film dokumenter Haji "Inside Mecca"
halalmartfathiyah
01.04
No comments
film dokumenter Haji
"Inside Mecca"
"Inside Mecca"
Proses perluasan Masjidil Haram membuat kuota haji tahun 2013 di kurangi
halalmartfathiyah
00.50
No comments
![]() |
| perluasan masjidil haram-gsm haji |
Demi kenyamanan dan kekhusyukan kaum Muslim beribadah haji, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memangkas kuota haji seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Kementerian Agama menetapkan tiga kriteria calon jamaah haji yang ditunda keberangkatannya pada tahun ini.
"Tadi pagi sudah diputuskan, ada tiga kriteria yang ditetapkan untuk ditunda keberangkatannya," kata Dirjen Peneyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/6).
Tiga kriteria itu, pertama, usia calhaj di atas 75 tahun. Kedua, memiliki keterbatasan fisik, misalkan menggunakan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat. Ketiga, bagi yang pernah naik haji kecuali dia adalah pembimbing atau yangberfungsi menjadi mahram.
Jamaah yang memenuhi ketiga kriteria itu, ditunda keberangkatannya dan diprioritaskan pada tahun 2014.
Kapan bisa diketahui nama-namanya, Anggito belum bisa memberikan kepastian waktunya.
"Tadi pagi sudah diputuskan, ada tiga kriteria yang ditetapkan untuk ditunda keberangkatannya," kata Dirjen Peneyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/6).
Tiga kriteria itu, pertama, usia calhaj di atas 75 tahun. Kedua, memiliki keterbatasan fisik, misalkan menggunakan alat bantu seperti kursi roda atau tongkat. Ketiga, bagi yang pernah naik haji kecuali dia adalah pembimbing atau yangberfungsi menjadi mahram.
Jamaah yang memenuhi ketiga kriteria itu, ditunda keberangkatannya dan diprioritaskan pada tahun 2014.
Kapan bisa diketahui nama-namanya, Anggito belum bisa memberikan kepastian waktunya.
Perluasan Masjidil Haram kabarnya baru tuntas pada 2016.
Ilustrasi pembangunan Masjidil haram :
Pembatasan kouta umrah sa'ban dan ramadhan 1434 H
halalmartfathiyah
02.35
No comments
![]() |
| pembatasan kouta umrah sa'ban dan ramadhan 1434 H |
Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad dan Sekjen Himpuh Muharom Ahmad beserta jajaran pengurus lainnya di kantor Himpuh, Jakarta, Selasa (4/6).
Menurut Baluki Ahmad, Himpuh mendapat surat resmi dari Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Kartono pada tanggal 29 Mei 2013 tentang Pengurangan Kuota Visa Umrah dari Kementerian Haji Arab Saudi.
Surat itu menyebutkan Kementerian Haji Arab Saudi trlah mengeluarkan kebijakan pengurangan kuota jemaah umrah atau kuota visa umrah pada bulan Syaban dan Ramadhan sekitar 50 persen. Mengingat animo jemaah yang tinggi, Himpuh dan penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan yang berakibat pada jemaah umrah maupun PPIU itu sendiri.
"Himpuh berharap masyarakat dan kaum muslim Indonesia dapat memahami kondisi ini, terutama bagi yang telah mendaftar atau yang akan mendaftar umrah namun tidak dapat diberangkatkan.Hal ini bukan ketidak mampuan travel atau PPIU tetapi akibat kebijakan pembatasan kuota umrah pemerintah Arab Saudi tersebut," kata Baluki.
Dari data Himpuh, sejak umrah dimulai pascahaji awal tahun 2013 hingga saat ini telah mencapai 500 ribu jemaah yang terdaftar berangkat. Sedangkan bulan Syaban dan Ramadhan diketahui setiap tahun animo jemaah umrah seluruh dunia meningkat hingga mencapai 3 juta di Tanah Suci. Begitu pun jemaah umrah Indonesia berkisar 50 ribuan lebih pada kedua bulan itu.
Dari aturan baru pemerintah Arab Saudi tersebut, menurut Baluki,jemaah umrah seluruh dunia diberikan kuota umrah sekitar 500 ribu dan Indonesia hanya mendapat kuota 18 ribu orang pada dua bulan tersebut.
Dijelaskan kebijakan Arab Saudi itu, diperkirakan sedang melakukan renovasi pembangunan gedung dan persiapan haji yang lebih baik sehingga meiakukan pembatasan umrah. Untuk itu, kata dia, Himpuh mengimbau PPIU agar agar berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyewa hotel dan penerbangan sebelum mendapat kepastian visa yang diperoleh dari provider visa.
Himpuh juga mengimbau masyarakat agar tidak terbujuk iming-iming pada perusahaan atau travel yang menawarkan kepastian pemberangkatan umrah. "Apalagi terhadap travel yang tidak berizin dari Kemenag kami imbau masyarakat hati-hati tidak mudah terbujuk agar tidak merugi nanti," tegas Baluki.
Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Kartono membenarkan pada tanggal 29 Mei 2013 telah menyurati Himpuh, juga asosiasi haji lainnya, Amphuri dan Asphurindo tentang Pengurangan Kuota Visa Umrah dari Kementerian Haji Arab Saudi.
"Ya benar, Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan kebijakan pengurangan kuota jemaah umrah atau kuota visa umrah pada bulan Syaban dan Ramadhan sekitar 50 persen," kata Ahmad Kartono, Selasa (4/6).
Ia mengingatkan agar masyarakat dan PPIU mengantisipasi kebijakan tersebut, khusus kepada masyarakat, Kartono berpesan untuk beribadah umrah pada travel resmi atau PPIU yang memiliki izin Kemenag.
Soal pembatasan jumlah jemaah umrah ia juga senada dengan Himpuh yang memperkirakan 500 ribu orang untuk seluruh dunia dan Indonesia mendapat kuota 18 ribu. Begitu pun alasan pembatasan terkait dengan renovasi dan persiapan haji tahun ini.
Kartono menegaskan PPIU harus mengikuti aturan pemerintah Arab Saudi, menurut dia bagi yang telah mendapat visa adalah PPIU yang berizin Kemenag. "PPIU jangan meniming-iming jemaah memastikan dapat berangkat padahal ada pembatasan kuota umrah Arab Saudi. Begitu pun jemaah mesti berhati-hati dan mencari informasi yang benar ke asosiasi umrah-haji serta kami di Kemenag tentang travel atau PPIU yang resmi dan yang tidak resmi,"cetusnya.
Ia mempersilakan masyarakat untuk membuka situs atau website kemenag:www.kemenag.go.id guna melihat PPIU yang berizin resmi Kemenag.(Syarief Oebaidillah) Metrotvnews.com,
Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram
halalmartfathiyah
00.28
No comments
![]() |
| Darul Arqam dan Masjid-masjid di Sekitar Masjidil Haram |
MAKKAH–Jumat lalu, saya memilih shalat Ashar di Masjid Kucing, sekitar 200
meter dari Bab Salam Masjidil Haram. Tentu tak ada pemandangan langsung ke
Kabah. Jamaah penuh.
Tak jauh dari Masjid
Kucing, juga ada sebuah masjid lagi. Sebelum Ashar, posisi kami berada di depan
masjid nyang satu itu,juga sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjidil Haram.
Saat kumandang Ashar,
suara adzan dari masjid itu kurang enak di telinga, sehingga kami memilih
berjalan ke Masjid Kucing. Saat shalat Jumat, kami shalat di Masjidil Haram.
Jamaah penuh. Cukup susah kami mencari tempat di bagian depan yang bisa
langsung melihat Kabah. Yang kosong tinggal di pelataran Kabah, tapi cuaca
cukup panas, sehingga kami memilih naik ke lantai dua. Pun, penuh.
Di masa lalu,
pelataran Kabah yang dipakai untuk tawaf tergolong sempit. Hanya 21 meter dari
Kabah, karena di meter ke-21, sudah ada bangunan yang melindungi sumur Zamzam.
Bertambahnya jamaah membuat bangunan berukuran 88,8 meter persegi itu
dibongkar, sehingga pada 1381-1388 dilakukan perluasan tempat tawaf. Mimbar
juga dipindahkan. Maqm Ibrahim direnovasi. Kerikil dihilangkan.
Abdullah ibn Zubair
adalah orang pertama yang memberi ubin di tempat tawaf. Ubinnya bergaris tengah
lima meter. Hingga 1375 Hijriyah, sumbangan marmer terus berdatangan, dengan
bentuk oval saling berhadapan. Lantai tawaf itu dibuat dari marmer dingin,
sehingga menahan panas matahari.
Untuk membuat dingin
Masjidil Haram, disediakan sentral penyejuk udara. Udara disalurkan lewat
terowongan yang menghubungkan sentral pendingin dengan satuan pendingin di
tiang-tiang masjid.
Di mala lalu, saat
tempat tawaf masih sempit dan jamaah masih sedikit, untuk shalat cukup
dilakukan di belakang Maqm Ibrahim. Imam dan jamaah berada di situ.
Bertambahnya jamaah, membuat shaf melingkari Kabah perlu dipikirkan. Maka,
Gubernur Makkah Khalid bin Abdullah al-Qusary (wafat 120 Hijriyah) menata shaf
melingkar itu. Dengan shaf melingkar itu, orang yang shalat tetap menghadap dan
bisa melihat ke Kabah.
Maka, ketika kami
shalat di Masjidil Haram, kami juga berupaya bisa shalat di posisi yang bisa
melihat langsung Kabah. Jauh dari pelataran Kabah, kita sudah tak bisa melihat
Kabah. Tiang-tiang Masjidil Haram berikut atap dan lainnya, telah menghalangi
penglihatan langsung ke Kabah.
Di sekitar Masjidil
Haram, dulu juga ada masjid yang dibangun oleh ibunda Khalifah Harun Al-Rasyid,
al-Khuzairan. Masjid ini tepatnya berada di bekas lokasi rumah Nabi, pada 1957,
masjid itu dibongkar, kemudian dibangun perpustakaan.
Khuzairan semula
adalah budak Mahdi al-Abbasi. Ia juga membangun masjid sekitar 36 meter sebelah
timur Safa. Masjid ini dibangun pada 787 Masehi, dibekas lokasi Darul Arqam,
rumah Arqam ibn Abi al-Arqam. Rumah sahabat Nabi ini menjadi pusat syiar Islam
di awal-awal kenabian Muhammad. Saat itu belum genap 40 orang yang memeluk
Islam. Dari rumah ini, syiar dilakikan secara sembunyi-sembunyi. “Muslim yang
bru masukIslam berkumpul dan melaksanakan shalat di dalamnya secara
sembunyi-sembunyi pula,” tulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, dalam buku
Sejarah Mekah.
Syiar Islam baru
dimulai terang-terangan, ketika Umar bin Khathab muncul sebagai orang ke-40
yang memeluk Islam. Pada 1955, Masjid Arqam dihancurkan demi perluasan Masjidil
Haram,sehingga lokasi masjid ini sekarang menjai pelataran Masjidil Haram. Nama
Arqam kemudian diabadikan sebagai nama pintu pertama di tempat sai, samping
Safa. Namanya Pintu Darul Arqam.
Tak jauh dari Masjidil
Haram pula, ada Masjid Jin. Masjid ini sekitar 1 km dari Masjidil Haram
–sekitar 100 meter dari kompleks makam Mala, tempat Siti Khadidjah dikuburkan.
Lokasi Masjid Jin ini dulunya merupakan lokasi yang dipakai Nabi menulis surat
ke Ibn Masud. Saat itu, ada rombongan jin yang ingin membaiat Nabi. Rombongn
jin ini sebelumnya telah bertemu Nabi di Nakhlah. Pada tahun ke-10 kenabiannya,
Nabi pergi ke Thaif, kemudian ketika pulang dari Thaif bertemu rombongan jin
itu di Nakhlah.
Penduduk yang tinggal
atau bekerja di sekitar Masjidil Haram tak selalu shalat di Masjidil Haram. Di
jam-jam shalat, mereka memilih ke masjid terdekat, seperti Masjid Kucing dan
Masjid Jin, dan juga masjid lainnya yang berada di sekitar Masjidil Haram.
Lokasi Masjid Kucing
ini dipercaya sebagai sebagai lokasi rumah Abu Hurairah, salah satu sahabat
Nabi. Abu Hurairah berarti Bapak Kucing. Hanya jamaah dari Indonesia yang
menyebut masjid itu sebagai Masjid Kucing. Di Makkah, masjid ini dikenal
sebagai Masjid Rayah atau Masjid Abu Hurairah.
Kami berencana safari
shalat di masjid-masjid bersejarah di sekitar Masjidil Haram. Jumat malam, kami
mencoba menyambangi Masjid Jin, tapi tutup. Masjid-masjid di sekitar Masjidil
Haram, hanya buka di waktu-waktu shalat. Kalau Masjidil Haram, buka 24 jam.
priyantono oemar
Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah
halalmartfathiyah
00.12
No comments
![]() |
| Ziarah : Uhud, Magnet Bagi Jamaah Umrah |
MADINAH–Bulan ramadhan
menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci
Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs
tempat kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
Ribuan orang
mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk
mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal,
buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang
jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan
rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi
keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim,
seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas mengunjungi kios-kios usai
berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud.
“Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto
ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan
diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di
masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri
tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain
berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer
mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang
ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari
tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled
Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif
untuk satu foto SR 10 dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel
telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan
antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah
pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah,
dimana sebelumnya telah didahului Perang Badar (624 M / 2 H) di mana
pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah
yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran
Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di
bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari
belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran,
setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul
mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu
tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite
terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang
sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu
belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari
balik bukit itu.
Kala itu merupakan
kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak
pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan
Abdullah bin Jubair.
Arabnews/Slamet Riyanto
Ziarah : Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy
halalmartfathiyah
00.09
No comments
![]() |
| Ziarah Haji Umrah GSM |
Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram
di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak
lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur,
perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.
Jabal Tsur atau Gunung
Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu
puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang
dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA.
Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.
Kala itu, tahun 622
Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari
tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak
menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran
untuk menghalangi niat Rasulullah.
Dalam kondisi terdesak,
Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan
Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus
itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum
kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah
berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan
sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.
Kaum kafir Quraisy tak
melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang
yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati
terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat
langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan
di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua
Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat
itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah
menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan
sahabatnya.
Ketika keduanya berada
dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita,
karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati
(kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak
olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama
Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi
Mahabijaksana.””
Dulu, saat musim haji
banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun,
kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3
jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan
larangan naik ke Jabal Tsur.
Jamaah kini hanya bisa
menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan
yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan
berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan
sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.
Sambil mendengarkan
penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di
Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta
yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit
Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu,
jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan
shalat sunah di dalam gua.
ismail ed:m as”adi/yto
Tips Packing Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
halalmartfathiyah
20.11
No comments
Seorang yang sudah berangkat menunaikan umrah terkadang kurang memerhatikan hal-hal yang sebenarnya termasuk penting untuk dipersiapkan.
Disamping mempersiapkan batiniah seperti membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, yaitu bertobat kepada Allah maupun kepada sesama manusia, persiapan lahiriyah juga harus diperhatikan.
Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.
1. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan. Untuk jamaah haji laki-laki, perlu diperhatikan perlengkapan sebagai berikut:
• Pakaian untuk sehari-hari. Baiknya disesuaikan dengan lama di Tanah Suci.
• Kain ihram 1 atau 2 stel.
• ikat pinggang.
• Keperluan mandi.
• Kain sarung 2 buah.
• Pakaian untuk sehari-hari. Baiknya disesuaikan dengan lama di Tanah Suci.
• Kain ihram 1 atau 2 stel.
• ikat pinggang.
• Keperluan mandi.
• Kain sarung 2 buah.
Sementara bagi wanita, perlengkapan yang harus diperhatikan adalah:
• Mukena atas saja, minimal 2 buah.
• Tunik putih atau rok putih untuk ihram 2 buah.
• Baju sehari-hari secukupnya.
• Tudung atau mukena pendek untuk sehari- hari 2 buah.
• Kaos kaki sekitar 6 pasang.
• Mukena atas saja, minimal 2 buah.
• Tunik putih atau rok putih untuk ihram 2 buah.
• Baju sehari-hari secukupnya.
• Tudung atau mukena pendek untuk sehari- hari 2 buah.
• Kaos kaki sekitar 6 pasang.
Sementara perlengkapan yang diperlukan baik pria maupun wanita, adalah;
• Mantel untuk tidur (bagi yang tidak kuat AC).
• Selimut tipis.
• Sandal jepit 2 pasang.
• Tudung atau mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah.
• Kaos kaki sekitar 6 pasang.
• Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tidak mudah lepas.
• Obat-obatan pribadi.
• Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah.
• Gunting kecil untuk tahallul;
• Payung.
• Senter.
• Biaya untuk dam, kurban dan sebagainya.
• Mantel untuk tidur (bagi yang tidak kuat AC).
• Selimut tipis.
• Sandal jepit 2 pasang.
• Tudung atau mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah.
• Kaos kaki sekitar 6 pasang.
• Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tidak mudah lepas.
• Obat-obatan pribadi.
• Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah.
• Gunting kecil untuk tahallul;
• Payung.
• Senter.
• Biaya untuk dam, kurban dan sebagainya.
Selain itu, untuk kemudahan dalam perjalanan umrah, bawalah uang riyal (mata uang Saudi) recehan 1, 5, 10, 50 yang akan berguna untuk memberi tips pada para porter di Bandara Jeddah.
Menandai koper, kaos Muslim, dan tas jinjing dengan tanda mencolok seperti pita berwarna terang atau stiker yang menyala juga sangat berguna dalam perjalanan. Hal ini mempermudah mencari koper di antara ratusan koper lain yang sama.
Disamping itu, bawalah perlengkapan mandi dalam tas kecil atau dalam travelling bag (jangan dalam koper). Hal ini berguna ketika kita menunggu di bandara Jeddah yang waktunya lama dapat kita manfaatkan untuk mandi sehingga badan menjadi segar.
Membawa buku-buku agama dan buku bacaan juga akan sangat berguna menemani anda selama dalam perjalanan. Selain itu, tasbih juga akan memotivasi kita untuk banyak berzikir disamping membaca buku-buku agama yang ringan.
Buku-buku tersebut sangat membantu memanfaatkan waktu ketika lama duduk di pesawat, ketika dalam bis antara Makkah dan Madinah, dan ketika dalam masa-masa menunggu.
Bawalah obat wajib yang sering dan cocok diminum ketika sakit antara lain:
• obat yodium;
• plester;
• obat sakit perut/maag/diare;
• oralit;
• obat batuk;
• obat penurun panas;
• balsam/minyak kayu putih;
• obat anti masuk angin (jamu juga boleh).
• obat yodium;
• plester;
• obat sakit perut/maag/diare;
• oralit;
• obat batuk;
• obat penurun panas;
• balsam/minyak kayu putih;
• obat anti masuk angin (jamu juga boleh).
Bawalah semprotan air yang ringkas. Ini berguna untuk memelihara kelembapan wajah dan mengurangi dehidrasi. Selain itu, pelembap wajah juga akan sangat berguna ketika cuaca dingin wajah sering kering dan pecah-pecah.
Pelembap bibir juga perlu disedikan untuk antisipasi ancaman dehidrasi. Biasanya bibir yang paling dulu menjadi kering. Belilah pelembap bibir tanpa arorna. Untuk mencuci, cukup membawa deterjen yang sachet agar tidak memakan tempat. Sebelumnya, gunakan plastik pembungkus ganda agar tidak bocor.






















