Responsive Banner design

Paket Umrah 2014 PT GEMA SHAFA MARWA

Harga Paket Umrah 1435H/2014M
PT GEMA SHAFA MARWA
Waktu Perjalanan
Paket Kamar
Harga Paket
Bulan
Tanggal
Silver - *4
Platinum  -*5
Umroh Plus Turki – Aqso
November
20
Quard
4 Pax
$3.500
Low Season
Januari
09, 23
Quard
4 Pax
$ 2.050
$ 2.300
Febuari
06, 20
Triple
3 Pax
$ 2.150
$ 2.400
Maret
06, 20
Double
2 Pax
$ 2.250
$ 2.500
April
10, 24




Middle season
Mei
08, 22
Quard
4 Pax
$ 2.150
$ 2.400
Juni
12, 22
Triple
3 Pax
$ 2.250
$ 2.500


Double
2 Pax
$ 2.350
$ 2.600
Ramadhan
Juli
30, 10
Quard
4 Pax
$ 2.250
$ 2.500
Triple
3 Pax
$ 2.350
$ 2.600
Double
2 Pax
$ 2.450
$ 2.700
ITIKAF
JULI
17 Ramadhan
MAKKAH
15 PAX
$ 3000
JULI
17 Ramadhan
MADINAH
6 PAX
$ 2750
Hotel
SILVER *4
PALTINUM *5
MAKKAH
MIRA AJYAD / OLAYAN /SALAM NAKHEL / SARAYA /SETARAF
GRAND ZAMZAM/ROYAL DAR IMAN / AL SHOFWAH / SETARAF
MADINAH
SOFARA HUDA / SAFIR /MUBAOK /SETARAF
SOFARA HUDA / SAFIR /MUBAOK /SETARAF
ITIKAF
AL JIWAR (MAKKAH), SOFROUL HUDA (MADINAH) – Hotel  *5-*4
*harga dan tanggal dapat berubah sewaktu-waktu







Persyaratan :

  • Paspor berlaku minimal 8 bulan dan nama di paspor harus 3 kata, contoh : Gema Shafa Marwa
  • Lembaran Paspor sisa minimal 4 lembar
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • KTP atau Kartu Keluarga asli (bagi wanita berusia dibawah 45 tahun)
  • Kartu keluarga dan Surat Nikah asli (Bagi suami-istri)
  • Pas photo berwarna dengan latar belakang putih, ukuran 4 x 6 = 4 lembar ; 3 x 4 = 2 lembar, 85 % ukuran kepala/wajah
  • Kartu kuning sebagai bukti suntik Meningitis
  • Pendaftaran minimal 1 bulan sebelum keberangkatan
  • Dokumen dapat dikirim ke Kantor PT.Gema Shafa Marwa :Ruko Mutiara Faza,Jl.Condet Raya No. 27/RC 2 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Biaya termasuk
  • Visa Umroh
  • Tiket Jakarta – Jeddah (PP)
  • Akomodasi hotel (sesuai program)
  • Makan 3x sehari Full Board
  • Ziarah dengan Bus AC
  • Muthawwif / Guide yang berpengalaman
  • Air Zam-zam 10 liter/orang
  • Perlengkapan Umroh : Koper, Kain Ihram / Mukena, Buku Do’a manasik
Biaya tidak termasuk
  • Airport tax dan Airport Handling Rp.700.000,-
  • Biaya pembuatan Pasport & dokumen perjalanan lainnya
  • Pengeluaran pribadi seperti : Telepon, laundry, tips, dll
  • Tour atau acara diluar program atas permintaan sendiri
  • Kelebihan bagasi (bawaan melebihi kapasitas bagasi 20 kg)
  • Kartu Kuning / Vaksin Manginitis
Administrasi Pembatalan
Bila terjadi sesuatu hal yang tak terduga bagi calon jamaah Umroh dan harus membatalkan diri maka akan dikenakan biaya pembatalan :
  • Pembatalan 1 minggu pendaftaran (insert name untuk pemberangkatan) dikenakan biaya 5% dari harga paket.
  • Pembatalan 3 minggu (setelah proses visa) dikenakan 10% dari harga paket.
  • Pembatalan 2 minggu (setelah pembelian tiket ) dikenakan 25% dari harga paket
  • Pembatalan 1 minggu menjelang keberangkatan dikenakan biaya 50% dari harga paket

Bank Pendukung an.PT. Gema Shafa Marwa
Bank Mandiri
   129-0003152127 ( Rupiah )
Bank Muamalat Indonesia
   301-00114.51 ( Dollar ) 
   301-01264.10 ( Rupiah )
Bank Syariah Mandiri
   039-0018047 ( Dollar ) 

   039-0013778 ( Rupiah )

PT. GEMA SHAFA MARWA


Ruko Mutiara Faza
Jl. Condet Raya No. 27/RC 2 Gedong - Pasar Rebo
Jakarta Timur - Indonesia 
Telp. (021) 8778 2122, 841 2967
Fax. (021) 841 2967

Jadwal manasik Haji PT. GSM - Gema Shafa Marwa (JABODETABEK)

Jadwal manasik Haji PT. GSM - Gema Shafa Marwa (JABODETABEK)


LOKASI :

Galery dokumentasi Haji PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2012

Galery dokumentasi Haji PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2012










Galery dokumentasi umrah PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2013

Galery dokumentasi umrah PT. Gema Shafa Marwa (GSM) 2013














film dokumenter Haji "Inside Mecca"

film dokumenter Haji
"Inside Mecca"

Proses perluasan Masjidil Haram membuat kuota haji tahun 2013 di kurangi

perluasan masjidil haram-gsm haji
Perluasan pembangunan di sekitar Ka'bah terus berlangsung. Proses perluasan Masjidil Haram yang belum selesai membuat kuota haji tahun 2013 dipangkas.
Demi kenyamanan dan kekhusyukan kaum Muslim beribadah haji, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memangkas kuota haji seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Kementerian Agama menetapkan tiga kriteria calon jamaah haji yang ditunda keberangkatannya pada tahun ini.

"Tadi pagi sudah diputuskan, ada tiga kriteria yang ditetapkan untuk ditunda keberangkatannya," kata Dirjen Peneyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/6).

Tiga kriteria itu, pertama, usia calhaj di atas 75 tahun. Kedua, memiliki keterbatasan fisik, misalkan menggunakan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat. Ketiga, bagi yang pernah naik haji kecuali dia adalah pembimbing atau yangberfungsi menjadi mahram.

Jamaah yang memenuhi ketiga kriteria itu, ditunda keberangkatannya dan diprioritaskan pada tahun 2014.

Kapan bisa diketahui nama-namanya, Anggito belum bisa memberikan kepastian waktunya.
Perluasan Masjidil Haram kabarnya baru tuntas pada 2016.

Ilustrasi pembangunan Masjidil haram :

Pembatasan kouta umrah sa'ban dan ramadhan 1434 H

pembatasan kouta umrah sa'ban dan ramadhan 1434 H
Jakarta: Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengingatkan ribuan jemaah umrah Indonesia terancam gagal berangkat ke Tanah Suci terkait pembatasan kuota umrah dari pemerintah Arab Saudi khususnya pada bulan Syaban dan Ramadhan tahun ini.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad dan Sekjen Himpuh Muharom Ahmad beserta jajaran pengurus lainnya di kantor Himpuh, Jakarta, Selasa (4/6).

Menurut Baluki Ahmad, Himpuh mendapat surat resmi dari Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Kartono pada tanggal 29 Mei 2013 tentang Pengurangan Kuota Visa Umrah dari Kementerian Haji Arab Saudi.

Surat itu menyebutkan Kementerian Haji Arab Saudi trlah mengeluarkan kebijakan pengurangan kuota jemaah umrah atau kuota visa umrah pada bulan Syaban dan Ramadhan sekitar 50 persen. Mengingat animo jemaah yang tinggi, Himpuh dan penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan yang berakibat pada jemaah umrah maupun PPIU itu sendiri.

"Himpuh berharap masyarakat dan kaum muslim Indonesia dapat memahami kondisi ini, terutama bagi yang telah mendaftar atau yang akan mendaftar umrah namun tidak dapat diberangkatkan.Hal ini bukan ketidak mampuan travel atau PPIU tetapi akibat kebijakan pembatasan kuota umrah pemerintah Arab Saudi tersebut," kata Baluki.

Dari data Himpuh, sejak umrah dimulai pascahaji awal tahun 2013 hingga saat ini telah mencapai 500 ribu jemaah yang terdaftar berangkat. Sedangkan bulan Syaban dan Ramadhan diketahui setiap tahun animo jemaah umrah seluruh dunia meningkat hingga mencapai 3 juta di Tanah Suci. Begitu pun jemaah umrah Indonesia berkisar 50 ribuan lebih pada kedua bulan itu.

Dari aturan baru pemerintah Arab Saudi tersebut, menurut Baluki,jemaah umrah seluruh dunia diberikan kuota umrah sekitar 500 ribu dan Indonesia hanya mendapat kuota 18 ribu orang pada dua bulan tersebut.

Dijelaskan kebijakan Arab Saudi itu, diperkirakan sedang melakukan renovasi pembangunan gedung dan persiapan haji yang lebih baik sehingga meiakukan pembatasan umrah. Untuk itu, kata dia, Himpuh mengimbau PPIU agar agar berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyewa hotel dan penerbangan sebelum mendapat kepastian visa yang diperoleh dari provider visa.

Himpuh juga mengimbau masyarakat agar tidak terbujuk iming-iming pada perusahaan atau travel yang menawarkan kepastian pemberangkatan umrah. "Apalagi terhadap travel yang tidak berizin dari Kemenag kami imbau masyarakat hati-hati tidak mudah terbujuk agar tidak merugi nanti," tegas Baluki.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Kartono membenarkan pada tanggal 29 Mei 2013 telah menyurati Himpuh, juga asosiasi haji lainnya, Amphuri dan Asphurindo tentang Pengurangan Kuota Visa Umrah dari Kementerian Haji Arab Saudi.

"Ya benar, Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan kebijakan pengurangan kuota jemaah umrah atau kuota visa umrah pada bulan Syaban dan Ramadhan sekitar 50 persen," kata Ahmad Kartono, Selasa (4/6).

Ia mengingatkan agar masyarakat dan PPIU mengantisipasi kebijakan tersebut, khusus kepada masyarakat, Kartono berpesan untuk beribadah umrah pada travel resmi atau PPIU yang memiliki izin Kemenag.

Soal pembatasan jumlah jemaah umrah ia juga senada dengan Himpuh yang memperkirakan 500 ribu orang untuk seluruh dunia dan Indonesia mendapat kuota 18 ribu. Begitu pun alasan pembatasan terkait dengan renovasi dan persiapan haji tahun ini.

Kartono menegaskan PPIU harus mengikuti aturan pemerintah Arab Saudi, menurut dia bagi yang telah mendapat visa adalah PPIU yang berizin Kemenag. "PPIU jangan meniming-iming jemaah memastikan dapat berangkat padahal ada pembatasan kuota umrah Arab Saudi. Begitu pun jemaah mesti berhati-hati dan mencari informasi yang benar ke asosiasi umrah-haji serta kami di Kemenag tentang travel atau PPIU yang resmi dan yang tidak resmi,"cetusnya.

Ia mempersilakan masyarakat untuk membuka situs atau website kemenag:www.kemenag.go.id guna melihat PPIU yang berizin resmi Kemenag.(Syarief Oebaidillah) Metrotvnews.com, 

Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram


Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram
Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram
MAKKAH–Jumat lalu, saya memilih shalat Ashar di Masjid Kucing, sekitar 200 meter dari Bab Salam Masjidil Haram. Tentu tak ada pemandangan langsung ke Kabah. Jamaah penuh.
Tak jauh dari Masjid Kucing, juga ada sebuah masjid lagi. Sebelum Ashar, posisi kami berada di depan masjid nyang satu itu,juga sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjidil Haram.
Saat kumandang Ashar, suara adzan dari masjid itu kurang enak di telinga, sehingga kami memilih berjalan ke Masjid Kucing. Saat shalat Jumat, kami shalat di Masjidil Haram. Jamaah penuh. Cukup susah kami mencari tempat di bagian depan yang bisa langsung melihat Kabah. Yang kosong tinggal di pelataran Kabah, tapi cuaca cukup panas, sehingga kami memilih naik ke lantai dua. Pun, penuh.
Di masa lalu, pelataran Kabah yang dipakai untuk tawaf tergolong sempit. Hanya 21 meter dari Kabah, karena di meter ke-21, sudah ada bangunan yang melindungi sumur Zamzam. Bertambahnya jamaah membuat bangunan berukuran 88,8 meter persegi itu dibongkar, sehingga pada 1381-1388 dilakukan perluasan tempat tawaf. Mimbar juga dipindahkan. Maqm Ibrahim direnovasi. Kerikil dihilangkan.
Abdullah ibn Zubair adalah orang pertama yang memberi ubin di tempat tawaf. Ubinnya bergaris tengah lima meter. Hingga 1375 Hijriyah, sumbangan marmer terus berdatangan, dengan bentuk oval saling berhadapan. Lantai tawaf itu dibuat dari marmer dingin, sehingga menahan panas matahari.
Untuk membuat dingin Masjidil Haram, disediakan sentral penyejuk udara. Udara disalurkan lewat terowongan yang menghubungkan sentral pendingin dengan satuan pendingin di tiang-tiang masjid.
Di mala lalu, saat tempat tawaf masih sempit dan jamaah masih sedikit, untuk shalat cukup dilakukan di belakang Maqm Ibrahim. Imam dan jamaah berada di situ. Bertambahnya jamaah, membuat shaf melingkari Kabah perlu dipikirkan. Maka, Gubernur Makkah Khalid bin Abdullah al-Qusary (wafat 120 Hijriyah) menata shaf melingkar itu. Dengan shaf melingkar itu, orang yang shalat tetap menghadap dan bisa melihat ke Kabah.
Maka, ketika kami shalat di Masjidil Haram, kami juga berupaya bisa shalat di posisi yang bisa melihat langsung Kabah. Jauh dari pelataran Kabah, kita sudah tak bisa melihat Kabah. Tiang-tiang Masjidil Haram berikut atap dan lainnya, telah menghalangi penglihatan langsung ke Kabah.
Di sekitar Masjidil Haram, dulu juga ada masjid yang dibangun oleh ibunda Khalifah Harun Al-Rasyid, al-Khuzairan. Masjid ini tepatnya berada di bekas lokasi rumah Nabi, pada 1957, masjid itu dibongkar, kemudian dibangun perpustakaan.
Khuzairan semula adalah budak Mahdi al-Abbasi. Ia juga membangun masjid sekitar 36 meter sebelah timur Safa. Masjid ini dibangun pada 787 Masehi, dibekas lokasi Darul Arqam, rumah Arqam ibn Abi al-Arqam. Rumah sahabat Nabi ini menjadi pusat syiar Islam di awal-awal kenabian Muhammad. Saat itu belum genap 40 orang yang memeluk Islam. Dari rumah ini, syiar dilakikan secara sembunyi-sembunyi. “Muslim yang bru masukIslam berkumpul dan melaksanakan shalat di dalamnya secara sembunyi-sembunyi pula,” tulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, dalam buku Sejarah Mekah.
Syiar Islam baru dimulai terang-terangan, ketika Umar bin Khathab muncul sebagai orang ke-40 yang memeluk Islam. Pada 1955, Masjid Arqam dihancurkan demi perluasan Masjidil Haram,sehingga lokasi masjid ini sekarang menjai pelataran Masjidil Haram. Nama Arqam kemudian diabadikan sebagai nama pintu pertama di tempat sai, samping Safa. Namanya Pintu Darul Arqam.
Tak jauh dari Masjidil Haram pula, ada Masjid Jin. Masjid ini sekitar 1 km dari Masjidil Haram –sekitar 100 meter dari kompleks makam Mala, tempat Siti Khadidjah dikuburkan. Lokasi Masjid Jin ini dulunya merupakan lokasi yang dipakai Nabi menulis surat ke Ibn Masud. Saat itu, ada rombongan jin yang ingin membaiat Nabi. Rombongn jin ini sebelumnya telah bertemu Nabi di Nakhlah. Pada tahun ke-10 kenabiannya, Nabi pergi ke Thaif, kemudian ketika pulang dari Thaif bertemu rombongan jin itu di Nakhlah.
Penduduk yang tinggal atau bekerja di sekitar Masjidil Haram tak selalu shalat di Masjidil Haram. Di jam-jam shalat, mereka memilih ke masjid terdekat, seperti Masjid Kucing dan Masjid Jin, dan juga masjid lainnya yang berada di sekitar Masjidil Haram.
Lokasi Masjid Kucing ini dipercaya sebagai sebagai lokasi rumah Abu Hurairah, salah satu sahabat Nabi. Abu Hurairah berarti Bapak Kucing. Hanya jamaah dari Indonesia yang menyebut masjid itu sebagai Masjid Kucing. Di Makkah, masjid ini dikenal sebagai Masjid Rayah atau Masjid Abu Hurairah.
Kami berencana safari shalat di masjid-masjid bersejarah di sekitar Masjidil Haram. Jumat malam, kami mencoba menyambangi Masjid Jin, tapi tutup. Masjid-masjid di sekitar Masjidil Haram, hanya buka di waktu-waktu shalat. Kalau Masjidil Haram, buka 24 jam.
priyantono oemar

Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah

Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah
Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah

MADINAH–Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat  kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas  mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10  dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului  Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. 
Arabnews/Slamet Riyanto

Ziarah : Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy

Ziarah Haji Umrah GSM
Ziarah Haji Umrah GSM

Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.
Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.
Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.
Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.
Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.””
Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.
Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.
Sambil mendengarkan penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu, jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan shalat sunah di dalam gua. 
ismail ed:m as”adi/yto

Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons