khuzairan. Masjid ini tepatnya berada di bekas lokasi rumah Nabi, pada 1957, masjid itu dibongkar, kemudian dibangun perpustakaan.
Khuzairan semula adalah budak Mahdi al-Abbasi. Ia juga membangun masjid sekitar 36 meter sebelah timur Safa. Masjid ini dibangun pada 787 Masehi, dibekas lokasi Darul Arqam, rumah Arqam ibn Abi al-Arqam. Rumah sahabat Nabi ini menjadi pusat syiar Islam di awal-awal kenabian Muhammad. Saat itu belum genap 40 orang yang memeluk Islam. Dari rumah ini, syiar dilakikan secara sembunyi-sembunyi. “Muslim yang bru masukIslam berkumpul dan melaksanakan shalat di dalamnya secara sembunyi-sembunyi pula,” tulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, dalam buku Sejarah Mekah.
Syiar Islam baru dimulai terang-terangan, ketika Umar bin Khathab muncul sebagai orang ke-40 yang memeluk Islam. Pada 1955, Masjid Arqam dihancurkan demi perluasan Masjidil Haram,sehingga lokasi masjid ini sekarang menjai pelataran Masjidil Haram. Nama Arqam kemudian diabadikan sebagai nama pintu pertama di tempat sai, samping Safa. Namanya Pintu Darul Arqam.
Tak jauh dari Masjidil Haram pula, ada Masjid Jin. Masjid ini sekitar 1 km dari Masjidil Haram –sekitar 100 meter dari kompleks makam Mala, tempat Siti Khadidjah dikuburkan. Lokasi Masjid Jin ini dulunya merupakan lokasi yang dipakai Nabi menulis surat ke Ibn Masud. Saat itu, ada rombongan jin yang ingin membaiat Nabi. Rombongn jin ini sebelumnya telah bertemu Nabi di Nakhlah. Pada tahun ke-10 kenabiannya, Nabi pergi ke Thaif, kemudian ketika pulang dari Thaif bertemu rombongan jin itu di Nakhlah.
Penduduk yang tinggal atau bekerja di sekitar Masjidil Haram tak selalu shalat di Masjidil Haram. Di jam-jam shalat, mereka memilih ke masjid terdekat, seperti Masjid Kucing dan Masjid Jin, dan juga masjid lainnya yang berada di sekitar Masjidil Haram.
Lokasi Masjid Kucing ini dipercaya sebagai sebagai lokasi rumah Abu Hurairah, salah satu sahabat Nabi. Abu Hurairah berarti Bapak Kucing. Hanya jamaah dari Indonesia yang menyebut masjid itu sebagai Masjid Kucing. Di Makkah, masjid ini dikenal sebagai Masjid Rayah atau Masjid Abu Hurairah.
Kami berencana safari shalat di masjid-masjid bersejarah di sekitar Masjidil Haram. Jumat malam, kami mencoba menyambangi Masjid Jin, tapi tutup. Masjid-masjid di sekitar Masjidil Haram, hanya buka di waktu-waktu shalat. Kalau Masjidil Haram, buka 24 jam.
priyantono oemar

Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah

Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah
Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah

MADINAH–Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat  kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas  mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10  dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului  Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. 
Arabnews/Slamet Riyanto

Ziarah : Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy

Ziarah Haji Umrah GSM
Ziarah Haji Umrah GSM

Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.
Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.
Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.
Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.
Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.””
Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.
Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.
Sambil mendengarkan penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu, jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan shalat sunah di dalam gua. 
ismail ed:m as”adi/yto

Gema Shaf Marwa -Tempat Bersejarah di Makkah


gsm haji umrah - tempat bersejarah
Tempat bersejarah di Makkah
Ada beberapa tempat bersejarah di Makkah yang merupakan tempat kejadian beberapa peristiwa keislaman pada zaman Nabi SAW. Banyak sekali diantara para peziarah yang datang ke Tanah Suci tertarik untuk mengunjunginya.

Namun perlu dipahami, tempat-tempat tersebut tidaklah mempunyai keutamaan seperti Masjidil Haram yang digunakan untuk tawaf atau shalat di dalamnya. Jadi, orang yang mengunjungi tempat-tempat itu untuk sekadar mengenang peristiwa atau mengambil pelajaran darinya.

Hal tersebut tidaklah dilarang jika hanya sebatas untuk bertamasya dan mengenang peristiwa sejarah. Sedangkan orang yang mengunjunginya untuk tujuan beribadah dan melakukan beberapa ritual haji di sana, hal inilah yang dilarang.

Apalagi sampai menganggap bahwa mengunjungi tempat-tempat tersebut adalah suatu keharusan dan bahagian dari manasik haji. Atau sampai berlamassuh dan tabarruk (meminta berkah melalui wasilah tempat tersebut). Hal ini tentu sangat melenceng dari sunah Nabi SAW.

Tindakan lamassuh dan tabarruk selain di Baitullah merupakan bid’ah yang munkar, yang tidak pernah dilakukan oleh siapa pun dari para sahabat maupun tabi’in. Sedangkan berdoa kepada selain Allah, meskipun kepada pemimpin dan pamungkas para rasul, itu merupakan tindakan yang disepakati oleh para ulama sebagai syirik akbar. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari melakukan hal-hal tersebut.

Menurut catatan sejarah, tempat-tempat bersejarah yang berada di kota Makkah tersebut di antaranya:

1. Tempat kelahiran Rasulullah. Dari sisi historis, disebutkan Beliau SAW dilahirkan pada Tahun Gajah, yaitu 53 tahun sebelum hijrah. Tempat yang bernama Syi’ib Abi Thalib yang sekarang terkenal dengan Syi’ib Ali adalah tempat yang telah diubah menjadi sebuah perpustakaan.

Pembangunan perpustakaan tersebut dilakukan Pemerintah Arab Saudi yang bertujuan menghindarkan orang-orang yang datang untuk tujuan bertabarruk dan melakukan hal-hal bid’ah di sana.
2. Rumah Siti Khadijah RA yang terletak di kampung Qusyasyiah. Tempat tersebut sekarang di pasar Sugh yang telah diubah menjadi sebuah sekolah putri.

3. Gua Hira. Tempat ini berada di puncak gunung Hira. Di sanalah turun wahyu pertama kepada Nabi Saw.

4. Masjid Jin. yang disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa konon bangsa Jin berkumpul di sana dan Nabi SAW menyampaikan risalah dan berdakwah kepada mereka.

5. Masjid Syajarah yang berada di sisi masjid jin, menyertai Masjidil Haram. Para sejarawan Makkah meriwayatkan beberapa hadis yang menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah memanggil sebatang pohon, lalu pohon itu mendatangi beliau dengan cara akar-akarnya berjalan di dalam tanah.

Kemudian beliau memintanya untuk bersaksi bahwa belum adalah seorang Nabi, maka dia pun bersaksi. Selanjutnya beliau menyuruhnya untuk kembali ke tempatnya semula, maka dia pun kembali.

6. Gua Tsur. Gua yang sangat masyhur tersebut adalah gua yang dipergunakan Rasulullah SAW untuk bersembunyi ketika Beliau berhijrah ke Madinah.

7. Masjid Aqabah, yaitu tempat Rasulullah SAW melakukan baiat terhadap kaum Anshar, sebelum beliau hijrah.

8. Masjid Fath, yang diklaim oleh para penduduk daerah Jurhum bahwa di masjid merekalah Rasulullah SAW dahulu melakukan shalat pada malam Fath (penaklukan Kota Makkah).

9. Muttakak, yaitu sebuah tempat di Ajyad kecil.

10. Masjid Tariim, tempat di mana Aisyah RA memulai umrah atas perintah Rasulullah SAW.

11. Masjid Dzi Thuwa di Jarwal yang masih tetap dikenal. Sumur Thuwa banyak dikunjungi orang, sementara masjidnya hanya dikenal melalui naskah-naskah, sehingga orang awam tidak banyak yang mengetahuinya.

12. Masjid An-Nur, yang diklaim bahwa Rasulullah SAW pemah melakukan shalat di sana.

13. Masjid Rayah di Gazza. Lokasinya berhadapan dengan syi’ib Amir. Tempat ini banyak disebut di dalam sejarah Kota Makkah.

Menguak Misteri Tempat-tempat Suci, Keutamaan Kota Makkah, oleh Atiq bin Ghaits Al-Biladi

Kota yang Mendapat Cahaya


KOTA Madinah merupakan tanah suci kedua umat Islam. Sejak zaman Rasulullah SAW kota ini menjadi pusat dakwah, pusat pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota inilah Islam memancar ke suluruh penjuru Semenanjung Arab dan kemudian ke seluruh dunia.
Madinah terletak di daerah Hedzjaz, bagian dari Semenanjung Arab yang terletak di antara dataran tinggi Nejd dan daerah pantai Tihamah. Berjarak 275 km dari Laut Merah, sekitar 450 km dari Mekah, dan berjarak kira-kira 1.000 km dari Riyadh. Kota Madinah berada di sebuah lembah yang subur. Di sebelah selatan, kota ini berbatasan dengan Bukit Air, di sebelah utara dengan Bukit Uhud dan Sur, dan di sebelah timur dan barat dengan gurun pasir (Harrah).
Bila turun hujan, lembah itu menjadi tempat pertemuan aliran-aliran air yang berasal dari selatan dan Harrah sebelah timur. Daerah ini juga memiliki oase-oase yang dapat dipergunakan untuk lahan pertanian yang dapat menghasilkan antara lain sayur-sayuran dan buah-buahan.
Disebut demikian, karena dari kota yang semula bernama Yatsrib inilah, awal Rasulullah SAW mengembangkan dakwah dan syiar Islam hingga memancar ke berbagai penjuru dunia. Hal itu dilakukan sejak Rasulullah SAW berhijrah dari Mekah pada tahun 622 M. Rasulullah SAW menjadikan kota ini sebagai pusat kegiatan dalam mengajarkan ajaran Allah kepada seluruh umat manusia.
Madinah adalah "Kota Nabi Muhammad SAW ". Di tempat inilah dibangun Masjid Nabawi, di tempat ini pula Rasulullah dimakamkan, dan di kota ini juga menjadi pusat ilmu, pusat kebesaran Islam dan penyebarannya ke segenap pelosok dunia.
Perkataan "madinah" yang digunakan Nabi SAW untuk mengganti nama Yatsrib, menyiratkan semacam proklamasi atau deklarasi bahwa di tempat baru itu hendak diwujudkan suatu masyarakat, yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Secara sosial dan politik, sangat teratur atau berperaturan, sebagaimana mestinya sebuah masyarakat ideal.
Madinah merupakan kota yang sangat istimewa di hati umat Islam. Ia menjadi kota suci kedua setelah Makkah al-Mukarramah. Rasul SAW menjadikan kota ini sebagai kota suci (al-Haram). ''Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram, aku pun menjadikan Madinah sebagai tanah haram.'' (HR Muslim).
Sekarang Madinah telah menjadi kota modern yang dihiasi dengan bangunan-bangunan gaya modern, fasilitas yang serba modern. Dari kota Madinah terbentang luas dan panjang banyak jalan bebas hambatan ke segenap penjuru. Bandara Madinah pun, yang berjarak 12 km dari pusat kota, merupakan bandara yang sangat sibuk, karena selain digunakan untuk kepentingan umum dan bisnis, juga untuk kepentingan para jemaah yang mau beribadah sekaligus berziarah di Madinah. (Dadang Sutarjan/

Kota Islam yang Kosmopolitan


JEDDAH bukan sekadar nama kota pelabuhan di Jazirah Arab yang terkenal sejak lama karena kesibukan-kesibukannya di dalam perdagangan, tetapi juga merupakan kota paling ramai dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh pelosok dunia, di dalam rangkaian perjalanan ibadah haji ataupun umrah. Jeddah juga merupakan pintu gerbang menuju kota lain di dalam pelaksanaan ibadah haji ataupun umrah, khususnya kota-kota suci Mekah dan Madinah.
Letak Kota Jeddah di pantai Laut Merah, 75 km dari kota suci Mekah, memiliki arti penting dan strategis bagi kemajuan dan perkembangan Kerajaan Arab Saudi sejak zama dahulu. Pelabuhan Jeddah yang diberi nama "Pelabuhan Islam" (Jeddah Islamic Port) itu, merupakan pintu utama segala kegiatan bisnis, baik dalam bentuk komoditas impor maupun komoditas ekspor.
Ditunjang oleh pusat perdagangan modern yang sangat sibuk, bukan saja untuk Kerajaan Arab Saudi tetapi juga untuk negara-negara tetangganya, Jeddah menjadi kota internasional, berbeda dengan Mekah ataupun Madinah. Karena itu kehidupan di kota ini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di kota-kota lainnya di Arab Saudi, apalagi dibandingkan dengan kehidupan di kota-kota suci Mekah dan Madinah.
Jeddah sebelumnya, pada 2500 tahun yang lalu, hanyalah sebagai desa nelayan. Didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah haji terutama pada masa-masa perjalanan jamaah haji dilakukan melalui laut, bukan melalui udara seperti sekarang ini.
Belum jelas asal usul Jeddah, namun dari sumber sumber yang umumnya dibawa oleh jamaah haji, kata Jeddah berasal dari kata dalam bahasa Arab Jaddah yang berarti nenek sebab di sana ada makam yang diyakini sebagai makam Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia. Sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang berarti lepas pantai.
Banyak cerita mengenai bagaimana bebasnya Jeddah, kota kedua terbesar di Arab Saudi setelah Riyadh. Sebagai kosmopolitan yang didiami banyak ekspatriat dari berbagai negara, Jeddah relatif terbuka dengan budaya luar. Sebutlah, misalnya, tempat-tempat hiburan.
Di samping itu, Jeddah juga merupakan kota diplomatik, sebab di kota inilah berkedudukan istana raja, Departemen Luar Negeri Arab Saudi, dan perkantoran badan-badan perwakilan asing. Pintu gerbang Arab Saudi ini sering dijadikan ajang pertemuan antarbangsa untuk membicarakan masalah-masalah dunia Islam.
Akan tetapi, arti penting Jeddah dalam pengembangan Islam terutama ditentukan oleh kedudukannya sebagai pintu gerbang bagi jemaah haji yang datang ke kota Mekah, Madinah dan Arafah. Keamanan dan keterbukaan kota ini sepanjang sejarah Islam sangat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan rukun Islam yang kelima dan sangat menentukan bagi syarat istitaah (kesanggupan) seorang jemaah haji. (Dadang Sutarjan)

Persiapan Umroh GEMA SHAFA MARWA

Persiapan Umroh GEMA SHAFA MARWA
Persiapan Umrah Gsm

Definisi Umroh
 
Umrah disebut Hajjul Ashghar (Haji Kecil), Kata ini berasal dari kata i`timaar (kata berimbuhan). Cara melaksanakannya; Orang yang hendak umrah melakukan ihram dari mikat, kemudian melaksanakan tawaf qudum, lalu sai dan tahallul dengan mencukur atau menggunting rambut.
Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan
 haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Tipe Umrah

Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.
1.      Umrah Mufradah
2.      Umrah Tamattu’
3.      Umrah Sunah

Mempersiapkan Ibadah Umrah

Bagi yang sudah pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau melakukan umrah,mungkin tidak terlalu khawatir dalam mempersiapkan keberangkatannya. Akan tetapi bagi yang belum pernah bepergian ke luar atau negeri atau baru pertama kali melakukan umrah, berikut ini ada beberapa tipsnya :
1. Rencanakan sedini mungkin ibadah umrah,dengan memperhitungkan anggaran keuangan keluarga dan mempunyai tabungan yang mencukupi.
2. Setelah dana tersedia, mulailah mencari travel umrah yang biayanya sesuai dengan anggaran dan fasilitas yang memuaskan. Infonya bisa didapatkan dari teman, saudara, atau lewat internet. Jangan asal pilih travel, pilihlah travel Gema Shafa Marwa yang telah berpengalaman selama 18 tahun dan mempunyai repuasi yag baik dalam pelayanan.
3. Siapkan perlengkapan maupun dokumen yang diperlukan, seperti paspor, buku kesehartan, pakaian, kebutuhan selama umrah, obat-obatan, Alat komuikasi HP, uang tunai real untuk berbelanja selama di Mekkah, dan mengikuti serangkaian kegiatan Manasik/Pelatihan Umroh baik melalui pengajian maupun buku-buku Manasik yang di bagikan travel Gsm.
4. Bagi yang bekerja, sesuaikan jadwal umrah dengan waktu yang diperbolehkan perusahaan untuk cuti. Jamaah bisa meminta surat keteranga keberangkatan Umroh kepada travel GemaShafa Marwa Begitu juga bagi yang berbisnis, harus mengatur waktu sebaik mungkin.
5. Bagi suami istri yang umrah tidak membawa serta anak-anak, persiapkan anak-anak agar mengijinkan umrah. Dan titipkan anak-anak pada keluarga dekat disertai bekal dan dana yang cukup selama bepergian ke tanah suci.
Mari kita beribadah umrah dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Tata Cara umrah

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
1.      Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
2.      Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
3.      Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
4.      Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
5.      Sesampai di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
6.      Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
7.      Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
8.      Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
9.      Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
10.  Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
11.  Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
12.  Dengan demikian selesai sudah amalan umrah
Mari kita beribadah umrah dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Pelaksanaan Haji GEMA SHAFA MARWA (Gsm)

pelaksanaan haji gema shafa marwa
Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Karena itu, bagi yang dimudahkan Allah untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas itu dengan sebaik-baiknya.Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang kembali.
Agar bisa beribadah haji dengan sebaik-baiknya, sekhusyu' -khusyu'nya dan menjadi haji mabrur, di samping harus ikhlas kita harus memiliki ilmu yang cukup seputar bagaimana menjalankan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Hal-hal yang mewajibkan haji :
  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baliqh
  4. Merdeka
  5. Mampu : meliputi kemampuan materi dan fisik. Barangsiapa tidak mampu dengan hartanya untuk memenuhi biaya perjalanan, nafkah haji dan sejenisnya maka ia tidak berkewajiban haji.  Adapun orang yang mampu secara materil,tetapi tidak mampu secara fisik dan jauh harapan sembuhnya,seperti orang yang sakit menahun, orang yang cacat atau tua renta maka ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain.Dan disyaratkan orang yang mewakilinya sudah haji untuk dirinya sendiri.
  6. Dan bagi perempuan ditambah dengan satu syarat yaitu adanya mahram yang pergi bersamanya. Sebab haram hukumnya jika ia pergi haji atau safar (bepergian) lainnya tanpa mahram, berdasarkan sabda Nabi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:Sunah Haji "Tidak (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya." (Muttafaq Alaih).Jika seorang wanita pergi haji tanpa mahram maka ia berdosa tetapi hajinya tetap sah


Rukun Haji.
Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan  hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :
Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani.
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, zikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
Tawaf Ifadah, Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut  sesudah selesai melaksanakan Sa'i.
Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.


Wajib Haji, Adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda).
Yang termasuk wajib haji adalah :
  1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani,dilakukan setelah berpakaian ihram
  2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina)
  3. Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah
  4. Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  6. Tawaf Wada', Yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
  7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram

Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons