Responsive Banner design

Panduan Mansik Umrah Gema Shafa Marwa

Panduan Mansik Umrah Gema Shafa Marwa


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
قال الله تعالى في كتابه الكريم :
بسم الله الرمن الرحبم ” وأتمو الحج والعمرة لله ” ( البقرة 196

“ Dan Kalian sempurnakanlah Ibadah Haji dan Umroh semata –mata kerna Allah” (Al – Baqarah Ayat 196)

Manasik umrah Gema Shafa Marwa
Manasik umrah Gema Shafa Marwa


PELAJARAN SINGKAT MANASIK UMRAH


Ibadah Umrah diwajibkan bagi orang muslim yang mampu menunaikannya satu kali dalam seumur hidup , adapun bagi yang menginginkannya lebih dari satu kali adalah sukarela dan hukumnya sunnah . Lain daripada itu Rasulullah bersabda dalam hadistnya:
العمرة إلى العمرة كفلرة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة (رواه إمام دار الهجرة والشيخان وابن ماجه)
Artinya: “diantara satu umrah ke umrah yang lain adalah pemutihan dosa, dan haji yang mabrur tiada lain balasannya kecuali surga”. (diriwayatkan oleh: imam darul hijrah syaikhan dan ibnu majah).
Di hadist yang lain Rosulullah bersabda:

“تابعوا بين الحج والعمرة فإن متابعة ما بينهما تزيد العمروالرزق وتنفى الذنوب من بنى ادم كما ينفى الكير خبث الحديد” (رواه دار قطنى والطبرانى.) (ومعنى هذه المتابعة إذا حججتم فاعتمروا وإذا اعتمرتم فحجوا).
Artinya: Ikutilah ibadah haji dengan umrah, maka sesungguhnya mengikuti diantara keduanya dapat menambah umur, rizki dan memutihkan dosa dari anak Adam, sebagaimana bara api yang dapat membersihkan kotoran yang ada pada besi. Dirriwayatkan oleh Dar qutni dan tabrani). Arti daripada kata “mengikuti” adalah: apabila kalian sudah melaksanakan ibadah haji maka laksanakanlah ibadah umroh.

RUKUN UMRAH
  1. berihram dan berniat
  2. tawaf.
  3. Sa`i.
  4. Tahallul.
  5. Tertib.
Niat Ihram harus dilakukan di miqat yang telah ditentukan dengan telah memakai dua helai pakaian ihram yang tanpa jahiatan bagi laki-laki, adapun bagi wanita tidak ada ketentuan jenis pakaian yang harus dipakai. Akan tetapi wajib menutupi semua auratnya kecuali muka dan kedua tepalak tangan.
Bacaan niat umrah:
نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى/ لبيك اللهم عمرة وأحرمت بها لله تعالى.

Nawaitul umrata wa ahramtu biha lillahi ta`ala/ labbakallahumma umratan wa ahramtu biha lillahi ta`la

Artinya: aku berniat untuk berumrah dan berihram untuknya, karena Allah ta`ala./kami sambut panggilanmu ya Allah untuk berumrah dan berihram untuknya, karena Allah Ta`la.
Tawaf adalah mengelilingi Ka`bah tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan niat tawaf Omrah. Tidak ada ketentuan doa-doa khusus yang harus dibaca saat tawaf. Akan tetapi sebaiknya membaca panduan doa-doa yang telah di cetak oleh MASTOUR. Melakukan tawaf harus suci dari dua hadast dan suci dari najasah.
Sa`i adalah perjalanan melintasi antara bukit Shafa dan bukit Marwa sebanyak tujuh kali dan dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwa. Tidak ada ketentuan doa-doa yang harus di baca saat sa`i akan tetapi sebaiknya membaca panduan doa-doa yang telah di cetak oleh MASTOUR. Melakukan sa`i tidak diharuskan punya wudhu`, akan tetapi harus suci dari hadast besar bagi laki-laki, disunnahkan lari-lari kecil diantara tiang hijau.
Tahallul artinya menghalalkan diri dari semua larangan-larangan yang terlarang bagi orang Omrah setelah niat ihram dari Miqat dengan cara menggunting rambut setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah Umrah.
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN TAWAF.
  1. Menutupi aurat
  2. Suci dari dua hadast.
  3. Suci dari najasah.
  4. Posisi ka`bah harus sebelah kirinya
  5. Memulai dari sudut hajar aswad
  6. Menjaga posisi badan agar tidak berubah (posisi ka`bah harus selalu sebelah kiri).
  7. Menyelesaikan tujuh putaran (walaupun tidak dalam satu waktu)
  8. Harus di dalam mesjid Al-haram Al-makki.
  9. Harus diluar ka`bah termasuk diluar Hijir Ismail.
  10. Harus tidak disertai tujuan lain
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SA`I
  1. memulai setiap putaran ganjil dari bukit Shafa
  2. memulai setiap putaran genap dari bukit marwah
  3. harus tujuh kali putaran
  4. harus setelah tawaf
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN UMRAH
  1. beihram dan berniat dari miqat
  2. menjaga larangan-larangan ihram
LARANGAN BAGI ORANG SEDANG BERIHRAM UMRAH
  1. menikahkan dan dinikahkan
  2. melakukan hubungan suami istri
  3. bercumbu atau melakukan hal-hal yang mengundang birahi
  4. onani
  5. memotong rambut atau melakukan apapun yang mengakibatkan jatuhnya rambut.
  6. Memotong kuku
  7. Menyembelih binatang.
  8. Berburu binatang
  9. Memotong pohon
  10. Bertengkar secara fisik maupun secara perkataan.
  11. Membuka aurat
  12. Memakai wangi-wangian
  13. Menutup kepala bagi laki-laki, menutup muka dan telapak tangan bagi wanita.
  14. Memakai pakaian yang berjahit dan sepatu bagi laki-laki.
TEMPAT-TEMPAT MIQAT.
  1. dzul hulaifah (abyar Ali atau biir Ali) antara Dzul-hulaifah dan Mekkah Al-Mukarramah berkisar sepuluh Marhalah, Dzul-hulaifah adalah Miqat untuk orang-orang Madinah Al-Munawwarah atau orang-orang yang melewai daerah tersebut.
  2. Al Juhfah, antara Al Juhfah dan Mekkah Al-Mukarramah berkisar lima marhalah, ia adalah Miqat untuk orang-orang Syam (Syria) atau orang- orang yang melewati daerah tersebut.
  3. Yalamlam, antara Yalalam dan Mekkah Al-mukarramah berkisar dua marhalah, ia adalah Miqat orang-orang Yaman atau orang-orang yang melewati daerah tersebut termasuk Indonesia, akan tetapi karena sekarang untuk orang-orang Indonesia susah untuk melewati daerah tersebut, maka para Ulama sepakat untuk orang-orang Indonesia atau orang-orang yang datang dari arah yang sama hendak langsung ke Makkah Al-mukarramah diperbolehkan ambil Miqat dari Airport King Abdul Aziz di Jeddah.
  4. Qarn Al-Manazil (Al Seil Al-kabir) antara Qarn Al-manazil dan Makkah Al-mukarramah berkisar dua marhalah, ia adalah Miqat untuk orang-orang Najd atau yang melewati daerah tersebut.
  5. Dzaat Erq, antara Dzaat Erq dan Makkah Al-Mukarramah berkisar dua marhalah, yaitu Miqat untuk orang-orang Iraq atau orang –orang yang melewati daerah tersebut.
MIQAT UNTUK ORANG-ORANG MEKKAH AL-MUKARRAMAH
  1. Ji`ranah
  2. Tana`im
  3. Al-Hudaibiyah
SUNNAH-SUNNAH YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM BERIHRAM
  1. berbersih diri (mandi).
  2. Memakai pakaian warnah putih.
  3. Memakai wangi-wangian
  4. Shalat sunnah Ihram dua rakaat.


SUNNAH - SUNNAH YANG PERLU DILAKUKAN SETELAH BERIHRAM DAN FADHILAH – FADHILAH IBADAH UMROH.

1. membaca talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah dengan suara lantang bagi laki-laki dan sedang bagi wanita.

لبيك اللهم لبيك، ليبك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, inna alhamda wa anni`mata laka wal mulk, la syarika lak.
Artinya: aku sambut panggilanmu ya Allah, tiada sekutu bagimu, aku sambut panggilanmu ya Allah, sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan dan kekuasaan bagimu ya Allah, tiada sekutu bagimu ya Allah.

2. memperbanyak dzikir dan doa pada Allah untuk diri sendiri juga untuk orang lain, terutama untuk keluarga. Rosulullah bersabda dalam hadistnya:
” الحجاج والعمار وفد الله إن سألوا أعطوا وإن دعوا أجيبوا وإن أنفقوا أخلف عليه ”
(رواه حماد بن سلمة).
Artinya: para jamaah haji dan umrah adalah tamu agung Allah, apabila mereka meminta sesuatu pasti diberinya, apabila mereka berdoa pasti di jabahinya, dan apabila mereka meinfaqkan hartanya pasti diganti oleh Allah.

3. Fadilah Ibadah Umrah dibulan Suci Ramadhan
عمرة فى رمضان كحجة معى (أخرجه من حديث ابن عباس ورواه مسلم).
Artinya : umroh dalam bulan puasa pahalanya sama dengan haji bersama Rosulullah, sebagaimana dalam hadist shohih dikeluarkan dari hadist Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh Muslim, rosulullah bersabda:
4. Himbauan untuk kesungguhan dalam melaksanakan Ibadah haji dan Umrah;

” إذا وضعتم السروج فـشدوالرحال للحج والعمرة فإنها أحد الجهادين “
( أخرجه أبوالدارالهروي )
Artinya: Apabila kalian telah meletakkan pelana di atas unta, maka bersungguh sungguhlah untuk pergi ber Haji dan ber Umrah, maka sesungghunya Ibadah Haji dan Umruh adalah salah satu dua Jihad ( di keluarkan oleh Abu Dar al Harwi )
عن عثمان بن سليمان عن جدته أم أبيه قالت : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : إني أريد الجهاد في سبيل الله . فقال ألا أدللك على جهاد لا شوكة فيه ؟ فقال : بلى فقال : حج البيت . ( أخرجه سعيد بن منصور )
Artinya : Datang kepada Rasulullah SAW seorang lelaki, maka berkatalah dia pada Rasulullah SAW : ” Sesungguhnya aku ingin berjihad di jalan Allah , maka Rasulullah SAW bersabda : ” Apakah kamu Ingin aku tunjukkan perang tanpa senjata ? “Maka dia menjawab : Ya , maka Rasululllah SAW bersabda : ” Berhaji ke Baitulllah “. ( Hadits dikeluarkan oleh Sa’id bin Mansur )

5. Sesungguhnya Ibadah Haji adalah Nafaqah dijalan Allah ( Sabilillah )
عن بريدة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
النفقة في الحج كنفقة في سبيل الله , الدرهم بسبعمائة ضعف ( أخرجه إبن شيبة وأحمد في مسندهما)
Artinya : Rasululah SAW Bersabda : ” Nafaqah di dalam Ibadah Haji bagaikan Nafaqah didalam Sabilillah (perjuangan di jalan Allah ) , setiap dirham dilipat gandakan tujuh ratus kali ” ( Hadits diriwayatkan oleh Buraidah dan dikeluarkan oleh Ibnu Syaibah dan Ahmad didalam masnadnya ) .
Di Hadits lain Rasulullah bersabda :
عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
إذاخرج الحاج من بيته كان في حرز الله , فإن مات قبل أن يقضي نسكه وقع أجره على الله وإن بقي حتى يقضي نسكه غفر له ماتقدم من ذنبه وماتأخر
,وإنفاق الدرهم الواحد في ذلك الوجه يعدل أربعين ألف ألف فيما سواه .
Artinya : Rasulullah bersabda : ” apabila seorang yang akan melaksanakan Ibadah Haji telah keluar dari rumahnya , maka ia menjadi tanggungan Allah, maka apabila ia meninggal dunia sebelum melakukan rangkaian ibadah tersebut , pahalanya telah ada pada Allah, dan apabila ia sampai dapat menyelesaikannya , maka dia telah di ampuni dosanya yang telah lampau dan yang akan datang, dan Nafaqah ( pengeluaran ) satu dirham untuk kepentingan ibadah tersebut disamakan dengan empat puluh juta dibanding dengan Nafaqah ( pengeluaran ) untuk ibadah lainnya ( Hadits ini diriwayatkan oleh Saydah Aisyah R.A)

6. Sesungguhnya Haji itu Pertolongan :
عن أبي أمامة وواثلة بن الأسقع قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
” أربعة حق على الله عز وجل عونهم , الغازي والنتزوج والكاتب والحاج “
Artinya : ” Empat perkara punya hak atas Allah yang maha Mulya dan Maha Agung untuk mendapat pertolongan, orang yang berjuang di jalan Allah , orang yang sudah kawin , budak yang berusaha ( berkerja untuk mendapatkan uang sebagai tebusan pembebasan dirinya ) untuk membebaskan dirinya orang yang sedang melaksanakan ibadah Haji “ ( Hadist diriwayatkan oleh Abi Umamah dan Wastilah bin Al Asfa )

7. Sesungguhnya Haji itu memberi Safa’at :
عن أبي موسى الأشعري قال : ( الحاج يشفع في أربعمائة من أهل بيته )
Artinya : Dari Abi Musa Al Asy’ari berkata : “ Orang yang lagi beribadah Haji itu Dapat memberi Syafa’at pada empat ratus keluarganya “


SUNNAH DAN FADILAH ZIARAH MADINAH AL MUNAWWARAH.
Bagi Para Jama’ah Haji ataupun Umrah disunnahkan ziarah pada Rasulullah. Sebagaian Ulama’ bahkan mewajibkan, dengan berniat bersamanya ziarah Masjidil Haram Nabawi dan Beritikaf di dalamnya sebagaimana Allah SWT berfirman :


وماأرسلنا من رسول إلا ليطاع بإذن الله , ولوأنهم إذ ظلموا أنفسهم جاؤك فاستغفروالله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما ( النساء 64 )

Artinya : “ Dan kami tidak mengutus seorang Rasul ( Utusan ) melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka menganiaya dirinya ( berhakim pada selain Rasul ) datang kepadamu lalu memohon ampun kepada Allah maka Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang “ ( QS : An Nisa Ayat 64 )

1. Mandi sebelum memasuki Masjidil Haram Nabawi sebagaimana Masjidil Haram Makkah .

2. Sholat Fardhu di Masjidil Nabawi sebanyak empat puluh waktu berturut – turut tanpa putus.
· Fadilahnya :
* Rasulullah bersabda :
من صلى في مسجدي هذا أربعين صلاة لا تفـته صلاة , كتبت له برائة من النار , ونجاه من العذاب , وبريئ من النفاق ” ( رواه الامام أحمد والطبراني )
Artinya : ” Siapa orang yang Sholat Fardhu di Masjid saya ini empat Puluh waktu tanpa putus , sholat tersebut dicatat sebagai pembebasan dari api neraka, menyelamatkan diri dari siksaan dan menyelamatkan dari kemunafikan ” ( Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan Al Tabrani )

3. Memperbanyak Ibadah di Rawdah Al syarifah,
Fadilahnya :
· Rasulullah bersabda :
” مابين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة ” ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya : ” Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman dari beberapa taman surga ” ( Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim )

4. Ziarah masjid quba ‘ dan sholat di dalamnya , Fadilahnya :
  • Rasulullah bersabda :
” من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قـباء فصلى فيه كان له كأجر عمرة ”
( رواه الامام أحمد والنسائي وابن ماجة وابن ابي شيبه والحاكم )

Artinya : ” Barang siapa bersuci di rumahnya terus mendatangi Masjid Quba’ terus sholat di dalamnya , maka pahalanya sama dengan pahala Umrah “
( Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan Al nasa’ei dan Ibnu majah dan Ibnu abi syaibah dan Al hakim )

5. Ziarah Makam sahabat Al Baqi’e , Fadhilahnya :
· Rasulullah bersabda :
” عن أم قيس بنت محصن , أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لها ” أترين هذه المقبرة ؟ يبعث الله منها سبعين الفا يوم القيامة على صورة القمرليلة البدر يدخلون الجنة بغير حساب ” ( رواه ابن ابي شيبة والطبراني )

Artinya : Hadist dari Ummu Qais binti Muhsan sesungghnya Nabi Muhammad SAW berkata padanya ” Apakah kamu mengatahui tentang makam ini ? Allah akan mengirim dari makam ini tujuh puluh ribu hamba Allah pada hari kiamat , mereka bersinar seperti rembulan pada malam purnama , mereka akan masuk surga tanpa hisab” ( Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syabah dan Tabarani )

6 . Ziarah Jabal ( Gunung ) Uhaud , Fadilahnya :
Jabal ( Gunung ) Uhud adalah gunung yang mencintai Rasulullah SAW dan Umatnya atau sebaliknya . sebagaimana sabda Rasulullah di dalam hadistnya :
” فال النبي . إن أحــدا جـبل يـحبـنا و نـحبـه ” ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya : Berkat Nabi SAW ” Sesungguhnya gunung Uhud itu adalah gunung yang mencintai kita dan kita juga mencintainya ” ( Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim )
  • · Di jabal Uhud terdapat makamnya paman Rasulullah SAW ( Sayyidina Hamzah bin Abdul mutalib )
  • · Jabal Uhud terdapat makamnya saudara misan Rasulullah SAW ( Sayyidina Abdullah binJahas )
  • · Di Jabal Uhud terdapat makamnya tujuh puluh Syuhada’ Uhud yang gugur pada perang Uhud.
والله أعلم بالصواب , والحمد لله رب العالمين …
Semoga Allah Memberi Taufiq pada kita semua untuk dapat melaksanakan Ibadah Umrah dan Haji dengan berulang – ulang dalam ke adaan sehat wal’afiat di jadikan hajjan Mabrur wa Umratan Maqbulatan.


Minat Berumrah Kian Meningkat, Waspadai Penipuan


penipuan umroh
waspada penipuan umrah
Gema Shafa Marwa - Minat kaum Muslim di Provinsi Lampung untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci Makkah, Arab Saudi terus meningkat, meski biayanya semakin mahal serta makin sulitnya untuk mendapatkan kuota, visa, tiket dan akomodasi ke negara itu.
“Minat warga Lampung untuk menunaikan ibadah umroh tinggi dan terus meningkat dari tahun ketahun, bahkan sekarang yang belum bisa berangkat mencapai ribuan,” kata salah seorang pengelola Biro Perjalanan Haji dan Umrah, H Mahmudin, di Bandarlampung, Ahad.
Mahmudin, yang megaku baru saja kembali dari tanah suci Makkah membimbing para jamaah ibadah umroh di Lampung, menjelaskan, saat ini biaya untuk ibadah umrah juga terus naik.
Hal itu disebabkan oleh banyak faktor, karena terbatasnya kuota, juga faktor jauh atau dekatnya pemondokan (hotel) yang akan ditempati para jemaah selama di tanah suci.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebelumnya biaya menunaikan ibadah umroh hanya sekitar Rp 13 sampai dengan Rp 15 juta/orang, namun sekarang sudah mencapai antara Rp18 juta hingga Rp23 juta, bahkan untuk bulan suci Ramadhan bisa mencapai Rp 30 Juta hingga Rp 32 juta/orang.
Menurut Mahmudin, jika jarak penginapan sangat dekat dengan Masjidil Haram, maka biaya umroh bisa mencapai sektar Rp 23 juta untuk bulan-bulan belakangan ini, namun jika beberapa kilometer agak jauh dari Masjidil Haram bisa sekitar Rp 18 juta.
Sedangkan jika pada bulan suci Ramadhan tarifnya tinggi, itu karena kebanyakan tempat di sana sudah banyak diborong oleh warga yang berasal dari negara-negara di kawasan Arab, yang kebanyakan memanfaatkan bulan Ramadhan untuk beribadah di Masjidil Haram.
Sebagai salah satu pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Bandarlampung, Mahmudin juga mengingatkan kepada para calon jemaah untuk selalu berhati-hati setiap kali akan menunaikan ibadah haji maupun umrah, agar tidak menjadi sasaran penipuan oleh oknum tertentu.
Karena itu, katanya lebih lanjut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, calon jamaah umroh agar benar-benar memastikan pada sedikitnya empat hal, yakni apakah biro perjalanan haji/umroh yang akan diikuii itu benar-benar legal.
Selain itu harus dipastikan para calon benar-benar bisa memiliki visa, lalu ada kepastian para calon jamaah bisa mendapatkan tiket pesawat untuk berangkat dan kembali, dan yang penting lainnya adalah kepastian jemaah bisa mendapatkan penginapan di tanah suci Makkah.
“Kalau dari empat hal itu saja mengalami kendala, maka akan sangat mengganggu kelancaran para jemaah, bahkan bisa-bisa gagal berangkat,” katanya menambahkan.

ALTERNATIF MERAIH PAHALA HAJI DAN UMROH DIKALA BOKEK

haji umrah gema shafa marwa
alternatif maraih pahala haji dan umrah
Gema Shafa Marwa - Setiap muslim tentu merindukan baitullah untuk menunaikan haji. Begitulah orang yang mencintai Allah. Hatinya selalu terpaut dengan rumah kekasihnya. Setiap kali disebut, hatinya semakin rindu menggebu. Kerap air mata berlinang ketika mengingatnya dari kejauhan. Sayang, tidak semua orang bisa mewujudkan harapannya menjadi tamu Allah di rumah-Nya. Karena ibadah haji termasuk ibadah ‘mewah’. Sulit dikerjakan tanpa menyediakan dana puluhan juta rupiah. Sekiranya ada dana, itupun masih terganjal kuota.

Begitu sulit meraih pahala haji. Bagi yang tidak berkemampuan, hanya bisa menumpahkan kerinduan itu di dalam do’anya. Untungnya, Allah Maha Penyayang menyediakan bagi hamba-Nya jalan alternatif untuk meraup pahala haji. Tanpa ONH, tanpa kuota, dan tidak perlu menunggu musim haji yang datangnya hanya setahun sekali. Diantara amal bernilai pahala haji ini disabdakan oleh Nabi SAW,


مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barang siapa shalat Subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir mengingat Allah hingga matahari terbit, setelah itu shalat dua rakaat, amalan itu baginya sama seperti pahala haji dan umrah. Anas berkata: Rasulullah melanjutkan, “Sempurna, sempurna, sempurna!” (HR. Tirmidzi, no. 586).

Inilah rangkaian amal setara haji itu; shalat Subuh berjama’ah, tetap duduk di tempat shalat, berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, dan shalat dua rakaat. Amal yang mudah dan murah. Tanpa modal dana, selepas Subuh kita pulang ke rumah menggondol pahala haji. Hebatnya lagi, kita bisa ‘berhaji’ setiap pagi, setiap hari!

Rasulullah menjadi teladan bagi ummatnya. Beliau rutin melakukan amal pagi ini. Diriwayatkan Simak bin Harb pernah bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah engkau pernah menemani Rasulullah?”. Jabir menjawab, “Ya, beliau biasa tidak beranjak dari tempat beliau shalat Subuh. Apabila matahari terbit beliaupun bergegas meninggalkan tempat shalat. Dulu para sahabat memperbincangkan masa jahiliyah yang membuat mereka tertawa, sedangkan Rasulullah hanya tersenyum.” (HR. Muslim, no.670)

Begitulah seharusnya kita, pengikut Nabi. Mengawali hari kita dengan amal yang penuh berkah ini. Insya Allah aktivitas kita sepanjang siang berikutnya diberkahi Allah Ta’ala.

Bagaimana dengan muslimah yang shalat di rumah? Memang teks hadits di atas membatasi tempatnya di masjid. Namun tidak dipahami bahwa masjid menjadi syarat tempatnya. Wanita yang memang lebih utama shalat di rumah, tentu saja bisa melakukan rangkaian amal ini di rumahnya. Apalagi ada atsar yang shahih bahwa Ibnu Mas’ud RA pernah melakukannya di rumahnya (HR. Muslim, no.822).

Shalat Isyraq

Ibnu Abbas dan para ulama menyebut dua rakaat pada hadits di atas dengan istilah shalat isyraq. Dinamakan isyraq (terbit) karena dikerjakan beberapa saat setelah terbitnya matahari. Namun hakikatnya, shalat isyraq adalah shalat Dhuha.

Shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktunya.
Didalam riwayat yang lain Rasulullah SAW lebih spesifik menyebutnya dengan shalat Dhuha. “Barang siapa yang shalat Subuh di masjid berjamaah, lalu menetap di dalamnya hingga mengerjakan shalat Dhuha, maka dia mendapat pahala seperti orang yang haji dan umrah dengan sempurna” (HR. Thabrani, no. 7663).

Penambah Semangat

Amal berhadiah haji dan umrah ini, ternyata sepi peminat. Ba’da Subuh adalah waktu rawan ngantuk. Banyak yang tidur kembali dengan dalih agar fit menjalankan aktivitas siang yang meletihkan. Padahal, tidur pagi selepas Subuh tidak baik untuk kesehatan. Membuat tubuh menjadi mudah lesu dan loyo, serta mudah terserang penyakit.

Sunah nabi waktu pagi ini justru memberi berkah tersendiri; menyehatkan dan memberi semangat. Tetapi khasiat ini tidak bisa dirasakan kecuali yang membiasakannya. Ibnu Qoyyim menuturkan pengalamannya dengan Ibnu Taimiyah, gurunya. “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu hari shalat Subuh. Setelah shalat, beliau duduk berdzikir kepada Allah hingga pertengahan siang. Kemudian berpaling kepadaku dan berkata, “Ini adalah kebiasaanku pada waktu pagi. Jika aku tidak melakukannya, tubuhku tak bertenaga.” (Al Wabilush Shayib, hal.63)

Catatan : Bukan Pengganti Haji

Jalan murah menuju pahala haji ini bukan berarti mengalahkan keutamaan haji hakiki. Amal setara haji ini tak lebih menjadi ladang amal alternatif bagi mereka yang tertutup pintu ke baitullah. Menjadi motivasi untuk terus berlomba dalam kebaikan agar tidak tertinggal jauh oleh orang-orang yang mampu menunaikan haji. Semoga kita mudah meraup pahala haji di negeri kita sendiri dan mampu berhaji ke baitullah nun jauh di sana.

-Tim Ustadz-

Gsm - Umrah atau Haji Lebih Dulu?

daftar ibadah haji dan umrah, jakarta, depok, bekasi, tangerang, jawa, balikpapan, padang, palembang
GSM- Umrah atau Haji lebih dulu?
Gema Shafa Marwa - “Mana lebih penting umrah dulu atau haji?” Pertanyaan ini terlontar dari salah satu calon jamaah haji asal Depok, Jawa Barat, saat mengikuti manasik haji. Ia menanyakan hal itu karena di Indonesia saat ini banyak  umat Muslim yang melaksanakan umrah terlebih dulu sebelum berhaji.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH), Qasim Shaleh, yang harus diprioritaskan oleh umat Muslim adalah berhaji. Mengapa? Karena sesuai dengan Alquran surat Ali Imran ayat 97 disebutkan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Dari firman tersebut diketahui bahwa haji merupakan kewajiban bagi orang Muslim yang tergolong mampu secara fisik, ekonomi, dan psikis. “Jadi, sesuai yang tertera dalam firman Allah SWT tersebut, haji merupakan hal yang wajib dan harus menjadi prioritas untuk dilaksanakan dibandingkan umrah,” ujarnya  kepada Republika, pekan lalu.
Namun, pada kondisi seperti sekarang, di mana daftar tunggu (waiting list) jamaah haji cukup panjang, hingga tujuh tahun ke depan, maka tidak masalah jika umat Muslim lebih memilih melaksanakan umrah terlebih dahulu. “Tujuannya agar tidak terjadi kegamangan,” ujarnya.
Data Kementerian Agama menyebutkan  bahwa jumlah calhaj yang masuk daftar  tunggu sudah mencapai 1,4 juta orang. Jika kuota haji Indonesia sebanyak 230 ribu jiwa per tahun, maka daftar tunggu ini baru akan terpenuhi paling cepat enam tahun ke depan. Bahkan di sejumlah daerah ada daftar tunggu yang sudah mencapai 10 tahun.
Dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, sebut pimpinan KBIH Khazanah Mandiri ini, jamaah bakal bisa memiliki gambaran tentang kondisi lapangan ketika  berada di Tanah Suci. “Biasanya yang melaksanakan umrah ini adalah umat Muslim yang tingkat ekonominya lebih mampu,” ujarnya.
Apalagi jika calon jamaah yang masih menunggu tiga sampai sepuluh tahun itu takut jika usianya berakhir sebelum berhaji. Maka, lanjut dia, tidak jadi masalah jika sebagian di antara mereka memilih umrah terlebih dahulu. “Tapi, daripada tidak sama sekali, lebih baik umrah dulu,” tambahnya. Walaupun begitu, Qasim menegaskan haji tetap menjadi prioritas utama.

Gsm - Sabar Menanti Kuota


Kita harus yakin bahwa Allah SWT akan mengundang kita untuk datang ke rumah-Nya pada saat yang tepat.
Setiap umat muslim yang mampu secara fisik dan materi wajib melaksanakan ibadah haji. Menunaikannya pun hanya perlu sekali seumur hidup sehingga diperlukan persiapan yang baik agar ibadah yang dilakukan tidak hanya membawa cerita tapi juga memberikan manfaat, perbaikan, dan kebaikan bagi yang melaksanakan.
Banyak hal yang berkaitan dengan proses persiapan keberangkatan haji, di antaranya kuota, perbekalan finansial, persiapan fisik yang baik, niat yang ikhlas untuk memenuhi panggilan Allah SWT, dan ilmu haji yang memadai.”Dalam menjalankan ibadah haji terdapat aturan-aturan yang perlu diperhatikan. Masalah kuota misalnya, kita harus sabar menanti kuota, mengingat adanya keterbatasan jamaah yang dapat berangkat haji setiap tahunnya,”

Kota yang Mendapat Cahaya


KOTA Madinah merupakan tanah suci kedua umat Islam. Sejak zaman Rasulullah SAW kota ini menjadi pusat dakwah, pusat pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota inilah Islam memancar ke suluruh penjuru Semenanjung Arab dan kemudian ke seluruh dunia.
Madinah terletak di daerah Hedzjaz, bagian dari Semenanjung Arab yang terletak di antara dataran tinggi Nejd dan daerah pantai Tihamah. Berjarak 275 km dari Laut Merah, sekitar 450 km dari Mekah, dan berjarak kira-kira 1.000 km dari Riyadh. Kota Madinah berada di sebuah lembah yang subur. Di sebelah selatan, kota ini berbatasan dengan Bukit Air, di sebelah utara dengan Bukit Uhud dan Sur, dan di sebelah timur dan barat dengan gurun pasir (Harrah).
Bila turun hujan, lembah itu menjadi tempat pertemuan aliran-aliran air yang berasal dari selatan dan Harrah sebelah timur. Daerah ini juga memiliki oase-oase yang dapat dipergunakan untuk lahan pertanian yang dapat menghasilkan antara lain sayur-sayuran dan buah-buahan.
Disebut demikian, karena dari kota yang semula bernama Yatsrib inilah, awal Rasulullah SAW mengembangkan dakwah dan syiar Islam hingga memancar ke berbagai penjuru dunia. Hal itu dilakukan sejak Rasulullah SAW berhijrah dari Mekah pada tahun 622 M. Rasulullah SAW menjadikan kota ini sebagai pusat kegiatan dalam mengajarkan ajaran Allah kepada seluruh umat manusia.
Madinah adalah "Kota Nabi Muhammad SAW ". Di tempat inilah dibangun Masjid Nabawi, di tempat ini pula Rasulullah dimakamkan, dan di kota ini juga menjadi pusat ilmu, pusat kebesaran Islam dan penyebarannya ke segenap pelosok dunia.
Perkataan "madinah" yang digunakan Nabi SAW untuk mengganti nama Yatsrib, menyiratkan semacam proklamasi atau deklarasi bahwa di tempat baru itu hendak diwujudkan suatu masyarakat, yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Secara sosial dan politik, sangat teratur atau berperaturan, sebagaimana mestinya sebuah masyarakat ideal.
Madinah merupakan kota yang sangat istimewa di hati umat Islam. Ia menjadi kota suci kedua setelah Makkah al-Mukarramah. Rasul SAW menjadikan kota ini sebagai kota suci (al-Haram). ''Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram, aku pun menjadikan Madinah sebagai tanah haram.'' (HR Muslim).
Sekarang Madinah telah menjadi kota modern yang dihiasi dengan bangunan-bangunan gaya modern, fasilitas yang serba modern. Dari kota Madinah terbentang luas dan panjang banyak jalan bebas hambatan ke segenap penjuru. Bandara Madinah pun, yang berjarak 12 km dari pusat kota, merupakan bandara yang sangat sibuk, karena selain digunakan untuk kepentingan umum dan bisnis, juga untuk kepentingan para jemaah yang mau beribadah sekaligus berziarah di Madinah. (Dadang Sutarjan/

Kota Islam yang Kosmopolitan


JEDDAH bukan sekadar nama kota pelabuhan di Jazirah Arab yang terkenal sejak lama karena kesibukan-kesibukannya di dalam perdagangan, tetapi juga merupakan kota paling ramai dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh pelosok dunia, di dalam rangkaian perjalanan ibadah haji ataupun umrah. Jeddah juga merupakan pintu gerbang menuju kota lain di dalam pelaksanaan ibadah haji ataupun umrah, khususnya kota-kota suci Mekah dan Madinah.
Letak Kota Jeddah di pantai Laut Merah, 75 km dari kota suci Mekah, memiliki arti penting dan strategis bagi kemajuan dan perkembangan Kerajaan Arab Saudi sejak zama dahulu. Pelabuhan Jeddah yang diberi nama "Pelabuhan Islam" (Jeddah Islamic Port) itu, merupakan pintu utama segala kegiatan bisnis, baik dalam bentuk komoditas impor maupun komoditas ekspor.
Ditunjang oleh pusat perdagangan modern yang sangat sibuk, bukan saja untuk Kerajaan Arab Saudi tetapi juga untuk negara-negara tetangganya, Jeddah menjadi kota internasional, berbeda dengan Mekah ataupun Madinah. Karena itu kehidupan di kota ini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di kota-kota lainnya di Arab Saudi, apalagi dibandingkan dengan kehidupan di kota-kota suci Mekah dan Madinah.
Jeddah sebelumnya, pada 2500 tahun yang lalu, hanyalah sebagai desa nelayan. Didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah haji terutama pada masa-masa perjalanan jamaah haji dilakukan melalui laut, bukan melalui udara seperti sekarang ini.
Belum jelas asal usul Jeddah, namun dari sumber sumber yang umumnya dibawa oleh jamaah haji, kata Jeddah berasal dari kata dalam bahasa Arab Jaddah yang berarti nenek sebab di sana ada makam yang diyakini sebagai makam Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia. Sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang berarti lepas pantai.
Banyak cerita mengenai bagaimana bebasnya Jeddah, kota kedua terbesar di Arab Saudi setelah Riyadh. Sebagai kosmopolitan yang didiami banyak ekspatriat dari berbagai negara, Jeddah relatif terbuka dengan budaya luar. Sebutlah, misalnya, tempat-tempat hiburan.
Di samping itu, Jeddah juga merupakan kota diplomatik, sebab di kota inilah berkedudukan istana raja, Departemen Luar Negeri Arab Saudi, dan perkantoran badan-badan perwakilan asing. Pintu gerbang Arab Saudi ini sering dijadikan ajang pertemuan antarbangsa untuk membicarakan masalah-masalah dunia Islam.
Akan tetapi, arti penting Jeddah dalam pengembangan Islam terutama ditentukan oleh kedudukannya sebagai pintu gerbang bagi jemaah haji yang datang ke kota Mekah, Madinah dan Arafah. Keamanan dan keterbukaan kota ini sepanjang sejarah Islam sangat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan rukun Islam yang kelima dan sangat menentukan bagi syarat istitaah (kesanggupan) seorang jemaah haji. (Dadang Sutarjan)

GEMA SHAFA MARWA - DOWNLOAD


  • DOWNLOAD MANASIK HAJI
  • DOWNLOAD MANASIK UMRAH
  • DOWNLOAD BROSUR HAJI
  • DOWNLOAD BROSUR UMRAH
  • DOWNLOAD ETTINERARY PERJALANAN HAJI
  • DOWNLOAD ETTINERARY PERJALANAN UMRAH REGULER
  • DOWNLOAD ETTINERARY PERJALANAN UMRAH PLUS TURKI
  • DOWNLOAD ETTINERARY PERJALANAN UMRAH PLUS MESIR
  • DOWNLOAD ETTINERARY PERJALANAN UMRAH PLUS AQSO
  • DOWNLOAD DAFTAR PENYELENGGARA IBADAH HAJI KHUSUS (PIHK)


HUBUNGI KAMI GEMA SHAFA MARWA


PT. GEMA SHAFA MARWA
TOUR & TRAVEL

RUKO MUTIARA FAZA
JL Condet Raya no.27/RC 2 Gedog,
Pasar Rebo- Jakarta Timur
Telp. (021) 8778 2122, 841 2967
email : gsmhajiplus@yahoo.co.id

GEMA SHAFA MARWA - Itinerary Umroh


Jadwal & Kegiatan Perjalanan Umrah
HARI KE-1
JAKARTA – JEDDAH – MADINAH
Dua jam sebelum keberangkatan diharapkan anda sudah berkumpu di Bandara Internasional Soekarno – Hatta pintu 2 EF,memulai perjalanan ke Jeddah.  Tiba di Jeddah melanjutkan perjalanan ke Madinah.Tiba di Madinah, check-in Hotel untuk beristirahat.
HARI KE – 2
MADINAH
Setelah sholat Subuh sarapan, jamaah akan mulai berziarah ke Makam Rasulullah / Raudhah, yang berada di lokasi Masjid Nabawi Madinah. Berziarah di Masjid Nabawi tidak lengkap bila tidak mengunjungi salah satu bagian masjid yaitu Raudhah. Bagi mereka yang berdoa di Raudhah Allah SWT akan mendengarkan doa tersebut. Memperbanyak ibadah.
HARI KE – 3
MADINAH – MEKKAH
Setelah sholat Subuh sarapan, jema’ah akan melaksanakan ziarah ke Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW. Masjid Qiblatain ( Masjid 2 Kiblat ), di masjid ini pertama kalinya Nabi Muhammad menerima Wahyu Allah untuk merubah arah Kiblat dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Masjidil Haram di Mekkah. Sab’ah, Jabal Magnet, dan juga Jabal Uhud, lembah gunung tempat terjadinya perang Uhud yakni peperangan antara umat Islam dengan kaum kafir Quraisy. Diakhir ziarah anda akan dibawa ke Pasar Kurma, melihat atau membeli kurma untuk dibawa pulang.
Melanjutkan perjalanan ke Mekkah, sebelumnya anda akan berhenti sejenak di Adbyar Ali ( Bir Ali ) yang merupakan tempat anda mengambil MIQOT sebelum anda meneruskan perjalanan ke Mekkah.
Tiba di Mekkah, check-in Hotel untuk beristirahat. Mengerjakan Umrah Pertama
HARI KE -  4
MEKKAH
Memperbanyak ibadah anda di Masjidil Haram.
HARI KE – 5
MEKKAH
Memperbanyak ibadah anda di Masjidil Haram.
HARI KE – 6
MEKKAH
Setelah sholat Subuh sarapan pagi, Jemaah akan berziarah ke Padang Arafah,Jabal Rahmah (sebuah tugu peringatan untuk mengenang tempat bertemunya nenek moyang manusia yakni Nabi Adam dan Siti Hawa), selanjutnya anda dibawa ke Mina, Muzdalifah. Terdapat Gua Hira tempat Nabi Muhammad pertama kali menerima wahyu dari Allah, dan tempat bersejarah lainnya yakni Jabal Tsur, tempat dimana nabi Muhammad bersama Abu Bakar Assyidiq berlindung bersama digunung tersebut sewaktu hijrah ke Maddinah. Tempat terakhir yang anda kunjungi adalah Masjid Ji’ronah dimana anda akan mengambil Miqot serta untuk mengerjakan Umrah kedua.
HARI KE – 7
MEKKAH – JEDDAH
Melaksanakan Thawaf Wada’ dan Sholat Dzuhur (Sholat Jumat) berjamaah.
Berangkat ke Jeddah, tiba di Jeddah City Tour mengunjungi Laut Merah, Masjid Terapung, dan shoping Center balad.
HARI KE – 8
JEDDAH – JAKARTA
Setelah sarapan acara bebas buat anda.
Berangkat ke Airport dan bertolak ke Jakarta
HARI KE – 9
JAKARTA

Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons