Responsive Banner design

Transit di Abu Dhabi Saat Penerbangan Umroh

Untuk mensiasati harga paket Umroh Murah Terkadang banyak dari travel penyelenggara umroh menggunakan penerbangan umroh tidak langsung menuju Jeddah maupun Madinah. Salah satu tempat transit, terutama bagi mereka yang menggunakan maskapai Etihad adalah di Bandara Abu dhabi International Airport khususnya di terminal 3. Semoga tulisan mengenai suasana transit saat penerbangan umroh di bandara internasional ini dapat bermanfaat, terutama bagi calon jamaah yang dalam waktu dekat akan melakukan penerbangan umroh dengan transit terlebih dahulu di bandara Abu Dhabi.

Abu dhabi International Airport  merupakan airlines hub atau bandara penghubung dari maskapai Etihad Airways. Maskapai ini berasal dari Uni Emirat Arab menjadi langganan penerima penghargaan maskapai terbaik dunia dari lembaga pemeringkat SkyTrack, dan menjadi salah satu dari 7 Makapai tebaik dalam penerbangan umroh selain emites. Saat ini Etihad tercatat sebagai sponsor resmi setelah pemiliknya memegang kendali atas klub sepakbola Manchester City, dimana Etihad stadium menjadi markas nya.
Ketika jamaah umroh menggunakan maskapai Etihad dalam penerbangan umroh nya, maka dipastikan pesawat akan transit di Abu Dhabi. Pesawat Etihad akan terparkir dengan rapi bersama dengan “teman – teman” nya sesama maskapai Etihad di area parkir yang dihubungkan dengan garbarata (sebuah jembatan berdinding dan beratap yg menghubungkan ruang tunggu penumpang atau terminal kedatangan, dengan pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang keluar/masuk  dari lambung pesawat).  Namun adakalanya pesawat Etihad yang berbadan lebar (biasa nya menggunakan tipe pesawat Boeing 777-300ER) parkir di area yang lumayan jauh dari gedung  terminal. Tapi jangan khawatir, pesawat yang mampu menampung 28 penumpang di Kelas Bisnis Pearl dan 384 penumpang di Kelas Ekonomi Coral telah mempersiapkan bus khusus menuju ke terminal kedatangan.Sesampainya para jamaah di terminal kedatangan, mohon diperhatikan tanda arah “Flight Transfer”. Ikuti petunjuk arah yang tertulis dalam neon box tersebut.
Bandara Abu Dhabi memang tidak sebesar bandara internasional Dubai. Entah mengapa, meskipun sama – sama berasal dari maskapai raksasa Uni Emirat arab, Bandara ini tidak dibuat semegahan, selengkap dan seluas bandara Internasional Dubai, markas dari maskapai Emirates. Layar-layar monitor yang khusus menampilkan informasi gate (pintu) dan jam keberangkatan pesawat tidak banyak tersedia, dan kalaupun ada ukuran tulisan nya pun relatif kecil, sekali lagi  tidak seperti di bandara Dubai, dimana layar informasi tersebut jelas terpampang di titik strategis dan dengan ukuran yang cukup besar serta mudah ditemukan.  Di saat transit dan transfer pesawat, ada baiknya jamaah umroh jangan terpisah dari rombongan penerbangan umroh. Namun jika terlepas dari rombongan, jangan ragu bertanya, namun jika jamaah kesulitan terkendala bahasa, tunjukkan tiket maupun  boarding  pass. Maka petugas bandara akan membantu menunjukkan tempat yang dimaksud.
Ketika jamaah mengikuti petunjuk arah Flight Transfer diatas, maka akan bertemu pada bagian custom  clearance. Salah satu proses utama custom clearance adalah pemeriksaan dengan metal detector. Sebelum ikut memasuki antrian untuk proses custom clearance di bandara Abu dhabi, ada baiknya segala benda yang mengandung unsur logam, termasuk perhiasan, jam tangan, sabuk, handphone, power bank, passport, dan tiket semua dimasukkan ke dalam tas yang terpisah dari badan. Sebelum melanjutkan penerbangan umroh, saat melewati metal detector,  segala benda yang mengandung logam akan menyebabkan alarm pada metal detector berbunyi. Tak mau kecolongan benda berbahaya, petugas bandara akan menyuruh jamaah melewati metal detector kembali, sampai alarm benar – benar tidak berbunyi. Apabila jamaah telah lolos dari pemeriksaan custom clearance, maka kita akan diarahkan menuju duty free.
Di deretan pertokoan bebas bea pajak ini terdapat beberapa konter pakaian, parfum, tas, perhiasan, elektronik, termasuk makanan dan minuman, tak terkecuali yang mengandung alkohol. Ya, meskipun penduduk Abu dhabi mayoritas beragama Islam, namun entah mengapa di Bandara ini meyediakan minuman beralkohol. Bagi calon jmaah dalam penerbangan umroh yang tidak membawa mata uang lokal (Arab Emirates Dirham/AED), transaksi disa dilakukan dengan mata uang USDollar, Euro, dan dapat pula menggunakan kartu debit maupun kartu kredit berlogo MasterCard, Visa, dll. Dengan membawa kartu kredit maupun debit, selain dapat sekedar berbelanja makanan dan minuman saat transit, “kartu sakti”  ini juga dapat membantu jamaah dalam memanfaatkan ATM di saudi Namun bagi jamaah yang hanya membawa uang tunai,  maka terdapat satu money changer yang terletak di dekat konter telephone internasional.
Layaknya sebuah Mall di dalam bandara, lantai 2 deretan pertokoan duty free ini pun terdapat restoran, dan food courts. Ada beberapa macam counter restoran mulai fast food, burger, hingga makanan arab dan timur tengah pun tersedia. Sayangnya jika ingin membeli makanan di food court, kebanyakan counter makanan disini menggunakan mata uang Dirham (UAE). Sehingga jamaah penerbangan umroh harus rela menukarkan ke money changer, namun sebaiknya dalam jumlah yang sekiranya mencukupi sekedar untuk berbelanja di bandara Abu dhabi. Sambil menunggu waktu transit penerbangan umroh selesai yang biasa nya memiliki jeda 2 hingga 4 jam, jamaah bisa beristirahat sambil menikmati aneka makanan di food court. Bagi jamaah penerbangan umroh yang tidak berminat untuk berbelanja di Abu dhabi duty free, kesempatan transit ini dapat dimaksimalkan untuk sekedar beristirahat di waiting lounge.
Bagi jamaah yang merasa cukup berbelanja maupun menikmati aneka macam makanan di food courts, begitu keluar dari area duty free, maka akan langsung menjumpai area terminal (gate)  keberangkatan. Penerbangan umroh yang transit di terminal 3 Bandara Abu dhabi ini akan menjumpai pintu (Gate) nomor 28 hingga 41. Jika bingung,  dimana pintu keberangkatan pesawat penerbangan umroh menuju Jeddah maupun Madinah maupun kembali menuju Jakarta, jangan ragu untuk bertanya pada beberapa petugas yang standby dengan menunjukkan boarding pass maupun tiket. Sebenarnya begitu melewati area pertokoan duty free sudah terpampang TV yang berisi informasi maupun neon box petunjuk arah yang bertujuan membantu jamaah menemukan arah pintu (Gate) yang dicari.
Bagi jamaah yang membawa laptop, tablet, maupun gadget yang terkoneksi wifi, layanan wifi gratis tersedia di area bandara maupun seluruh area pintu keberangkatan. Pihak Bandara juga melengkapi diri dengan Komputer lengkap dengan koneksi wifi gratis. Sambil menunggu waktu keberangkatan, jamaah dapat membuka jejaring sosial, browsing, atau sekedar membuka email. Fasilitas inipun dapat dimanfaatkan untuk tetap eksis update status untuk memberi kabar kepada teman, saudara, atau tag foto selfi bersama keluarga dekat. 
Hanya saja ketika jamaah mengakses melalui komputer yang disediakan pihak bandara ini, secara otomatis setelah waktu 30 menit habis, sambungan internet akan mati dan jamaah harus mengulang login kembali melalui provider Abu Dhabi Internet Connection. Tak cuma koeksi internet, di layar komputer itupun jamaah dapat mengecek informasi mengenai kapan waktu dan pintu keberangkatan pesawat penerbangan umroh.Tinggal memasukkan informasi kode penerbangan maupun nama maskapai dan jam keberangkatan, layanan ini tersedia hanya dalam bahasa Arab dan Inggris. Informasi mengenai ini bisa kita akses juga melalui tablet atau smartphone.
Demikian informasi mengenail suasana transit dalam rangkaian penerbangan umroh di Abu dhabi International Airport,  harapan nya semoga bermanfaat terutama bagi jamaah yang belum pernah transit dan mungkin saja dalam waktu dekat akan melakukan Penerbangan Umroh dan  transit disana.

Umroh Backpacker - Umroh Mandiri secara Murah

Umroh Backpacker - Umroh Mandiri secara Murah.....

Sebelum kerja sebagai Pramugari Haji dan pernah tinggal sementara waktu di Posko Haji -Jeddah, Arab Saudi, saya pernah dengar cerita tentang umroh backpacker. Reaksi pertama saya saat itu OMG. Really? Masak sih?. Maklum saat itukan saya belum pernah umroh. Ya ampun boro-boro bisa umroh, bisa nabung tiap bulan aja udah syukur Alhamdulillah he... he... he..... Saya balik bertanya kepada temen yang ngasih berita itu bagaimana caranya?. Dia juga kurang begitu tahu dan bingung. Kecewa berat, bahkan dihati bilang nggak mungkin....

 Namun, saat ini bagi rekan-rekan yang ingin menunaikan ibadah umroh backpacker-an insyaAlloh sy bisa saya bantu mengurusnya......

Lalu, setelah bekerja sebagai Pramugari Haji dan sempat tinggal di posko haji - Jeddah (alhamdulillah nyaris setiap week-end bisa umroh), saya dapat info dari temen-temen sesama pramugara, ternyata umroh backpacker-an itu bisa dan nggak susah. Asal kita tahu cara dan prosedurnya. Meski labelnya umroh backpacker namun insyaallah tidak menganggu ke-khusyu-an beribadah kok..! Istilah gampangnya, umroh backpackerselain murah juga berwisata religi sekaligus beribadah.

Bagaimana sih caranya? Pasti reaksi pertama para pembaca begitu. Sama dong dengan saya waktu pertama mendapat kabar tentang umroh backpakcker. Yuk kita intip satu-satu tahapannya:

1. Visa
Visa merupakan komponen penting untuk berkunjung ke negara lain, termasuk ke Saudi. So, langkah pertama kita adalah membuat visa umroh. Ada berita baik dan buruk untuk pembuatan visa umroh ini. Mau mana duluan? He... he... he... Berita buruknya, visa umroh tidak bisa diajukan perorangan melainkan harus melalui agen-agen wisata yang sudah mengantongi ijin umroh. Berita baiknya, di Indonesia agen-agen yang mengantongi ijin umroh sudah banyak dan menjamur, khususnya di kota-kota besar. Tahu sendirirah, umroh dan haji kan salah satu bisnis yang katanya untungnya lumayan.

Untuk membuat visa umroh, anda bisa mendatangi agen wisata umroh terdekat guna diajukan dan diproses visa umroh. Anda ke agen hanya untuk pembuatan visa saja sedangkan perjalanan anda atur sendiri.
Untuk biaya, pembuatan visa umroh itu berkisar antara $ 200 - $ 400 per orang. Kalau dirupiahkan ya sekitar antara Rp. 2.000.000,- 4.000.000,- (dengan kurs $ 1 = Rp. 10.000,-). tergantung bulan dan quota umroh dari pemerintah Saudi Arabia ...:
Februari s/d  April  :  $ 200
Mei  s/d  Juni   :  $ 300
Juli  s/d  Agustus  :  $ 400

2. Pesawat
Sebelum mengurus VISA Umroh, anda dipersilahkan mencari sendiri tiket pesawat Jakarta Jeddah PP. Untuk tiket ini diserahkan sepenuhnya kepada anda. Bagi anda yang sudah biasa melakukan backpacker, urusan tiket pesawat mungkin bukan hal yang susah ya, namun bagi temen-temen yang belum terbiasa, mungkin menjadi kendala. Untuk itu saya ada sedikit tips dalam mencari tiket yang murah dan pas buat anda yang hendak beribadah umroh dengan cara backpacker.

Untuk tiket Pesawat Air Asia, ada baiknya Anda membeli tiket 6 - 12 bulan sebelum keberangkatan karena harga dapat dibeli dengan murah.  Untuk PROMO FREE  SEAT  AirAsia tahun 2013 , bisa hanya sekitar 4 Juta Rupiah untuk perjalanan JAKARTA - JEDDAH  ( PP) , sementara untuk PROMO biasa berkisar : 6 JT - 8 JT untuk tiket pulang pergi JAKARTA - JEDDAH

Musim umroh itu sama dengan musim-musim wisata lain. Ada peak season ada low season-nya juga. Saat peak season harga tiket pasti normal dan pastinya lebih mahal daripada low season. So, disarankan anda untuk booking tiket saat low season saja. Pertanyaannya sekarang adalah? Low season itu kapan ya? Low season umroh itu adalah di bulan FEBRUARI  hingga bulan  APRIL


3. Transportasi di Saudi
Setibanya anda di Saudi, anda harus dijemput oleh agent dimana anda meminta untuk dibuatkan visa (setiap agent wisata umroh di Indonesia, selalu mempunyai cabang atau rekanan di Saudi) karena jika tidak ada yang menjemput, petugas bandara tidak memperbolehkan anda keluar bandara. Harap dimaklumi bahwa di Saudi banyak tenaga kerja illegal yang menggunaka visa umroh padahal tujuannya untuk bekerja bukan semata-mata untuk umroh. Saudi sudah kepayahan mengantisipasi datangnya tenaga kerja illegal seperti itu.

So, saat anda mengajukan visa ke agent umroh, anda juga minta orangnya agent tersebut menjemput anda saat pertama tida di bandara untuk menghindari hal-hal yang tidak diperlukan. Biaya penjemputan sekitara $ $ 200 / mobil ( bila anda ber-dua maka masing-masing $ 100...maka bila ber-10 orang masing-masing = $ 20 )
Setelah anda dijemput oleh orang agent, anda bebas memilih transportasi selama anda di Saudi. Sekarang sudah banyak travel-travel lokal yang siap membantu anda ke tempat tujuan baik Mekkah, Jeddah maupun Madinah. Bagusnya lagi, orang-orang Indonesia yang bekerja disini juga ada yang part time bekerja mengantar tamu-tamu umroh selama di Saudi. Biayanya bervariasi namun berkisar antara 500 - 100 Riyal per hari. Bandingkan dengan anda sewa mobil yang perharinya sekitar 2000 Riyal.

Akan lebih murah lagi jika anda hanya ingin diantarakan ke satu tempat kemudian ditinggal, misalnya ke Mekkah saja, selesai ibadah di Mekkah, minta dijemput lagi untuk ke Madinah atau Jeddah, akan lebih murah lagi. Untuk model ini, biaya ke Mekkah sekitar 350 Riyal, sedangkan ke Madinah sekitar 750 riyal.
Jadi, pilihan transportasi selama di Saudi sepenuhnya diserahkan kepada anda.......
Oh ya sekedar infomasi saja, di Arab Saudi, selain umroh di Kabah dan ziarah ke makam Nabi Muhammad S.A.W serta Masjid Nabawi, banyak tempat wisata religi juga lho disini. Ada Masjid Qisas (masjid dimana hukuman pancung dieksekusi), Gua Hira (tempat dimana Nabi Muhammad S.A.W pertama menerima wahyu dari Allah), Gua Tsur, Jabal Uhub (perang besar Uhud terjadi di gunung ini), makam Siti Hawa, sepeda Nabi Adam, masjid apung, Balad (tempat dimana biasanya orang umroh berburu oleh-oleh) dan masih banyak lagi.

4. Hotel
Jangan khawatir mengenai hotel atau tempat tinggal bila anda akan melakukan UMROH BACKPACKER Pada saat low season, banyak hotel yang kosong, bahkan rumah penduduk juga banyak disewakan. Harga hotel saat low season berkisar antara 50 - 100 Riyal perhari. Sedangkan untuk rumah penduduk tergantung nego dengan pemilik. Jika anda pandai bernego, anda bisa dapet lebih murah dari itu. Enaknya lagi, harga 50 100 Riyal perhari itu untuk satu kamar bukan per-orang. Jadi kalau kalian ber-tiga, anda juga cukup bayar segitu. Murah meriahkan?
Menurut informasi yang penulis terima ada beberapa hotel yang biasa digunakan oleh teman-teman Umroh backpacker selama di Saudi, terutama Mekkah dan Madinah:

a. Mekkah
- Burh Alam
- Al Biston
- Lavendar

b. Madinah
- Ares Salam
- Aiyor Taybab
- Bodes Ilyas
Namun hotel-hotel tersebut tidak dapat dipesan melalui internet melainkan langsung datang dan bayar ditempat. Jangan ngeluh ya bro and sis, namanya juga umroh backpacker-an.

5. Makan
Masalah makan selama di Saudi jangan kawatir. Biaya hidup untuk makan disini jauh lebih murah dari Indonesia, kecuali anda makan masakan Indonesia ya. Itupun sebenarnya masakan Indoenesia disini ngggak begitu mahal. Biasa dan standar.

Menurut penulis, sebaiknya anda mencoba masakan non Indonesia mumpung ada di Arab Saudi. Masakan arab disini banyak banget antara fool, maksub, mutabbaq (kalau orang jawa bilang Pizza). Harganya sekitar 2 3 Riyal. Kalau harga roti lebih dahsyat lagi murahnya, sekitar 1 Riyal bahkan ada juga roti yang harganya hanya riyal. Ukuran rotinya nggak semungil di Indonesia tapi gede dan besar plus panjang (sesuai dengan ukuran manusianya kali yak). Bagi anda yang ingin makan nasi, juga banyak pilihan. Ada yang namanya nasi mandi dan nasi bukhari. Nasinya panjang-panjang dengan lauk satu ekor ayam (bisa dibuat seharian deh), dengan harga satu porsi 15 riyal, tapi kita bisa membelinya setengah porsi, nasinya setengah dam ayamnya juga setengah ekor, dengan harga sekitar antara 10-12 riyal.

Intinya kalau makanan di Saudi itu jangan kawatir karena murah, meriah, sehat dan kenyang. Sehat karena makanan arab itu didominasi oleh sayuran dan buah.

6. Pemandu
Pemandu atau istilahnya disini disebut Mutawwif adalah orang yang akan memandu anda dalam melaksanakan ibadah, terutama umroh mengingat umroh bukan ibadah sehari-hari sehingga banyak umat muslim yang belum tahu atau mungkin hanya tahu sebatas dari membaca buku tentang teknis ibadah umroh. Agar lebih jelas mengenai teknis ibadah umroh di lapangan beserta doa-doanya serta pantangan-pantangan selama umroh, anda membutuhkan Mutawwif.
Jangan kawatir, disekitar Mekkah banyak kok Mutawwif yang siap membantu dan membimbing selama anda umroh. Namun tergantung anda, mau menggunakan jasa Mutawwe atau tidak.
Untuk biaya Mutawwe sekitar 100-150 riyal / hari

7. Mahram
Nah ! untuk bagian ini khusus anda yang berjenis kelamin perempuan. Hukum di Saudi mengatur bahwa bagi perempuan jika bepergian harus ditemani suami atau saudara laki-laki. Aturan itu berlaku bagi orang-orang yang ingin berkunjung atau beribadah ke Saudi, termasuk anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.
Bagi anda, perempuan, yang datang ke Saudi tanpa mahram, anda tidak diperkenankan masuk ke Saudi saat tiba di bandara. Jika pun anda berhasil lolos (namun kecil sekali), anda akan kesulitan dalam mencari hotel dan transportasi karena para pemilik hotel tidak akan menerima perempuan yang sendirian tanpa mahram. Juga para sopir atau pemilik mobil akan menanyakan kepada anda mana mahramnya.
Untuk biaya mahram, agent travel biasanya mengenakan biaya sekitar Rp. 350.000,-. Tentunya diluar biaya visa untuk si mahram itu sendiri ya....

8. Pakaian Umroh

Jangan lupa untuk membawa pakaian umroh terutama buat laki-laki mengingat ada pakaian khusus untuk laki-laki yang hendak berumroh, sedangkan untuk perempuan bebas asal menutup semua auratnya.
Meski terlihat sepele namun kalau tidak diperhatikan akan membuat perjalanan anda kurang nyaman dan kerepotan karena sebelum tiba di Mekkah namun sudah sampai miqat, anda, laki-laki yang berniat umroh, wajib menggunakan pakai umroh.

Bagi anda yang tinggal di Jakarta pakaian umroh bisa dibeli disekitar Tanah Abang. Namun untuk di kota-kota lain, dipersilahkan untuk datang ke toko-toko muslim.

Nah. tidak sulit bukan untuk beribadah umroh backpacker-an. Selain biaya murah, anda juga bisa beribadah secara khusu. So, selamat menunaikan ibadah umroh dan jika beruntung kita bisa bertemu di Saudi, khususnya Jeddah.

http://umrah-backpacker-murah.blogspot.com/

LOKASI PETA Hotel HAJI DAN UMROH

LOKASI hotel *4 dan * 5 yang biasa di gunakan oleh PT.Gema PT. Gema Shafa Marwa






PUSAT INFORMASI HAJI UMROH GSM

jakarta, depok, bogor, karawang, solo,balikpapan, jogja, magetan, bali, lampung, palembang.

INFORMASI KE AGENAN HUB. 021 87782122 / 081298216016














Perjalanan Haji dari masa ke masa

Berbeda dengan sekarang, para jamaah Haji di masa lampau untuk pergi ke Tanah Suci mengalami ujian yang sangat berat bahkan tidak sedikit yang meninggal dan tersesat hilang dalam perjalanan menuju ke Tanah Suci. Begitu juga perjalanan kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah Haji, bisa kembali ke tanah air adalah suatu mukjizat. Berikut adalah foto-foto perjalanan ibadah Haji di masa lampau (Tahun 1953):















Setelah melihat foto-foto diatas lalu anda bandingkan dengan perjalan ibadah Haji saat ini jelas sangat jauh berbeda. Perjalanan Ibadah Haji saat ini jauh lebih mudah, cepat dan nyaman. Tapi ironisnya masih banyak umat muslim yang sudah mampu secara materi masih enggan untuk melaksanakan ibadah Haji dengan alasan yang "indah" belum mendapat panggilan dari Allah.

Cobalah ambil hikmahnya setelah anda membaca artikel ini dan melihat foto-foto diatas bukankah secara tidak langsung Allah telah memanggil anda untuk menunaikan ibadah Haji? 

Selama hidup di dunia, Allah melakukan 3 panggilan bagi umat muslim yaitu:
1. Panggilan adzan, Allah memanggil kita untuk melaksanakan ibadah sholat fardu.
2. Panggilan Haji, Allah memanggil kita untuk menjadi tamu Nya di Tanah Suci bagi yang sudah mampu.
3. Panggilan Kematian, Allah memanggil kita jika umur kita sudah habis di dunia ini.
Jangan sampai Panggilan ke 3 tiba tapi kita belum sempat memenuhi panggilan yang ke 2, ayo jangan ragu segeralah melaksanakan ibadah Haji?

Bagi anda yang belum mampu secara materi, jangan berputus asa dan pasrah dengan keadaan. Mulailah diniatkan dengan bulat dalam hati, jangan hanya sepintas saja. lalu mulailah berusaha menabung walaupun hanya kecil jumlahnya. Insya Allah, Allah akan membukakan jalan untuk anda berangkat menunaikan ibadah Haji.

UMROH BERSAMA Dr. MUSLIH ABDUL KARIM


UMROH BERSAMA Dr. MUSLIH ABDUL KARIM, MA
tgl 18 Apri 2014

harga mulai $1850*

informasi pendaftaran hubungi

021 87782122

WA 081298216016

Daftar nama-nama perusahaan Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah (PPIU) terbaru

Daftar nama-nama perusahaan Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah resmi dari Kemenag RI. 

PT. Gema Shafa Marwa Tour terdaftar resmi menjadi Travel Umrah. 

www.gsmhajiumroh.com



Banjir Madinah 2013, Jasad Para Sahabat Ditemukan Masih Utuh dan Berdarah

Subhanallah, Banjir Madinah 2013, Jasad Para Sahabat Ditemukan Masih Utuh dan Berdarah Waktu terjadi banjir di Madinah, kuburan 70 orang keluarga Perang Uhud itu dilanda banjir ditemukan. jasad para sahabat timbul keluar dalam keadaan masih utuh kerana mereka dikuburkan di kawasan padang pasir.

Selepas banjir surut, darahnya masih mengalir harum dan dikuburkan semula tetapi sudah tidak ditandai nama-nama jenazah tersebut dan yang ditandakan kerana dikenali cuma 2 sahaja iaitu Saidina Hamzah RA kerana diketahui dengan luka didadanya, badannya tinggi besar.

Jasadnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih menekup lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah lebih seribu tahun.

Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz RA kerana diketahui telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.

Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja.

Sebuah Kesaksian Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang amat berharga “Qisshatun Nihayah” yang dinukil secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang dialami oleh sebahagian ulama dalam penguburan semula sebahagian sahabat yang gugur syahid di perang Uhud.

Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad mereka seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan.

Sebagai bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada, bahawa bumi tidak memakan jasad mereka.

Berikut adalah sebahagian dari rekaman pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa tersebut. Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah salah seorang yang diundang daripada kalangan ulama besar untuk pemakaman semula para sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di kompleks kuburan syuhada Uhud iaitu sebuah kawasan perkuburan yang terkenal.

Kerana dilanda banjir, maka sebahagian jasadnya timbul ke permukaan. Para ulama diundang untuk menguburkan semula para sahabat tersebut.

Beliau berkata : Di antara orang yang aku kuburkan adalah Hamzah RA, badannya besar, kedua telinga dan hidungnya terpotong, perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya di atas perutnya. Ketika kami menggerakkannya dan mengangkat tangannya, darahnya mengalir.

Aku menguburkannya bersama sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di Uhud.? Dr Thariq As-suwaidan berkata, Ini adalah perkara yang terbukti secara mutawatir dan dengan mata kepala. Semoga Allah SWT menyampaikan kita semua ke darjat para syuhada.

Syaikh Mahmud telah menyampaikan kepada kami tentang aroma harum misk yang berasal darinya ketika darah mengalir dari jasad Hamzah RA.? SubhanAllah, setelah 1400 tahun lebih, betapa agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau.

Betapa utamanya, betapa mulianya, Allah memberikannya kepada para syuhada. Jika seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam di perut bumi yang tak seorangpun melihatnya, lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib RA pakcik Rasulullah SAW Jasad Syuhada Yang Tidak Mengalami Pembusukkan Jabir bin Abdillah bercerita, “Menjelang perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam hari.

Ia berkata: ‘Aku merasa akan menjadi orang yang paling pertama gugur di antara para sahabat Nabi SAW. Sungguh aku tidak meninggalkan sesuatupun yang lebih kusayangi selain engkau, disamping Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya aku memiliki hutang, maka lunasilah. Dan bersikap baiklah kepada saudara-saudara perempuanmu.?’

Keesokan harinya, ia pun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama orang yang lain dalam satu lubang kubur.

Tetapi hatiku merasa kurang selesa membiarkan ayahku berkongsi lubang kubur bersama orang lain.

Enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jasadnya masih tetap utuh sama seperti pertama kali aku menguburkannya.? (Hadis Riwayat Bukhari, Fathul Bari, 3/214 )

Petikan hadis di atas membuktikan di mana ayah Jabir RA terbunuh dalam perang Uhud dan ketika enam bulan kemudian makamnya dibongkar, maka jasadnya tetap utuh. Enam bulan adalah waktu yang lama di mana tubuh mayat seharusnya sudah hancur.

Penelitian membuktikan bahwa 24-36 jam pertama mayat dikuburkan, maka bola mata mulai menonjol dan kornea menghitam.

Cabang-cabang urat nadi mulai terlihat di perut dan dada. 2-5 hari berikutnya, wajah dan seluruh tubuh menggelembung, dari tubuh mayat keluar bau.busuk. Setelah melewati 5-10 hari, kulit mulai rapuh dan tubuh dilitupi larva. Organ-organ tubuh meleleh ke tanah dan.mulai menyisakan tulang saja. (sumber)

(dinukil dari buku Ushuluth Thibbisy Syar’i, oleh Dr. Muhammad.Ahmad Sulaiman)

CATATAN : Dalam buku sejarah bencana banjir pertama kali terjadi pada tahun 46 Hijrah atau 667 Masehi atau 43 tahun setelah Perang Uhud yang ceritanya mirip, iaitu jasad jasad mereka mengapung.

Berlomba dalam kebaikan

Termasuk orang yang pantas dicemburui, bahkan kecemburuan tersebut dipuji dalam Islam adalah orang yang memiliki kelebihan dalam harta tapi dia selalu menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Karena kecemburuan ini dapat menjadi motivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan yang diperintahkan dalam agama. Allah berfirman:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan” (QS al-Baqarah: 148).

Jadi cemburu dan iri kepada kelebihan harta yang dimiliki seseorang bukan karena kelebihan harta yang dimilikinya semata-mata, akan tetapi karena motivasi kebaikan besar yang dimilikinya dengan banyak membelanjakan hartanya di jalan Allah. Inilah sebaik-baik harta yang dimiliki oleh orang yang beriman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sebaik-baik harta yang shaleh (penuh berkah) adalah untuk hamba yang shaleh”.

Cemburulah kepada orang ini

Meluruskan Pemahaman tentang Kemudahan Dalam Islam

Meluruskan Pemahaman tentang Kemudahan Dalam Islam
oleh:
Sesungguhnya Islamm itu mudah, ikhwah...
A. Pengantar
Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang mudah dan menganjurkan kemudahan. Hal ini sangat dimaklumi bersama. Hanya saja masalahnya, banyak orang salah paham dan meletakkan kemudahan ini bukan pada tempatnya,  sehingga dengan dimotori oleh hawa nafsu dia mencari pendapat-pendapat yang paling ringan dan ganjil dengan alasan penyesuaian zaman dan kemudahan Islam sekalipun pendapat tersebut sangat lemah dan bertentangan dengan dalil-dalil yang shohih. Lalu, bila mereka diingkari, dengan entengnya mereka akan mengeluarkan senjata ampuhnya:
“Kita harus toleransi dan berlapang dada dalam masalah khilafiyyah (perselisihan ulama)”!!!
Ironisnya, orang-orang seperti itu malah banyak digemari masyarakat dengan menyebut mereka sebagai“ustadz gaul”“dai bijak”, “kyai modern” dan gelar-gelar semu lainnya. Oleh karena itu, kami memandang perlu untuk mendudukkan masalah ini agar kita memahaminya dengan baik dan tidak salah paham dengan kemudahan Islam.
.
B. Islam Agama Yang Mudah
Semua kita sepakat bahwa Islam merupakan agama yang mudah, mencintai dan menganjurkan kemudahan. Banyak sekali dalil-dalil yang mendasari hal ini, di antaranya:
a. Dalil Al-Qur’an
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS. Al-Baqoroh: 185)
يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الإِنسَانُ ضَعِيفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS. An-Nisa’: 28)
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (QS. Al-Haj: 78)
b. Dalil Hadits
Nabi bersabda:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
“Sesungguhnya agama ini mudah” (HR. Bukhori: 39)
Tatkala Nabi mengutus Muadz bin Jabal dan Abu Musa al-Asy’ari ke Yaman, beliau berpesan kepada keduanya:
يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا, وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا, وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا
“Hendaknya kalian mempermudah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat lari,  saling membantu dan jangan berselisih”(HR. Bukhori 3038 dan Muslim 1733)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ : مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا, فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ
Aisyah berkata: “Tidaklah Rasulullah diberi pilihan di antara dua perkara kecuali beliau memilih yang paling ringan selagi hal tersebut bukan dosa. Adapun bila hal tersebut merupakan dosa maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya”. (HR. Bukhori 3560 dan Muslim 2327)
  • Masih banyak dalil-dalil lainnya lagi. Imam asy-Syathibi mengatakan: “Dalil-dalil tentang kemudahan bagi umat ini telah mencapai derajat yang pasti”.[1]
.
C. Macam-Macam Kemudahan
Kemudahan dalam Islam terbagi menjadi dua macam:
1.Kemudahan asli
Semua syari’at dan hukum Islam, semuanya adalah mudah. Inilah yang biasa dimaksud dalam banyak dalil. Imam Ibnu Hazm berkata: “Semua perintah Allah kepada kita adalah mudah dan tidak berat. Dan tidak ada kemudahan yang lebih daripada sesuatu yang mengantarkan manusia menuju surga dan menjauhkan mereka dari neraka”.[2]
2.Kemudahan karena ada sebab
Semua syari’at pada asalnya mudah, sekalipun demikian bila ada sebab maka Allah menambah kemudahan lagi, seperti orang safar diberikan keringanan untuk qoshor dan jama’, orang tidak bisa berwudhu diberi keriganan untuk tayammum dan seterusnya.
Kemudahan itu bila Sesuai dengan Dalil
Perlu diperhatikan bahwa maksud kemudahan Islam bukan berarti kita menyepelekan sebagian syari’at Islam, mencari-cari ketergelinciran atau pendapat lemah sebagian ulama, menyebarkan pendapat-pendapat ganjil, namun kemudahan itu dengan mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah. Perhatikanlah dalil-dalil berikut:
  • Contoh Pertama:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ, فَرَخَّصَ لَهُ, فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ : هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ؟ قَالَ : نَعَمْ, قَالَ : فَأَجِبْ
Dari Abu Hurairah berkata: Pernah ada seorang lelaki buta datang kepada kepada Nabi seraya mengatakan: Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid, lalu orang tersebut meminta agar Nabi memberikan keringanan baginya untuk sholat di rumahnya. Nabipun akhirnya memberikan keringanan kepadanya. Tatkala orang tersebut berpaling, Nabi memanggilnya seraya berkata: “Apakah engkau mendengar panggilan sholat? Dia menjawab: “Ya”. Nabi bersabda: Kalau begitu penuhilah panggilan tersebut”.(HR. Muslim 653)
Dalam riwayat Ahmad 3/423 terdapat tambahan: “Sesungguhnya antara rumahku dan masjid ada pohon kurma dan pohon-pohon, sedangkan saya tidak mendapati penuntut setiap waktu”.
Dalam riwayat Abu Dawud 553 terdapat tambahan: “Sesungguhnya Madinah banyak binatang buasnya”.
Perhatikanlah wahai saudaraku, sekalipun orang tersebut telah mengajukan alasan-alasan yang begitu kuat, namun Nabi tidak memberikan udzur baginya untuk sholat di rumahnya.
  • Contoh Kedua:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ جَارِيَةً مِنْ الْأَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ, وَأَنَّهَا مَرِضَتْ, فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا, فَأَرَادُوا أَنْ يَصِلُوهَا, فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
Dari Aisyah bahwa seorang gadis Anshor menikah lalu dia sakit sehingga rambutnya rontok. Akhirnya mereka ingin untuk menyambung rambutnya, maka merekapun bertanya kepada Rasulullah kemudian beliau bersabda: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan meminta untuk disambung rambutnya” (HR. Bukhori 5205, 5934 dan Muslim 2123)
Perhatikanlah wahai saudaraku, dalam hadits ini Nabi tidak memperbolehkan wanita tersebut untuk menyambung rambutnya padahal dia pengantin baru yang perlu berhias untuk suaminya.
  • Contoh Ketiga:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ تَقُولُ : جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنُهَا أَفَنَكْحُلُهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلَّ ذَلِكَ يَقُولُ لَا ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ وَقَدْ كَانَتْ إِحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ
Dari Ummu Salamah berkata: Ada seorang wanita datang kepada Nabi seraya berkata: Wahai rasululullah, putriku ditinggal mati oleh suaminya, sekarang matanya sakit, bolehkah kami memakaikan celak padanya? Rasulullah menjawab: “Tidak” sebanyak dua atau tiga kali, kemudian beliau mengatakan: “Itu hanya empat bulan sepuluh hari, dahulu seorang wanita di antara kalian melempar kotoran selama setahun lamanya”. (HR. Bukhori 5336 dan Muslim 1488)
Perhatikanlah wahai saudaraku, dalam hadits ini Rasulullah yang diutus dengan membawa kemudahan, beliau tetap melarang wanita yang ihdad(dalam masa menanti) dari memakai celak, karena hal itu termasukberhias diri, padahal wanita tersebut bermaksud untuk obatbukan untuk berhias diri. Sekalipun demikian, Nabi tetap tidak membolehkan wanita tersebut memakai celak dengan alasan kemudahan!!
Demikianlah tiga contoh dari hadits Nabi. Seandainya saja masalah-masalah tersebut diajukan kepada para ustadz gaul bin bijak bin modern pada zaman kita sekarang, niscaya mereka dengan enjoy membolehkannya dengan dalih kemudahan Islam!!! Maka pikirkanlah; apakah mereka lebih memahami kemudahan daripada Nabi Muhammad?!!
.
D. Mencari-Cari Ketergelinciran Ulama
Al-Kisah, suatu saat Ismail al-Qadhi pernah masuk kepada khalifah Abbasiyah waktu itu, lalu disuguhkan padanya sebuah kitab yang berisi tentang keringanan dan ketergelinciran para ulama’. Setelah membacanya dia berkomentar:
“Penulis buku ini adalah zindiq[3], sebab orang yang membolehkan minuman memabukkan tidaklah membolehkan nikah mut’ah. Dan orang yang membolehkan nikah mut’ah tidaklah membolehkan nyanyian. Tidak ada seorang alimpun kecuali memiliki ketergelinciran. Barangsiapa memungut semua kesalahan ulama niscaya akan hilang agamanya”. Akhirnya, buku itu diperintahkan supaya dibakar.[4]
Sejarah berulang lagi saat ini!! Betapa banyak kita jumpai manusia pada zaman sekarang yang mengikuti arus hawa nafsunya dengan mencari-cari ketergelinciran ulama. Baginya:
  • musik boleh-boleh saja karena megikuti pendapat Ibnu Hazm!!
  • Wanita nikah tanpa wali hukumnya boleh karena mengikutimadzhab Hanafiyah!!
  • Binatang buas tidak haram karena mengikuti madzhab Malikiyah!!
  • Melafadzkan niat boleh karena mengikuti madzhab Hanabilah dan Syafi’iyyah!!
Demikianlah dia memborong segudang bencana pada dirinya[5]!!.
Para ulama salaf telah memberikan peringatan keras terhadap metode ini yaitu mencari-cari ketergelinciran ulama, pendapat-pendapat ganjil dan aneh.
  • Sulaiman at-Taimi mengatakan: “Apabila engkau mengambil  setiap ketergelinciran ulama, maka telah berkumpul pada dirimu seluruh kejelekan”. Ibnu Abdil Barr berkomentar: “Ini adalah ijma’, saya tidak mendapati perselisihan ulama tentangnya”.[6]
  • Abdurrahman bin Mahdi berkata: “Seorang tidaklah disebut alim bila dia menceritakan pendapat-pendapat yang ganjil”.[9]
  • Hasan al-Bashri berkata: “Sejelek-jelek hamba Allah adalah mereka yang memungut masalah-masalah ganjil untuk menipu para hamba Allah”.[8]
  • Al-Auza’i berkata: “Barangsiapa memungut keganjilan-keganjilan ulama, maka dia akan keluar dari Islam”.[7]
  • Imam Ahmad menegaskan bahwa orang yang mencari-cari pendapat ganjil adalah seorang yang fasiq.[10]
  • Bahkan Imam Ibnu Hazm menceritakan ijma (kesepakatan ulama) bahwa orang yang mencari-cari keringanan madzhab tanpa bersandar pada dalil merupakan kefasikan dan tidak halal.[11]
Maka hendaknya seorang muslim takut kepada Allah dan mengingat bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah untuk dimintai pertangungjawaban, sehingga dengan mengingat hal itu dia tidak menggampangkan diri untuk mencari-cari ketergelinciran ulama dan menyebarkan pendapat-pendapat ganjil, karena hal itu bisa menggolongkan dirinya termasuk orang yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai senda gurau.
Imam Syathibi menyebutkan beberapa dampak negatif mencari-cari kesalahan ini, di antaranya:
  1. Keluar dari agama, karena tidak mengikuti dalil tetapi mengikuti perselisihan.
  2. Meremehkan agama
  3. Mencampuradukkan pendapat sehingga keluar dari ijma’ ulama.
  4. Meninggalkan sesuatu yang maklum menuju sesuatu yang bukan maklum.
  5. Merusak undang-undang politik syar’I yang dibangun di atas keadilan sehingga akan mengakibatkan kerusakan.[12]
E. Patokan dan Syarat Kaidah Kemudahan
Para ulama telah meletakkan beberapa patokan dan syarat[13] untuk melaksanakan kaidah kemudahan, di antaranya:
  1. Benar-benar ada udzur yang membolehkannya mengambil keringanan
  2. Adanya dalil syar’I yang membolehkan untuk mengambil keringanan, sebab keringanan yang hakiki adalah dengan mengikuti dalil bukan dengan menyelisihinya.
  3. Mencukupkan pada kebutuhan saja dan tidak melampui batas dari garis yang telah ditetapkan oleh dalil.
Demikianlah patokan-patokan ketat yang diletakkan oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil, sehingga menjadikan mereka bisa meletakkan perkara pada tempatnya. Namun, dengan kemajuan zaman, asingnya agama dan lemahnya para pembela agama, maka bermunculanlah sekelompok manusia yang melenceng dari jalan yang lurus, sehingga mereka memungut pendapat-pendapat nyeleneh dan ganjil dalam masalah hukum, bahkan dalam masalah aqidah!!
.
F. Agungkanlah Syari’at Allah
Oleh karena itu, hendaknya bagi kita semua untuk mengagungkan syari’at Allah dan mendidik umat untuk pengagungan tersebut, karena dengan demikian kita akan meraih istiqomah (tegar) dalam ketaatan kepada Allah.
Sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa kebanyakan manusia apabila dikatakan kepada mereka: “Masalah ini diperselisihkan tentang wajibnya”, maka mereka akan malas melaksanakannya. Sebaliknya, bila dikatakan kepada mereka: “Masalah ini diperselisihkan keharamannya” maka mereka akan mudah menerjangnya, tanpa memperhatikan dalil-dalil ulama tersebut apakah kuat ataukah tidak.
  • Bilal bin Sa’ad berkata: “Janganlah engkau melihat kecilnya maksiat tetapi lihatlah keagungan Dzat yang kamu maksiati”.
  • Ishaq bin Rahawaih pernah mengingkari pembagian perbuatan dalam sholat menjadi sunnah dan wajib, beliau berkata: “Semua yang di dalam sholat hukumnya wajib”. Al-Hafizh Ibnu Rojab berkomentar: “Hal ini disebabkan karena ungkapan sunnah bisa menjadikan orang malas untuk melakukannya, meremehkan bahkan mungkin meninggalkannya. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan syari’at yang menganjurkan dan memberikan pendorong-pendorong untuk melaksanakannya. Demikian juga, terkadang dalam syari’at ada lafadz wajib tetapi menurut mayoritas ulama hanya untuk menunjukkan anjuran yang sangat, bukan berarti berdosa bila ditinggalkan”.[14]
  • Ibnul Qoyyim telah mengisyaratkan bahwa termasuk pengagungan terhadap hukum Allah adalah dengan tidak mencari-cari keringanan, beliau berkata: “Termasuk tanda-tanda pengagungan perintah dan larangan adalah dengan tidak mencari-cari keringanan sehingga dia terjerumus pada batas yang menjadikannya tidak lurus di atas jalan yang lurus”.[15]
.
G. Kemudahan Modern
Sangat disayangkan, banyak orang mensalahgunakan kemudahan syari’at ini bukan pada tempatnya, sehingga jatuhlah mereka dalam lembah kegelapan dan jalan yang meruwetkan, mereka memungut pendapat-pendapat ganjil ulama sesuai dengan hawa nafsu mereka, baik dalam masalah hukum, bahkan dalam masalah aqidah!!
Bukankah paham liberalisme yang menilai bahwa semua agama sama, semua agama menuju surga merupakan seruan yang meruntuhkan aqidah wala’ dan baro’?! Namun, semua itu oleh para pengusungnya dengan dalih bahwa Islam adalah agama yang rohmatan lil alamin (membawa kasih sayang bagi alam semesta)!!
Dalam masalah hukum, cukup banyak contohnya, bukankah para ulama telah bersepakat bahwa wanita tidak boleh menjadi pemimpin Negara[16]?! Bukankah para ulama telah bersepakat wajibnya memelihara jenggot[17]?! Bukankah para ulama telah bersepakat tentang haramnya jabat tangan dengan wanita[18]?! Lantas, bandingkanlah semua itu dengan hujatan para pengusung fiqih “kemudahan semu” yang mencabik-cabik ijma’ tersebut hanya dengan alasan kemoderan zaman dan kemudahan Islam?! Seperti inikah cara memahami kemudahan Islam?![19]
Ketahuilah wahai saudaraku, hendaknya kita tujuan utama kita adalah ridho Allah, janganlah kita terpedaya dengan keridhoan manusia sehingga mengotak-atik ayat dan hadits agar sesuai dengan kebanyakan masyarakat.
Dikisahkan ada seorang ahli ilmu pernah mengatakan: “Tatkala bencana cukur jenggot telah melanda negeri timur, sehingga orang yang dianggap alimpun ikut-ikutan cukur jenggot karena khawatir ditertawakan masyarakatnya, maka saya mencari-cari dengan penuh kesungguhan untuk mencari dalil yang membolehkan cukur jenggot, sehingga para alim tersebut terbebas dari keharaman…”[20]
  • Perhatikanlah, bagaimana dia menyakini terlebih dahulu baru kemudian mencari-cari dalilnya sehingga dia akan memaksakan dalil agar sesuai dengan keyakinan pertamanya. Sungguh ini adalah metode yang amat berbahaya sekali.
.
H. Untukmu Para Ahli Fatwa
Wahai orang-orang yang memikul beban berat di pundaknya, ketahuilah bahwa fatwa merupakan tugas yang sangat berat dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat.  Ada beberapa hal penting yang ingin kami tekankan di sini:
1. Ikhlaskan karena Allah
Bertaqwalah kalian kepada Allah, jadikanlah tujuan utama kalian dalam berfatwa adalah mencari ridho Allah, baik sesuai dengan keinginan manusia ataukah tidak. Hendaknya kalian berterus terang memberikan fatwa yang benar sesuai dalil, jangan karena mengikuti hawa nafsu manusia. Allah berfirman:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. (QS. Al-Jatsiyah: 18)
وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. (QS. Al-Maidah: 49)
  • Ibnul Qoyyim berkata:
“Banyak ahli fatwa yang tidak memberikan fatwa yang benar karena dia mengetahui bahwa jawabannya tidak sesuai dengan keinginan penanya..Ini sama sekali tidak diperbolehkan, hendaknya ahli fatwa berfatwa sesuai ilmu baik sesuai dengan keinginan penanya ataukah tidak”.[21]
2. Janganlah kalian menggampangkan
Imam Ibnu Sholah berkata: “Tidak boleh bagi orang yang berfatwa untuk menggampangkan dalam fatwanya, barangsiapa yang demikian keadaannya maka dia tidak boleh dimintai fatwa, yaitu bila dia tidak mengecek terlebih dahulu dan tergesa-gesa dalam fatwa sebelum dia memikirkannya secara mendalam. Mungkin dia akan beranggapan bahwa cepat dalam fatwa adalah suatu kehebatan dan lambat dalam fatwa merupakan kelemahan, namun ini adalah anggapan yang keliru, karena lambat tapi benar lebih baik daripada cepat tapi sesat dan menyesatkan”.[22]
Bandingkanlah nasehat berharga ini dengan keadaan para mufti sekarang yang sering nongol di TV, Radio atau majlis, bagaimana mereka dengan cepatnya memberikan fatwa tanpa mendengarkan pertanyaan terlebih dahulu secara sempurna!!
3. Jangan Bikin Pusing Orang Awam
Hendaknya ahli fatwa tidak melibatkan orang-orang awam dalam perincian masalah-masalah perselisihan ulama yang malah membingungkan mereka, sehingga nanti mereka punya asumsi bahwa seorang boleh milih pendapat yang dia suka dan meninggalkan dalil yang nyataAli bin Abi Thalib pernah mengatakan:
حَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُونَ, أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ
Bicaralah dengan manusia apa yang mereka ketahui, apakah kalian ingin kalau Allah dan rasulNya didustakan?(HR. Bukhori 127)
Ibnu Aqil berkata:
“Haram bagi seorang alim yang mengetahui suatu ilmu yang cukup berat untuk menyampaikannya kepada orang lemah yang tidak mampu menampungnya, karena hal itu akan merusaknya”.[23]
Demikianlah pembahasan kita kali ini. Kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan keikhlasan kepada kita dan kekuatan dalam mengemban amanatNya.[24] Amiin.

[1] Al-Muwafaqot, 1/231.
[2] Al-Ihkam 2/176.
[3] Zindiq dalam defenisi para fuqaha’ adalah seorang yang menampakkan keislaman dan dan menyembunyikan selain Islam atau  orang yang mengingkari Pencipta, hari akhir dan amal shaleh. Adapun menurut defenisi ahli kalam dan umumnya manusia zindiq adalah pengingkar dan penentang. (Majmu’ FatawaIbnu Taimiyyah 7/471)
[4] Sunan al-Kubro al-Baihaqi 10/211, Siyar A’lam Nubala’ adz-Dzahabi 13/465.
[5] Lihat contoh-contoh lainnya dalam risalah Zajru Sufaha’ ‘an Tatabbu’I Rukhas Fuqaha’ oleh Syaikh Jasim al-Fuhaid ad-Dausari.
[6] Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi 2/91-92.
[7] Sunan Kubro al-Baihaqi 10/211.
[8] Adab Syar’iyyah 2/77.
[9] Hilyatul Auliya Abu Nuaim 9/4.
[10] Al-Inshof al-Mardawi 29/350.
[11] Marotibul Ijma’ hlm. 175 dan dinukil asy-Syathibi dalam al-Muwafaqot 4/134.
[12] Lihat al-Muwafaqot 4/222, tahqiq Masyhur bin Hasan.
[13] Lihat Qowaidul Ahkam al-Izzu bin Abdus Salam 2/7, Al-Asybah wa Nadhoir as-Suyuthi hlm. 80-81, al-Muwafaqot asy-Syathibi 1/302-303, Dhowabit al-Maslahah al-Buthi hlm. 278, Rof’ul Haroj Ibnu Humaid hlm. 143-146, Manhaj Taisir al-Mu’ashir ath-Thowil hlm. 55-56.
[14] Jami’ul Ulum wal Hikam hlm. 525-526.
[15] Al-Wabilu Shoyyib hlm. 24.
[16] Lihat Syarh Sunnah al-Baghowi 10/77, al-Fishol fil Milal wan Nihal 3/110-111, Tafsir al-Qurthubi 13/122-123.
[17] Lihat Marotibul Ijma’ Ibnu Hazm hlm. 57, al-Iqna’ fi Masail Ijma’ Ibnul Qoththon 2/299, al-Ikhtiyarat Ibnu Taimiyyah hlm.10, al-Ibda’ fi Madhril Ibtida’ Ali Mahfudh hlm. 384.
[18] Lihat risalah Adillatu Tahrim Mushofahah Ajnabiyyah oleh Syaikh Muhammad bin Ahmad Ismail,
[19] Lihat contoh-contoh lainnya dalam kitab Irsal Syuwath ‘ala Man Tatabba’a Syawadh oleh Sholih bin Ali asy-Syamroni.
[20] Manhaj Taisir Mua’shir Abdullah bin Ibrahim ath-Thowil hlm. 64 dan ad-Da’wah Ila Allah Taqiyuddin al-Hilali hlm. 162.
[21] I’lamul Muwaqqi’in 4/224.
[22] Adabul Mufti wal Mustafti hlm. 111.
[23] Adab Syari’yyah Ibnu Muflih 2/149.
[24] Penulis banyak mengambil manfaat dari muqoddimah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman as-Sa’adterhadap kitab Kaifa Nafhamu Taisir? Oleh Syaikh Fahd bin Sa’ad Abu Husain, dengan beberapa tambahan referensi lainnya.

Social Icons

Pages

HUBUNGI SAYA DI FB

Social Icons